Deteksi Dini Melawan Osteoporosis

Neraca. Besarnya potensi masyarakat Indonesia terkena penyakit osteoporosis terbuka lebar. Karena penyakit yang diakibat kekurangan kalsium sangat rentan terjadi di Indonesia dengan alasan, tingkat konsumsi susu masyarakat di Indonesia sangat rendah. Berdasarkan data dari Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) disebutkan di 14 negara Asia diketahui bahwa asupan kalsium orang asia masih rendah. Hal itu membuat orang Asia yang berpostur kecil (massa tulang juga kecil) lebih berisiko terkena osteoporosis. Dari 1.300 mg kalsium yang dibutuhkan per hari, rata-rata orang Asia hanya memenuhi 450 mg. Padahal mengkonsumsi susu sangat penting untuk asupan kalsium agar dapat mencegah osteoporosis. Dampak terasa dari rendah masyarakat Indonesia mengkonsumsi susu terlihat jelas dari daya tahan terhadap penyakit lembek dan mudah di serang penyakit, sehingga kini banyak ditemukan balita gizi buruk.

Selama ini masyarakat lebih mengenal penyakit osteoporosis, hanya di derita oleh orang tua dengan alasan faktor umur. Namun penyakit oestoporosis juga menimpa anak muda seiring dengan pola makan yang sudah tidak sehat lagi. Terlebih nikmatnya jajanan modern saat ini, seperti junk food dengan kandungan garam yang tinggi, apalagi ditambah dengan meminum soda atau kopi secara berlebih, ternyata dapat berisiko mengurangi kepadatan tulang dalam tubuh.

Musuh Bersama

Alhasil bila kepadatan tulang dalam berkurang akan memberikan dampak pada tingkat produksitifas berkurang dan padahal pada usia muda sangat dituntut untuk mengembangkan kreatifitas dan karya. Tapi bila saat muda saja sudah terserang osteoporosis, akibatnya akan memberikan kesulitan pada orang lain karena tingkat kemandirian juga berkurang dan sebaliknya bergantung pada orang lain. Bangsa ini masih membutuhkan pemuda-pemudi yang produktif guna menuju Indonesia yang lebih baik, tapi persoalannya bagaimana Indonesia bisa menuju masa depan yang lebih baik jika mayoritas penduduknya pada tingkat masa produktifitasnya tinggi malah mudah terserang osteoporosis.

Sekali lagi Osteoporosis sudah menjadi musuh bersama yang dapat mengancam tingkat produktifitas penduduk ini dan bahkan lebih dari itu, penyakit yang sudah ada sejak di zaman Yunani kuno ini telah menjadi isu global yang menghantui para lanjut usia (lansia). Ada sekitar 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia. Data Kementerian Kesehatan Indonesia menyebutkan pada 2005, sebanyak 18,4 juta lansia di Tanah Air atau sekitar L9;7% dari populasi terkena osteoporosis. "Satu di antara tiga wanita di atas 50 tahun di dunia rentan terkena osteoporosis. Bagi kaum pria, satu di antara lima orang," kata spesialis bedah tulang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Errol Hutagalung.

Jumlah penderita osteoporosis di Indonesia diprediksi terus bertambah sejalan dengan naiknya usia harapan hidup. Menurut Errol, wanita lebih rentan terkena penyakit ini karena dampak menopause. Karena itu, dia berharap masyarakat sadar bahaya penyakit ini dengan ikut memperhatikan kesehatan tulang dan menjalankan langkah-langkah pencegahan. Apalagi, osteoporosis belum menjadi prioritas pemerintah.

Perlu diakui, bahaya osteoporosis lebih senang menyerang kaum perempuan. Sebab, massa tulang perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki. Penyakit ini sebenarnya sudah mulai menyerang sejak penderita masih berusia muda. Namun umumnya gejala baru muncul setelah usia penderita berusia 50 tahun.

Oleh karena itu, untuk mencegah osteoporosis adalah dengan menabung kalsium dalam tulang sejak dini. Pasalnya, saat itu tulang sedang pada masa pertumbuhan dan perkembangan dan setelah itu masa tulang akan menurun secara alamiah. Anlene sebagai produsen susu nasional berkomitmen melakukan serangkaian kegiatan yang bersifat edukatif, mengingat perlunya menjaga kesehatan tulang sejak dini. Olah raga teratur seperti jalan kaki dan minum susu berkalsium tinggi, merupakan langkah pencegahan sederhana yang senantiasa disosialisasikan Anlene kepada masyarakat.

Anlene tak akan berhenti menggandeng berbagai pihak, utamanya perempuan muda usia produktif untuk terus bersemangat melakukan berbagai upaya menanamkan investasi tulang, sebagai aset kehidupan yang berharga. Anlene sudah mulai aktif sejak 1999 dan mengenalkan bahaya osteoporosis terhadap semua lapisan masyarakat. Konsumsi Anlene untuk tulang dan sendi sehat Anda, juga terhindar dari bahaya osteoporosis.

BERITA TERKAIT

Cara Mengetahui Kanker yang Tak Bisa Dideteksi Dini

Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh. Namun, sayangnya tak semua jenis kanker bisa dideteksi dini. Tercatat, hanya…

PUPR Lakukan Lelang Dini 3.926 Paket Senilai Rp32,6 Triliun

  NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan proses lelang dini sebanyak 3.926 paket senilai…

Hitachi Pamerkan Teknologi Deteksi di IIW

Ramaikan Indonesia Infrastructure Week 2018 (IIW), PT. Hitachi Asia Indonesia sebagai sponsor platinum ikut ambil bagian dengan memamerkan teknologi deteksi…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Indonesia Pimpin Aksi Penanggulangan Zoonosis Global

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit zoonosis secara global dengan menyelenggarakan Pertemuan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis,…

Bersama Hadapi Ancaman Keamanan Kesehatan

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah mendorong peningkatan munculnya new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemik dengan karakteristik…

Mengatasi Diabetes Akut dengan Diet Vegan

Tiga tahun lalu, Khaled Al-Suwaidi (35) mendapat kabar buruk yang mengubah gaya hidupnya secara drastis. Dia didiagnosis menderita penyakit kronis…