Air Asia Targetkan 4 Juta Penumpang

NERACA

Jakarta –Perusahaan penerbangan AirAsia menargetkan sekitar 4 juta penumpang. Setidaknya target ini naik mencapai 33% dari tahun sebelumnya. “Kita menargetkan bisa menerbangkan sekitar 4 juta penumpang dari hub Jakarta atau meningkat sekitar 33 % dari jumlah tahun ini yaitu sekitar 3 juta penumpang," kata Presiden Direktur AirAsia Indonesai, Dharmadi kepada wartawan di Jakarta,17/11.

Lebih jauh kata Darmadi, jumlah armada yang dimiliki Indonesia AirAsia sebanyak 16 Airbus A320 dan 4 unit Boeing 737-300. Secara perlahan, Indonesia AirAsia hanya akan mengoperasikan Airbus A320 saja dengan alasan efisiensi perawatan. Di pertengahan tahun ini, produsen pesawat Airbus menegaskan, maskapai Asia-Pasifik akan menerima 8.560 pesawat baru senilai 1,2 triliun dollar Amerika dalam 20 tahun mendatang. Jumlah ini sekitar sepertiga dari seluruh pengiriman pesawat secara global selama periode tersebut.

Menurut Darmadi, pesawat tipe Airbus A320 milik AirAsia Indonesia menjadi pesawat yang mendapatkan kesempatan pertama mencoba Bandara Internasional Soekarno-Hatta terminal 3. “Bagi kami, jelas sekali bahwa terminal 3 merupakan sebuah fasilitas umum kebanggaan bangsa. Terminal yang modern ini merupakan cerminan komitmen Ankasa Pura II untuk menghadirkan bandara berkelas dunia,” tambahnya

Dharmadi mengaku merasa terhormat menjadi maskapai pertama yang menerbangi rute internasional dari terminal 3. “tidak hanya akan meningkatkan performa dari segi operasional saja, namun yang terpenting adalah terminal memberi pengalaman terbang yang berbeda bagi penumpang kami,” ujarnya.

Pengintegrasian operasional AirAsia di Terminal 3 juga memungkinkan penumpang untuk transit dari penerbangan domestik ke internasional, dan sebaliknya, dengan nyaman. Fasilitas Fly Thru membuat Jakarta terhubung dengan destinasi menarik seperti Melbourne, Gold Coast, Chengdu, Hangzhou (Shanghai), Bombay, Christchurch, New Delhi, Seoul, Tokyo, Osaka, Taipei, Paris, dan London. “Dalam jangka panjang, kami berharap dapat mentransformasi Jakarta menjadi salah satu hub penting dalam lalu lintas penerbangan internasional,” kata Dharmadi.

Di Indonesia, maskapai Batavia Air, Garuda Indonesia, dan AirAsia Indonesia telah mengoperasikan Airbus. Sebelumnya, Mandala juga mengoperasikan Airbus, tapi kini maskapai itu sedang menghadapi restrukturisasi utang sehingga tidak terbang. Ramalan untuk Asia-Pasifik didasarkan pertumbuhan penumpang dan kargo, yang lebih tinggi dari rata-rata dunia. Airbus juga memperkirakan penumpang maskapai Asia-Pasifik meningkat 5,8 % per tahun, dan jumlah kargo akan meningkat 7,0 % per tahun.

Angka kenaikan rata-rata global di pasar penumpang adalah 4,8 % dan kargo 5,9 %. Paralel dengan itu, maskapai diperkirakan mengganti 78 % dari 3.680 pesawat yang sedang beroperasi, sehingga akan mengoperasikan armada termuda dan ramah lingkungan. **bari

BERITA TERKAIT

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

Pemkot Palembang Targetkan Adipura Kencana

Pemkot Palembang Targetkan Adipura Kencana NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan menargetkan meraih penghargaan tertinggi di bidang…

Pemkot Depok Targetkan Cetak 275 Wirausaha Baru

Pemkot Depok Targetkan Cetak 275 Wirausaha Baru NERACA Depok - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Jawa Barat,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP, sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama…

Menkeu : Tekanan Global 2019 Tak Seberat 2018

      NERACA   Jakarta - Kebijakan Dana Moneter Internasional yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini…

BMKG – BPPT Kembangkan Sistem Deteksi Dini Tsuname Bawah Laut

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan BMKG bersama Badan Pengkajian…