BI Prediksi Inflasi Akhir Tahun Naik - Serapan Anggaran Menumpuk

NERACA

Jakarta---Bank Indonesia (BI) mengaku kesal dengan kebiasaan buruk pemerintah terkait menyerap anggaran pada akhir tahun. Masalahnya langkah ini justru akan membuat tekanan inflasi naik. "Itu (inflasi cenderung tinggi) karena pengeluaran menumpuk, nilai tukar rupiah juga akan bergejolak, sehingga kita (BI) harus menyerap uang yang lebih itu dari pasar," kata Gubernur BI, Darmin Nasution di Jakarta, Rabu (16/11)

Lebih jauh kata mantan Dirjen Pajak, angka inflasi pada Desember biasanya akan naik. Malah kenaikan ini bukan hanya terjadi karena ada perayaan Natal dan Tahun Baru saja, “Adanya ketidakseimbangan permintaan antara barang dan jasa yang menyebabkan daya beli masyarakat tergerus, sehingga meningkatkan tekanan inflasi,” tambahnya.

Darmin mengatakan tekanan inflasi terjadi. Karena adanya ketidakseimbangan permintaan antara barang dan jasa yang menyebabkan daya beli masyarakat tergerus, "Itu (inflasi cenderung tinggi) karena pengeluaran menumpuk, nilai tukar rupiah juga akan bergejolak, sehingga kita (BI) harus menyerap uang yang lebih itu dari pasar," katanya.

Karenanya, lanjut Darmin, secara moneter, Bank Sentral harus melakukan kebijakan moneter guna menyeimbangkan angka inflasi yang diperkirakan meninggi akhir tahun ini. "Inflasi itu secara point to point ekonomi begini, ketika barang dan jasa tidak klop nilainya di pasar. Gimana caranya biar klop? Itu kita tarik uang yang ada di pasar, salah satunya dengan cara SBI (Surat Berharga Indonesia)," ungkapnya

Namun, Darmin menegaskan Fasilitas Bank Indonesia (Fasbi) dan deposito berjangka (time deposito) akan menjadi alternatif agar inflasi tidak terlalu besar. "Tetapi kalau kita mengeluarkan SBI lagi itu mahal, karena kita harus keluarkan bunganya," pungkasnya.

Meskipun begitu, Bank Sentral masih enggan memaparkan dengan jelas skenario penyerapan kelebihan nilai uang di pasar akibat kecenderungan pemerintah lambat menyerap anggaran ini.

Sebelumnya, Kementrian Keuangan memprediksi inflasi pada bulan Oktober 2011 masih akan lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya atau bulan September. Bahkan inflasi ini lebih rendah karena melihat siklus tahunan dimana inflasi Oktober selalu lebih rendah daripada inflasi bulan September. "kalau ada yang bertanya inflasi bulanan seperti Oktober ini akan lebih rendah dari bulan September ini juga memperhatikan siklus tahunan, dimana inflasi Oktober akan lebih rendah dari inflasi September," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang PS Brodjonegoro.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam siklus tahunan, inflasi pada Nofember dan Desember justru akan sedikit naik karena adanya musim tanam dan juga banyaknya liburan sekolah, Natal dan akhir tahun.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi pada September berada pada 0,27% dengan demikian inflasi inti tahunan mencapai 4,61%. .

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Jamal mengungkapkan inflasi September lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya. Meski demikian, yang patut menjadi perhatian adalah inflasi inti bulanan yang lebih tinggi. "Inflasi inti bulanan berada pada 0,39%. Dibandingkan inflasi umum bulan ini, inflasi inti lebih tinggi," ungkap Jamal.

Dengan demikian, selama Januari hingga September ini, inflasi telah berada pada kisaran 2,97% dengan inflasi year on year sebesar 4,61 persen. Adapun tekanan inflasi, berasal dari beras sebesar 0,08%, cabai merah sebesar 0,08% dan emas perhiasan yang bulan lalu sempat tinggi, kini hanya memberikan tekanan sebesar 0,05%. **cahyo.

BERITA TERKAIT

Agresif Investasi di Sektor Energi - Tahun Ini, WIKA Targetkan Laba Rp 3,01 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring pertumbuhan target kontrak baru di tahun 2019, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menargetkan pertumbuhan…

NILAI TUKAR RUPIAH CENDERUNG STABIL - BI Prediksi Inflasi 2019 di Bawah 3,5%

Jakarta-Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan bahwa inflasi sepanjang tahun ini akan terkendali sesuai dengan proyeksi Anggaran Pendapatan dan…

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP, sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama…

Menkeu : Tekanan Global 2019 Tak Seberat 2018

      NERACA   Jakarta - Kebijakan Dana Moneter Internasional yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini…

BMKG – BPPT Kembangkan Sistem Deteksi Dini Tsuname Bawah Laut

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan BMKG bersama Badan Pengkajian…