Sehat Dengan Olahraga Si Kulit Bundar

NERACA. Manusia adalah makhluk sosial yang terus beraktifitas dalam kehidupan kesehariannya. Berhubungan dengan berbagai macam individu untuk bekerjasama mencapai mufakat. Selain itu, aktifitas bekerja yang merupakan kewajiban untuk mencari rizki yang dapat menghidupi diri sendiri, telah menjadi rutinitas. Rutinitas yang kaku karena gerakan tubuh yang tidak berdasar mengakibatkan tubuh mudah cape dan lelah.

Tentunya, aktifitas tersebut terkadang membuat tubuh mudah mengalami gangguan kesehatan. Untuk mengatisipasi agar tubuh tetap sehat, maka tubuh meski dijaga kondisi kesehatannya melalui olahraga. Olah raga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga tampil prima. Bila tubuh telah terbiasa melakukan gerakan olahraga maka kesehatan dalam tubuh meningkat, dan antibodi untuk menangkal serangan penyakit menguat, sehingga penyakit tidak mudah hinggap.

Cabang olah raga yang sangat di gemari oleh masyarakat adalah senam dan lari pagi. Akan tetapi olah raga yang mendapat dukungan banyak dari masyarakat adalah sepak bola. Cabang sepak bola ini, sangat mendapat sorotan penuh dari berbagai masyarakat, apalagi ketika , menghadapi pertandingan antar Negara. Bukan kepalang rasanya, semangat dan hiruk pikuk lautan manusia memberikan semangat pantang menyerah kepada para pemainnya. Di sadari atau tidak, sepak bola telah menjadi ajang kekuatan dan sportifitas suatu masyarakat, bangsa dan negara dalam dunia olahraga.

Sepak bola memang dari dahulu telah mampu memberi magnet bagi para pemain dan pendukungnya untuk selalu bersikap sportif dan bekerja keras dalam mencapai tujuan bersama, yaitu mencetak gol sebagai kemenangan. Gol merupakan suatu prestasi yang dapat memberikan motivasi bagi pemainnya untuk mampu bermain dengan baik dan benar. Cabang sepak bola mampu memberikan kegiatan yang positif dan kesegaran jasmani bagi pelakunya. Mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah umum, perguruan tinggi dan sampai tingkat professional telah mengenal dan melakukan kegiatan olahraga tersebut. Walau sepak bola identik dengan laki-laki sebagai pemaiannya, tetapi banyak para wanita sangat mengemari olahraga tersebut, sebagai supporter.

Beberapa tahun lalu, persepak bolaan kita sempat meredup karena berbagai kekalahan dalam pertandingan dunia sepak bola kita melawan Negara lain. Berbagai upaya untuk meningktkan kualitas para atlet, khususnya sepak bola telah dilakukan, namun tetap mengalami kekalahan, bahkan dari segi pelatih pun tak lepas dari perhatian. “Berbagai keluhan yang menimpa para atlet selama ini adalah minimnya penghargaan terhadap kelayakan hidup para atlet dan kurangnya perhatian pemerintah,” menurut Ian Situmorang, pengamat olahraga.

Setelah melalui masa yang cukup panjang, akhirnya manajemen kepengurusan organisasi olahraga dirombak dan perhatian penuh dari pemerintah mulai diarahkan pada dunia olahraga, khusunya terhadap para atletnya. Seperti pemberian bonus terhadap para atlet yang berhasil mencapai targetan yang cukup berguna untuk kehidupan kedepan buat mereka. Selain itu, para pemaian sepak bola professional saat ini digaji dengan angka yang cukup besar, walau belum secara keseluruhan dilakukan pada atlet cabang olahraga lainnya, yang mungkin akan dilakukan secara bertahap.

Bila olah raga meningkat kulaitasnya, maka suatu bangsa akan dapat di lihat kemampuan mereka dalam membangun bangsanya. Suatu bangsa akan kuat bila olah raganya maju dan berprestasi. Oleh karena itu, dukungan terhadap pemerintah dibidang olahraga sangatlah penting untuk membentuk masyarakat yang sehat, sehingga masyarakatnya mampu menghasilkan prestasi secara positif dan unggul menghadapi persaingan dengan bangsa lain. Olah raga memberikan kesehatan yang baik pada tubuh sehingga masyarakatnya mampu beraktifitas secara positif dan memiliki daya saing yang kuat tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah.

Pada Oktober lalu, Indonesia mewakilkan team anak usia dini di ajang piala dunia Danone nations Cup 2011, di Spanyol. Team yang diwakili oleh SSB Hasanuddin dari Makassar telah berhasil bertanding sampai final dan menempati urutan ke 33 dari 40 negara. Walau piala DNC 2011 tersebut dimenangkan oleh team Brazil, tetapi hal itu menjadi pelajaran untuk meningkatkan kemapuan dalam menghadapi persaingan dalam pertandingan. Tentunya hal ini, harus terus ditindak lanjuti sehingga para olahragawan dapat meningkatkan daya saingnya dan meraih prestasi, serta tetap harus memperhatikan kehidupan mereka dimasa depannya. (shiddiq)

BERITA TERKAIT

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Hati-Hati dengan "Debt Trap Diplomacy" China

Oleh: Djony Edward Pemerintah Indonesia menawarkan 28 proyek senilai USD91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah China setelah empat…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Pola Makan Harian Buruk Jadi 'Mesin' Pembunuh Perlahan

Pola makan harian yang buruk terus menjadi dilema. Studi teranyar menemukan, satu dari lima kematian secara global dikaitkan dengan pola…

Minum Alkohol Setiap Hari Tingkatkan Risiko Stroke

Konsumsi alkohol berhubungan dengan penyakit stroke. Penelitian anyar menunjukkan, meminum alkohol bahkan hanya segelas atau dua gelas setiap hari dapat…

Polusi Udara Pangkas Angka Harapan Hidup Anak

Polusi udara diprediksi dapat memangkas angka harapan hidup anak-anak sebanyak 20-30 bulan. Anak-anak di Asia Selatan menjadi korban terparah paparan…