Tumbuh Bersama Konsumen - Fetra Syahbana Country Manager Systems & Technology Group PT IBM Indonesia

NERACA. Menyukai dan memahami pekerjaan yang digeluti menjadi kunci keberhasilan dirinya, sebuah kepercayaan untuk memimpin Divisi Sistem & Technology Group pun disandangnya sejak September 2006 lalu. Dia adalah Fetra Syahbana, Country Manager Systems & Technology Group PT IBM Indonesia.

Fetra memang dibesarkan di PT IBM Indonesia, kariernya dimulai tahun 1995 sebagai RS/6000 (IBM Sistem p) Sales Specialist untuk systems and technology group. Selama 14 tahun masa kerjanya di IBM, ia matang ditempa pengalaman dan keahlian. Pelbagai jabatan pernah dipercayakan padanya, termasuk sebagai manajer produk, penjualan dan pemasaran IBM Indonesia.

Semangat kerja, kreatif dan inovasi yang ditunjukkan penulis buku berjudul, “Seri Panduan Belajar UNIX (UNIX Study Guidance) tahun 1993, telah mengantar dirinya meraih penghargaan Golden Cicle Winner sebanyak dua kali berturut-turut. Ditingkat sales, ia salah satu pencapai IBM Hundred Percent Club sebanyak tujuh kali berturut-turut karena melampaui kuota penjualannya. Luar biasa.

Sebelumnya Fetra memimpin sebuah tim yang melayani pelanggan global dan UKM di Indonesia. Ia berhasil menempatkan IBM sebagai key solutions provider diantara para pelanggan IBM dan berhasil mendemostrasikan keahlian dan pengalaman IBM pada bisnis UKM.

Sejumlah pelanggan dari kalangan industri pun terpukau, karena IBM mampu mengaplikasikan kemudahan dengan pelbagai layanan dalam aktifitas bisnis mereka, baik dalam layanan sektor keuangan, manufaktur, distributor, hingga jaringan bisnis bervolume besar.

Perjalanan karier Fetra memang seperti air yang mengalir. Ia pernah menjabat sebagai country manager, IBM eServer pSeries (IBM System p) PT IBM Indonesia. Diposisi tersebut ia bertanggungjawab untuk mendorong strategi pasar UNIX dan penjualannya di Indonesia. Namun lulusan ITB dan leadership class di The Boston University School of Management, tahun 1995 ini, tetap bersikap low profile.

Sukses? Saya tidak pernah merasa telah sukses, ujarnya, “Kita tidak boleh merasa puas,” tambahnya mempertegas. Menurutnya rasa puas akan berdampak stagnan dan tidak akan berkembang, “Kita harus banyak belajar dan belajar. Dengan belajar, kelak kita akan menemukan pelbagai hal baru, dan semakin kita menyelaminya, maka tantangan akan semakin tinggi. Dan hidup akan dijalani dengan sangat dinamis tidak monoton,” ujarnya bersikap.

Ia berkisah, dulu ia sempat bercita-cita untuk menjadi seorang dosen dan tidak pernah terlintas mengeluti IT sebagai jejak kariernya. Keinginan Fetra tak lepas dari kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai guru, “Saat itu saya ingin melanjutkan harapan orangtuanya dalam mencerdaskan bangsa,” ujarnya, harapan itu pernah ia wujudkan dengan menjadi asisten dosen saat kuliah di ITB. Namun ketertarikan dirinya dibidang IT kian menenggelamkan hasratnya untuk menjadi guru.

“Rasanya pekerjaan ini (IT) lebih cocok buat saya,” kenang Fetra, terlebih setelah dirinya bergabung dengan IBM Indonesia, Ia menilai IBM tak hanya memikirkan bagaimana cara berbisnis, tapi disisi lain juga memikirkan orang. “Inilah karakter kita, IBM about people, kita tidak hanya memikirkan perusahaan saja, tapi kita juga pikirkan untuk orang lain,” ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti halnya produk yang diluncurkan IBM, mainframe IBM zEnterprise 114, yang memungkinkan perusahaan menghemat biaya operasi sekitar 25% dengan performa 25% lebih besar.

Menurutnya seiring pertumbuhan perusahaan, permintaan data center semakin lama semakin besar. Dalam kurun 2000 hingga 2010, jelas Fetra, pertumbuhan penggunaan server naik 6 kali lipat, storage bahkan naik 69 kali lipat dan virtual machines naik 51% dari 2004 hingga 2010. Termasuk peningkatan perangkat terkoneksi dengan internet hingga 42% per tahun.

“Keadaan ini menciptakan kebutuhan besar dikalangan para pebisnis dalam proses penyimpanan data yang mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, mengoptimalkan keputusan secara real time dan mengurangi risiko,” tegas Fetra.

Dan server zEnterprise 114 menjadi pilihan menarik bagi pemain diranah perbankan, ritel, telekomunikasi, pemerintahan dan perusahaan berskala besar yang membutuhkan penyimpanan data maksimal, “Inilah karakter kita, IBM about people, kita tidak hanya memikirkan perusahaan saja, tapi kita juga pikirkan untuk orang lain,” ungkapnya kembali mengulangi.

BERITA TERKAIT

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh  NERACA Palembang - Industri jasa keuangan di Sumatera Selatan (Sumsel) tetap tumbuh sepanjang…

Percepatan Infrastruktur dan Transformasi Ekonomi Indonesia

Oleh: Eddy Cahyono Sugiarto, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden Visi besar para Founding Father Indonesia terefleksi dalam Pembukaan UUD 1945 alenia…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…