Tren Penguatan IHSG Berlanjut Diawal Pekan

Senin, 18/07/2016

NERACA

Jakarta – Sehari setelah sempat terkoreksi, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat akhir pekan kembali bergairah dengan tren penguatan yang terjadi sejak awal perdagangan hingga penutupan. Melihat besarnya keyakinan investor terhadap sentiment tax amnesty dan potensi dana repatriasi yang masuk, maka penguatan IHSG masih berlanjut pada perdagangan saham Senin awal pekan.

Akhir pekan kemarin, IHSG ditutup naik 26,63 poin atau 0,52% menjadi 5.110,17, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 5,26 poin (0,60%) menjadi 877,48.”Pelaku pasar asing yang masih melakukan aksi beli mampu menopang IHSG BEI kembali bergerak di area positif," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa masih masuknya dana asing itu meredam koreksi saham-saham di dalam negeri sehingga IHSG bergerak menguat kembali. Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp1,205 triliun. Di sisi lain, lanjut dia, sentimen kebijakan amnesti pajak juga masih dijadikan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian saham. Jika pada perdagangan selanjutnya terjadi koreksi, dapat dijadikan titik "pullback" pelaku pasar untuk menentukan "entry point".

Sementara itu, Direkur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan bahwa potensi dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak membuka peluang peningkatan valuasi harga saham di dalam negeri. Tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 306.890 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,52 miliar lembar saham senilai Rp7,63 triliun.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng ditutup menguat 98,19 poin (0,46%) ke level 21.659,25, indeks Nikkei naik 111,96 poin (0,68%) ke level 16.497,85, dan Straits Times menguat 9,36 poin (0,32%) ke posisi 2.916,28. Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup bertambah 26,284 poin (0,52%) ke 5.109,823. Sementara indeks LQ45 ditutup menguat 4,393 poin (0,50%) ke 876.613. Sembilan sektor menguat, hanya sektor industri dasar yang melemah sebesar 0,15%. Sektor infrastruktur mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 1,37% disusul sektor agrikultur sebesar 1,25%.

Sebanyak 166 saham naik, 86 saham turun, dan 96 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 171.590 kali dengan total volume perdagangan sebesar 4,040 miliar saham senilai Rp 3,284 triliun. Dana asing masuk tercatat Rp 328,756 miliar.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya MYOR naik 600 poin (1,57%) ke Rp 38.800, LPPF naik 600 poin (2,88%) ke Rp 21.425, ITMG naik 475 poin (4,63%) ke Rp 10.725, dan AALI naik 375 poin (2,60%) ke Rp 14.775. Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya GGRM turun 675 poin (0,94%) ke Rp 71.450, INTP turun 150 poin (0,89%) ke Rp 16.750, UNTR turun 150 poin (0,96%) ke Rp 15.450, dan UNIC turun 135 poin (9,31%) ke Rp 1.315.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 6,71 poin atau 0,13% menjadi 5.090,24. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,87 poin (0,36%) menjadi 874,09.”Pasar saham Asia pada akhir pekan yang membaik memberikan dukungan bagi IHSG untuk kembali bergerak ke area positif," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere. (bani)