Proyek Tol Senilai Rp 17 Triliun Ditawarkan

Proyek Tol Senilai Rp 17 Triliun Ditawarkan

Jakarta----- Sekitar 4 proyek infrastruktur, berupa jalan tol akan ditawatkan kepada swasta. Adapun 4 proyek jalan tol itu diperkirakan senilai US$ 2,004 miliar atau Rp 17,03 triliun. Proyek ini rencananya akan diumumkan dalam forum Indonesia Infrastructure Toll Roads 2011. “Ada sekitar 4 jalan tol yang akan ditawarkan oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU kepada swasta,” kata Ketua Asosiasi Jalan Tol Indondesia (ATI) Fatchur Rochman kepada wartawan di Jakarta,17/11.

Proyek jalan tol tersebut antara lain, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi di Sumatera Utara dengan perkiraan nilai proyek US$ 670,4 juta. Kemudian Medan-Binjai dengan perkiraan nilai proyek US$ 25 juta. Lalu Cileunyi-Sumedang-Dawuan di Jawa Barat dengan perkiraan nilai proyek US$ 1,015 miliar dan Pandaan-Malang di Jawa Timur dengan perkiraan nilai proyek US$ 293,2 juta.

Lebih jauh kata Fatchur, ATI bersama Kadin dan Kemetrian PU menggelar forum Indonesia Infrastructure Toll Roads 2011 akan diadakan di JCC, Senayan, Jakarta pada 23-24 November 2011. Dalam forum ini semua pemangku kepentingan proyek tol akan datang dan membahas berbagai persoalan tol di Indonesia. "Ini bertujuan untuk mengembangkan sarana transportasi di Indonesia khususnya jalan tol," tandanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Ahmad Ghani Ghazal mengatakan masih ada 6 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pemegang konsesi tol yang belum menandatangani amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Para BUJT ini harus menyelesaikan amandemen PPJT hingga paling lambat akhir tahun 2011. "Sekarang tinggal 6 (BUJT), karena Cikampek-Palimanan dengan LMS sudah tandatangan (amandemen)," terangnya

Para BUJT itu umumnya belum menandatangani amandemen karena masih ada kendala terkait masalah internal, pembebasan lahan, pembiayaan perbankan dan lain-lain. Ghani menargetkan semua amandemen itu bisa ditandatangani sampai akhir tahun ini. "Desember (2011) harus sudah selesai," katanya.

Beberapa BUJT itu antaralain pemegang konsesi jalan tol Ciawi-Sukabumi, tol Pasuruan-Probolinggo, tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu/Becakayu, tol Batang-Semarang, tol Semarang-Solo dan tol Waru Wonokromo-Tanjung Perak. Dengan demikian dari total 24 ruas tol yang mandeg pengerjaanya, sudah ada 18 BUJT yang menandatangani PPJT.

BUJT yang terakhir menandatangani amandemen adalah PT Lintas Marga Sedaya (LMS), pemegang konsesi jalan tol Cikampek-Palimanan. LMS merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhad (55%), dan PT Baskhara Utama Sedaya (45%).

LMS telah mendapatkan pinjaman Rp 8 triliun dari konsorsium perbankan. Dana ini untuk melengkapi 70% investasi di jalan Cikampek-Palimanan. Total investasi jalan tol Cikampek-Palimanan Rp 12,562 triliun.

Sekitar Rp 550 miliar akan habis untuk biaya pembebasan lahan, sisanya Rp 7,67 triliun merupakan biaya konstruksi yang rencananya akan terlaksana di Februari 2012 dan tuntas di Juli 2014. Artinya tol sepanjang 116,75 km ini harus selesai pembangunannya dalam 30 bulan dan dapat beroperasi Agustus 2014.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Menteri PU Djoko Kirmanto dan Menteri BUMN meresmikan Tol Semarang-Solo Seksi I (Semarang-Ungaran) sepanjang 14,1 Km. Namun jalan tol itu hanya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi. Bahkan pembangunan tol Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen) juga sudah dicanangkan. Jalan ini lebih pendek dibanding Seksi I, yakni hanya sekitar 13 Km. **cahyo

BERITA TERKAIT

BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,1 Triliun ke PLN

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk Program 35.000…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

Pemerintah Siapkan Rekayasa Urai Kepadatan Tol Cikampek

    NERACA   Bekasi - Pemerintah menyiapkan manajemen rekayasa untuk mengurai kepadatan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu seperti dikatakan Direktur…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…