Jalan Pantura Jatim Diselesaikan 2014 - Guna Dukung MP3EI

NERACA

Jakarta---Perhatian pemerintah terhadap infrastruktur makin meningkat. Apalagi yang terkait dengan koridor MP3EI, termasuk peningkatan masalah jalan dan jembatan Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur dari dua menjadi empat lajur akan tuntas pada 2014. "Pantura Jatim adalah salah satu penyokong koridor ekonomi dalam MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia)," kata Kepala Bidang Pelaksanaan II Balai V Kementerian Pekerjaan Umum Jawa Timur, Atyanto Busono, kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Lebih jauh kata Atyanto, ruas jalan Pantura Jatim yang akan ditingkatkan dari lebarnya dari tujuh meter (dua lajur) menjadi 11,5 meter (empat lajur) sepanjang 185 km. Mulai dari Pantura Surabaya-Tuban dan 295 km Pantura Surabaya-Banyuwangi. "Saat ini prioritasnya adalah ruas Pantura ke arah barat dari Surabaya, yakni Tuban-Bulu hingga Lamongan-Gresik," tambahnya

Atyanto optimis pembangunan infrastruktur ini akan turut memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Setidaknya distribusi barang akan lebih lancar. Apalagi dari ruas sepanjang 185 km, kini pengerjaannya baru sekitar 31,82 km. "Gresik-Surabaya sudah selesai empat jalur, sepanjang 31,82 km. Sisanya masih dua lajur, akan kami lebarkan tujuh meter lagi, jadi bisa empat lajur," terangnya

Menurut Atyanto, saat ini pemerintah juga hampir menyelesaikan pembangunan jalan dan jembatan Widang-Lamongan dengan dana Strategic Road Infrastructure Project (SRIP). "Pendanaan pembangunannya 70%, berasal dari pinjaman Bank Dunia, sementara 30% sisanya berasal dari APBN," katanya.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek tersebut sebesar Rp33 miliar. Project Officer Satker Metropolitan II Kementerian PU Heri Wahyu mengatakan, saat ini terdapat enam paket pembanguanan di Tuban yang sedang digarap. "Ruas Widang-Lamongan sudah hampir rampung, hanya tinggal pengaspalan di beberapa kilometer jalan," tuturnya

Dikatakan Atyanto, targetnya pada 25 November 2011 ini sudah selesai dan sudah bisa digunakan empat lajur. Sedangkan Heri mengatakan, jika sudah empat lajur maka, waktu tempuh yang dibutuhkan dari Surabaya menuju Tuban hanya sekitar dua jam dari sebelumnya tiga jam dengan kecepatan maksimum 30 km per jam. "Dengan empat lajur, maka penumpukan kendaraan terkurangi dan bisa melaju hingga 70 km per jam," katanya.

Data Kementerian PU menyebutkan, pada 2014, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan di Jawa Timur sepanjang 72,29 km mencapai Rp538.701,6 miliar. Sementara untuk tahun ini Rp140,8 miliar.

Panjang jalan nasional Jawa Timur dibagi menjadi empat, yakni Lintas Pantai Utara (469,296 km), Lintas Tengah (193,915 km), Lintas Selatan (620,067 km) dan jalur penghubung lintas (743,727 km). Total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.027,005 km. **cahyo

BERITA TERKAIT

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…

INSA Dukung Implementasi Kebijakan B20 untuk Kapal Laut

NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mendukung penuh pemerintah yang mewaijbkan semua…

Pemerintah Dukung IoT Untuk Kemajuan Industri - Laboratorium IoT XL Terlengkap

NERACA Jakarta - Pemerintah mendukung operator telekomunikasi membentuk Internet of Things (IoT) sebagai salah satu solusi untuk mendukung kemajuan sektor…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Founder KahmiPreneur Raih Sertifikasi Internasional

  NERACA Jakarta - Pemerintah saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan…

PII Dorong Insinyur Bersertifikat

    NERACA   Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur Indonesia untuk tersertifikasi. Ketua Umum PII Hermanto…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5253 Triliun

    NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III 2018 naik 4,2 persen (tahun…