DEN Dorong BBM Bersubsidi Naik Rp500/Liter

NERACA

Jakarta--- Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong kenaikkan harag Bahan Bakar Minyak (BBM ) bersubsidi sekitar Rp500/liter. Alasanya kenaikkan harga BBM ini bisa meringankan beban APBN. "BBM bersubsidi harus dinaikkan segera. Misalnya dinaikkan Rp500 karena bisa menghemat anggaran hingga Rp9 triliun," kata anggota DEN Herman Agustiawan di Jakarta, Selasa (22/11)

Lebih jauh kata Herman, pengalokasian anggaran sebesar Rp960 miliar untuk konversi minyak ke gas dinilai harus benar-benar dimanfaatkan pemerintah. "Karena Bahan Bakar Gas (BBG) bisa menjadi barang subtitusi BBM , itu artinya terjadi penghematan di sini," jelasnya.

Herman menambahkan, potensi BBG juga harus diterapkan guna mencari energi alternatif, karena kouta BBM yang telah ditetapkan pemerintah tahun depan akan semakin berkurang. "Pemakaian BBG ini juga akan mengurangi ketergantungan terhadap BBM ," imbuhnya.

Salah satu alasan mendorong kenaikan harga BBM bersubsidi, kata Herman, karena lambannya realisasi revitalisasi program Go Gas untuk sektor transportasi. Padahal, pemerintah sudah mengalokasikan dana pada RAPBN 2012 sebesar Rp960 miliar. "Kita hampir frustasi juga. Hampir satu tahun jalan, program revitalisasi konversi gas untuk transportasi ini belum jalan juga," paparnya

Diakui Herman, dengan adanya anggaran tersebut, diharapkan pemerintah mampu menggenjot infrastruktur di sektor transportasi, khususnya penambahan Stasius Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan pengadaan konverter kit untuk kendaraan, selain pasokan gas. "Yang menjadi persoalan utama dalam revitalisasi konversi gas ini memang pada infratsrukturnya. Di samping juga tiadanya konverter kit," tegasnya.

Konversi minyak ke gas, sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) nomor 2932 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri (Permen) nomor 19 Tahun 2010 tentang supply dan harga bahan bakar gas. "Yang mengharuskan bulan oktober 2011, namun direalisasikan di 2012 untuk kendaraan pribadi harus menggunakan BBG," tegas Herman.

Selain itu, Herman mengatakan, DEN akan mengawasi program ini agar berjalan dengan baik kemudian akan ada evaluasi seberapa besar pasokan gas ke Jakarta dan sekitarnya. "Di situ juga dilihat berapa MM yang akan dipakai kendaraan umum. Sasaran jangka pendek untuk transportasi umum dan jangka panjangnya untuk semua kendaraan," tambahnya.

Ditempat terpisah, Dirjen Migas Evita Legowo merasa yakin BBM non subsidi alias pertamax dapat bersaing dengan produk swasta saat BBM premium dibatasi pada April 2012 mendatang. BBM milik PT Pertamina (Persero) ini dipercaya memiliki kelebihan tersendiri. "Pertamina sendiri sudah mempunyai beberapa kelebihan, ada beberapa yang sudah dipunyai," tegasnya

Namun demikian, kata Evita, pemerintah tetap akan mempersiapkan perlindungan kepada perusahaan pelat merah tersebut jika akhirnya tidak mampu bersaing dalam perebutan pasar yang meningkat setelah pemerintah melakukan pengaturan penggunaan BBM bersubisidi pada April tahun depan. "Tapi terus terang mengenai kita melindungi Pertamina, ini kita akan menjaga keseluruhannya, tapi pada dasarnya kalau hilirnya sudah terbuka juga, sudah ada kekuatan untuk kompetisi terbuka, tapi nanti kita lihat dulu, seberapa sih dampaknya, dan kita sudah mulai pelajari itu," jelasnya.

Hanya saja Evita yakin dengan adanya kompetisi tersebut maka Pertamina akan membenah diri sehingga dapat memberikan keuntungan juga bagi masyarakat. "Pertamina sendiri akan memperbaiki diri, saya melihatnya bahwa dengan adanya persaingan akan lebih sehat ya, akan lebih baik," tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

Pemprov Jabar Dorong Industri Kelola Limbah Secara Terpadu

Pemprov Jabar Dorong Industri Kelola Limbah Secara Terpadu NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendorong industri mengelola…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…