Visi Baru ASEAN vs AS

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Bali (17-19 Nov.) merupakan kejadian luar biasa karena akan menyetujui banyak kesepakatan penting seperti tentang Komunitas ASEAN dalam komunitas global bangsa-bangsa, prinsip hubungan yang saling menguntungkan, konektivitas ASEAN, kemitraan komprehensif antara ASEAN dan PBB, serta zona non-nuklir Asia Tenggara.

Lalu, KTT Asia Timur kali ini juga luar biasa karena untuk pertama kalinya melibatkan Amerika Serikat dan Rusia. Kesediaan negara-negara anggota ASEAN dan mitra ASEAN bersepakat tentu didasari anggapan bahwa ASEAN itu organisasi regional yang solid dan punya kapasitas untuk mendorong perwujudan beberapa kesepakatan tersebut.

Namun di sisi lain, Presiden AS Barack Obama dalam pidatonya di hadapan Parlemen Australia di Canberra sebelum menuju Bali, menyatakan kawasan Asia-Pasifik akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan dunia.

Obama mengatakan berdasarkan luas wilayah, sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi maka peran negara-negara Asia-Pasifik secara global akan semakin penting. Bahkan Obama mengingatkan, sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia AS ingin tetap mempertahankan dan memperkuat kehadiran serta perannya dalam mengembangkan kawasan ini.

"Asia akan menentukan apakah masa depan dunia akan diwarnai dengan konflik atau kerja sama, penderitaan atau perkembangan manusia," ujar Obama. Ini pertanda AS ingin terus tetap mempertahankan eksistensinya di kawasan ASEAN dan Asia Timur.

Kendati demikian, ASEAN seharusnya menyadari masih memiliki kelemahan sehingga masih memerlukan pembenahan internal supaya soliditas dan kapasitas ASEAN untuk bergerak secara eksternal lebih kuat dan mantap. Karena itu, ke depan Indonesia perlu fokus pada tiga hal berikut ini.

Pertama, dalam hal urusan-urusan internal, Indonesia mesti mendorong ASEAN menjadi sistem yang bisa mengatur dirinya sendiri (self-regulating system).Kedua, dalam urusan Asia Timur, Indonesia harus tetap menjadikan ASEAN penentu dari dinamika hubungan ASEAN dengan kawasan Asia Timur dan hubungan antarnegara Asia Timur.

Ketiga, dalam urusan dengan negara-negara besar di luar Asia Timur, Indonesia perlu mendorong ASEAN tetap berada pada posisi driving seat KTT Asia Timur kendati ada Amerika Serikat dan Rusia. Sehubungan dengan kebutuhan ASEAN menjadi self-regulating system, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan di dalam internal ASEAN.

Adanya persaingan dan konflik antarnegara anggota ASEAN, misalnya konflik perbatasan Kamboja-Thailand, Malaysia-Indonesia, dan Singapura-Malaysia, menunjukkan bahwa ASEAN belum mampu menjadi self-regulating system karena mekanisme penyelesaiannya belum menggunakan ASEAN, tetapi masih menggunakan pihak di luar ASEAN.

Adalah penting pembentukan Komunitas ASEAN 2015 untuk menangkal dominasi Amerika Serikat. Bagaimanapun, selama setahun kepemimpinannya telah dicapai kemajuan penting menuju finalisasi persiapan pembentukan komunitas tersebut.

Hal penting lainnya, adalah memastikan kawasan sekitar ASEAN menjadi zona yang betul-betul aman dan kondusif terutama bagi negara anggota agar dapat dengan tenang dan nyaman menjalankan program pembangunan nasionalnya masing-masing tanpa khawatir akan adanya gangguan keamanan, khususnya dari luar kawasan ASEAN.

BERITA TERKAIT

Pemkab Sukabumi Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Pemkab Sukabumi Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan   NERACA Sukabumi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, mendorong energi baru terbarukan…

Oktober, Kontrak Baru WSBP Rp 4,56 Triliun

NERACA Jakarta - Hingga per Oktober 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp…

ASEAN Perlu Bekerjasama dalam Pembangunan Berkelanjutan

NERACA Jakarta - Peneliti UI yang tergabung dalam Center for Sustainable Infrastructure Development (CSID) Fakultas Teknik UI menyatakan perlu kerja…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Gejolak Persaingan Ekonomi Global vs Cashflow yang Sehat - Studi Kasus Unrealized loss PLN

  Oleh: Sudimara Pati, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta Belakangan kita diberitakan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) milik BUMN…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

Mencari Akar Ketimpangan

Oleh: Sarwani Problem utama pembangunan Indonesia adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia seperti yang tercantum dalam sila ke-5 Pancasila.…