Rin Tin Tin: The Life and the Legend oleh Susan Orlean - Resensi Buku :

NERACA. Membaca buku karangan Susan Orlean, “Rin Tin Tin: Kehidupan dan Legenda,” bukan mustahil Anda akan jatuh cinta pada binatang anjing. kehadiran Lee Duncan, sebagai pendukung cerita yang memerankan seorang tentara Amerika memperkuat alur cerita, karena Rin Tin Tin yang asli konon berasal dari Perancis. Ia harus kehilangan rumah kerena pengeboman selama dua minggu pada akhir perang dunia pertama. Dan Susan Orlean, seorang staf penulis New Yorker, juga sebagai antropolog yang memahami kesusastraan, pernah pula menulis buku berjudul, “The Orchid Thief.'

Di awal penulisan kisah Rin Tin Tin, Orlean mulai menarik perhatian, dengan melibatkan seekor anjing dan menjelaskan Rinty sebagai bocak lelaki sang pemilik anjing. Di usia kanak-kanaknya, Rinty diselamatkan oleh seekor anjing yang berujung pada persahabatan diantara keduanya.

Rin Tin Tin sendiri dikisahkan berasal dari sebuah panti asuhan yang kemudian meninggalkan panti asuhan untuk mengembara ke California Selatan. Rin kemudian tinggal disebuah peternakan dan mulai mencintai beberapa binatang disana. Ayam, bebek, sapi, kuda, domba, dan tentunya seekor anjing.

Duncan sendiri dibesarkan di California Selatan, sama di sebuah peternakan dimana dia belajar untuk cinta hewan-hewan dan membiakkan anjing-anjing. Pada September 1918 ketika dia tersandung di medan perang dan ia ditinggal, Duncan menemukan sekelompok anak anjing yang menemaninya dihutan sambil bersembunyi.

Kisah Rin Tin Tin yang memukau di jamannya, menarik minat sejumlah pengusaha untuk membiayainya agar diangkat ke layar kaca. Orlean pun tertarik dan secara serentak mengembangkan film, televisi, dan mengiklankan industri-industri lainnya yang tentunya memberi keuntungan. Di antara tahun 1922 dan 1931, Rin Tin Tin pertama, diperankan dalam 19 film. Penerus-penerusnya, Rin Tin Tin Jr, dan Rin Tin Tin III, berperan dalam sejumlah 14 lebih film-film antara 1932 dan 1947.

Bahkan pada Rin Tin Tin IV, ditampilkan pula Lassie yang berpasangan dalam rangkaian serial TV yang ditayangkan sejak tahun 1954 hingga 1959. Rinty juga didominasi banyak produk iklan, terutama makanan seperti sereal sarapan, lunchboxes, dan boneka kecil yang marak diproduksi sekitar tahun 1950-an.

Orlean, sang penulis, memang mampu berselancar dengan sang waktu, dalam mendorong ketenaran karyanya hingga medio tahun 1900-an, bahkan hingga saat ini. Dan uniknya, kisah Rin Tin Tin asal Perancis lambat laun berubah menjadi sebuah kisah dari kebudayaan populer Amerika. Tertarik membacanya?

BERITA TERKAIT

Upaya Menyiapkan Generasi Melek Keuangan - FWD Life Olympic 2017 Digelar

NERACA Jakarta - Mempersiapkan generasi muda yang memliki pemahaman keuangan yang memadai merupakan hal penting untuk menciptakan sumber daya manusia…

XL Hadirkan Buku Audio Untuk Tuna Netra

Masih dalam rangka memperingati hari jadi ke-21, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mempertegas berkomitmen kuat untuk mendukung penyediaan sarana…

Pemulihan Aset Korupsi Oleh KPK Rp1,9 Triliun

Pemulihan Aset Korupsi Oleh KPK Rp1,9 Triliun  NERACA Jakarta - Sejak 2005 hingga Juni 2017, KPK sudah melakukan pemulihan aset…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…