Jasa Marga Cari Peluang di Proyek Tol Baru

NERACA

Jakarta – Operator jalan tol, PT Jasa Marga Tbk menyatakan minatnya untuk menggarap proyek pembangunan 4 ruas tol baru senilai Rp 17 triliun. Alasanya proyek ini merupakan peluang besar bagi perusahaan BUMN. "Kita ini kan perusahaan pengembang jalan tol, kalau ada peluang untuk menambah jalan tol maka kita akan berminat," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S. Sunito kepada wartawan di Jakarta, (20/11)

Lebih jauh Frans mengaku Jasa Marga memberi prioritas terhadap sejumlah proyek tol yang terhubung tol milik Jasa Marga. "Ya kalau ada jalan tol baru yang akan dibangun dan itu terkoneksi dengan jalan tol kita, maka akan menjadi prioritas kita," ujarnya

Namun Frans menambahkan Jasa Marga akan mempelajari dulu terkait 4 proyek tol baru yang ditawarkan ini. Masalahnya harus mempelajari dahulu secara mendalam masing-masing proyek tol baru tersebut. Namun yang pasti bahwa Jasa Marga memiliki kemampuan untuk membangun 150 Km-200 Km jalan tol lagi dari yang sudah ditangani sebesar 530 Km dan 215 Km jalan tol yang baru. "Untuk prioritas kita belum bisa menentukan, karena kita masih harus mempelajari dulu masing-masing proyek ini. Tetapi kita masih mampu untuk membangun 150-250 Km lagi," terangnya

Adapun 4 proyek jalan tol baru itu akan ditawarkan oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) antara lain Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Sumatera Utara dengan perkiraan nilai proyek US$ 670,4 juta Medan-Binjai dengan perkiraan nilai proyek US$ 25 juta Cileunyi-Sumedang-Dawuan di Jawa Barat dengan perkiraan nilai proyek US$ 1,015 miliar Pandaan-Malang di Jawa Timur dengan perkiraan nilai proyek US$ 293,2 juta.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Jalan Tol Indondesia (ATI) Fatchur Rochman mengatakan pemerintah segera menawarkan 4 proyek jalan tol senilai US$ 2,004 miliar atau Rp 17,03 triliun (US$ 1 = Rp 8.500). Proyek ini rencananya akan diumumkan dalam forum Indonesia Infrastructure Toll Roads 2011.

Forum ini diselenggarakan oleh ATI, Kadin, dan pemerintah dengan Kementerian PU sebagai koordinatornya. "Ini bertujuan untuk mengembangkan sarana transportasi di Indonesia khususnya jalan tol," kata Fatchur lagi.

.

Selain 4 jalan tol tersebut , proyek jalan tol Cikampek-Palimanan di atas kertas ditargetkan akan beroperasi Agustus 2014. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah merumuskan tarif tol baru ini, yaitu tarif termurah untuk golongan I Rp 753 per Km.

Menurut data Kementerian PU, pembebasan lahan jalan tol Cikampek-Palimanan ditargetkan selesai Desember 2011, dan pembangunannya di mulai Februari 2012 dengan pengerjaan selama 30 bulan. Tarif tol awal di 2014 tersebut pun telah ditentukan. Untuk golongan I biaya yang dikenakan kepada pengendara Rp 753 per Km, golongan II Rp 1.130 per Km, golongan III Rp 1.507 per Km. Selanjutnya golongan IV Rp 1.883 per Km dan terakhir golongan V RP 2.260 per Km.

Volume lalu lintas awal tol Cikampek-Palimanan diperkirakan mencapai 24.064 kendaraaan per hari, dengan kelayakan IRR on equity 17,86%. Pemegang konsesi tol ini, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) akan menghabiskan dana Rp 12,56 triliun untuk menyelesaikan pembangunan.

LMS tengah mengusahakan dana pinjaman perbankan Rp 8 triliun, sisanya diambil dari dana kas perusahaan. LMS harus sudah menandatangani perjanjian kredit (konstruksi) selambat-lambatnya Desember 2011, dengan pencairan selambat-lambatnya Mei 2012.

Tol Cikampek-Palimanan milik LMS memiliki panjang 116,75 km dan terbagi menjadi enam seksi. Seksi I, Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 Km, seksi II, Kalijati-Subang sepanjang 9,56 Km, seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 Km. Kemudian dilanjutkan seksi IV Cikedung-Kertajati 17,66 Km, seksi V Kertajati-Sumberjaya 14,51 Km, dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan 14,53 Km. *cahyo

BERITA TERKAIT

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

Baru 11 Persen Sawah Terima Air dari Bendungan

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan, mengingat baru 11 persen atau sekitar…

Mengandalkan Proyek Pemerintah - WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp 22,78 Triliun

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 22,78 triliun…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…