Penjualan SUN Raup Rp 7 Triliun

NERACA

Jakarta-Pemerintah mengungkapkan berhasil menjual surat utang negara (SUN) untuk menutup defisit anggaran 2011. Berdasarkan pengumuman Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, pemerintah meraup sekitar Rp 7 triliun, di atas target yang ditetapkan Rp 6 triliun. Artinya, lelang 5 seri surat utang negara dalam mata uang rupiah dilakukan pada 22 November 2011. Total penawaran mencapai Rp 12,216 triliun.

Adapun hasil lelang 5 seri surat utang negara (SUN) tersebut antara lain, SPN03120223, penawaran yang masuk Rp 1,893 triliun. Pemerintah menyerap Rp 300 miliar dan jatuh tempo 23 Februari 2012, SPN12121102 penawaran yang masuk Rp 4,4 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1,6 triliun dan jatuh tempo 2 November 2012, FR0060, penawaran yang masuk Rp 1,581 triliun. Pemerintah menyerap Rp 950 miliar dan jatuh tempo 15 April 2017, FR0051, penawaran yang masuk Rp 2,286 triliun. Pemerintah menyerap Rp 2,25 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2022, FR0059, penawaran yang masuk Rp 2,056 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1,9 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2027

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan dalam situsnya juga mengungkap total utang pemerintah Indonesia hingga Oktober 2011 mencapai Rp 1.768,04 triliun. Bahkan tercatat dalam tempo hanya satu bulan jumlah utang itu naik Rp 13,13 triliun dibanding posisi September 2011 yang sebesar Rp 1.754,91 triliun.

Secara rasio terhadap PDB, utang RI juga naik dari 27,3% pada September menjadi 27,5% pada Oktober. Dalam denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah hingga Oktober 2011 mencapai US$ 200,12 miliar. Jumlah ini naik dibandingkan per September 2011 yang sebesar US$ 198,9 miliar miliar. Utang dalam dolar AS ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2010 yang sebesar US$ 186,5 miliar.

Berdasarkan rincian, total utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman US$ 68,5 miliar dan surat berharga US$ 131,62 miliar. Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.422,9 triliun, maka rasio utang Indonesia per Oktober 2011 tercatat sebesar 27,5%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Oktober 2011 adalah, bilateral: US$ 42,69 miliar, multilateral: US$ 22,66 miliar, komersial: US$ 3,01 miliar, Supplier: US$ 50 juta dan pinjaman dalam negeri US$ 80 juta. Sementara total surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah sampai Oktober 2011 mencapai US$ 131,62 miliar. Naik dibandingkan posisi Desember 2010 yang sebesar US$ 118,39 miliar.

Yang jelas, selama Januari-Oktober 2011 pemerintah telah melakukan penarikan utang Rp 197,86 triliun. Ini sudah mencapai 73% dari target di tahun ini yang nilainya Rp 182,01 triliun. Adapun rincian utang pemerintah tahun ini serta realisasinya sampai Oktober 2011 adalah, pinjaman luar negeri ditargetkan Rp 58,93 triliun, realisasinya Rp 15,55 triliun (26,4%). Ini terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. Sementara pinjaman dalam negeri ditargetkan Rp 1 triliun, realisasinya Rp 300 miliar. Surat Utang (Surat Berharga Negara) ditargetkan Rp 211,18 triliun, realisasinya Rp 182,01 triliun (86,2%). **cahyo

BERITA TERKAIT

Kantungi Restu Private Placement - Global Mediacom Raup Dana Rp 292 Miliar

NERACA Jakarta - Perusahaan investasi PT Global Mediacom Tbk (BMTR) bersiap menerbitkan saham baru melalui mekanisme panambahan modal tanpa hak…

Optimis Sambut Tahun 2019 - Jababeka Residence Bidik Penjualan Rp 1 Triliun

NERACA Cikarang – Opitimisme pasar properti masih akan tetap tumbuh di tahun ini, mendorong beberapa perusahaan properti genjot ekspansi bisnisnya…

Stimulus Pemerintah Tidak Berpengaruh - Penjualan Intiland Terkoreksi 22,1% di 2018

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil mencatatkan pendapatan penjualan (marketing sales)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

DPR Desak Pemerintah Bikin Badan Pangan Nasional

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hardisoesilo mengingatkan pemerintah agar segera…

Pembangunan Infrastruktur Berefek Ganda

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus membangun sarana infrastruktur dengan efek…

REI Kontribusi 40% Program Sejuta Rumah

  NERACA   Jakarta - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melalui anggotanya memberikan kontribusi 394.686 unit rumah atau 40 persen…