Pemerintah Perbaikin Regulasi KUR

NERACA

Jakarta - Pemerintah akan memperbaiki beberapa regulasi terkait program Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar penyalurannya lebih terarah dan pemanfaatannya efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seusai memimpin rapat koordinasi pembahasan perubahan regulasi pedoman pelaksanaan KUR di Jakarta, Jumat (24/6), mengatakan perubahan regulasi dilakukan agar penggunaan kredit ini bisa tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan.

"Jangan sampai, kredit seperti ini, makin lama alokasi dananya makin besar tapi dampaknya tidak terlalu jelas. Ini harus membuat rakyat lebih sejahtera," katanya. Menurut Darmin, panduan dari Kementerian Lembaga teknis terkait prioritas sasaran nasabah KUR sangat diperlukan, diikuti dengan kejelasan antara institusi terkait dengan bank penyalur dan penerima KUR.

"Panduan ini tidak perlu harus rinci, yang penting ada petunjuk yang jelas kemana prioritas KUR. Jangan sampai ini hanya dianggap sebagai urusan Kementerian Keuangan dan Kantor Menko," tegasnya. Darmin juga memastikan pemerintah akan mulai fokus terhadap implementasi kinerja ekspor agar pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat berbasis ekspor (KURBE) bisa berjalan dengan lebih efektif.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga akan fokus pada resi gudang untuk mendukung penyederhanaan waktu rantai perdagangan. "Kemendag akan segera menyusun pedoman teknis perihal KUR untuk kemudian disampaikan ke Kantor Menko. Terkait resi gudang tersebut akan dikaji oleh Kemendag dalam waktu kurang lebih tiga bulan," ungkap Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

Sebelumnya, Darmin mengatakan hingga Juni 2016 penyaluran program kredit usaha rakyat sudah mencapai Rp46,1 triliun. Kredit sudah diberikan untuk sektor mikro sebesar Rp29,9 triliun dan ritel Rp16,1 triliun. Sementara untuk penempatan tenaga kerja Indonesia baru terealisasi Rp35,3 miliar. “Realisasinya sudah 38,4 persen dari dari targetnya Rp120 triliun. Angka ini sampai 6 Juni 2016,” kata Darmin.

Dia menjelaskan program KUR bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah. Peningkatan UMKM diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Darmin menjelaskan agar pemberian KUR berjalan efektif, kementerian akan melakukan relaksasi dalam bentuk perubahan tingkat suku bunga KUR dari 12 persen menjadi sembilan persen. Selain itu, dana KUR nanti bisa juga diperuntukkan bagi calon pekerja magang di luar negeri.

Relaksasi berupa perubahan pagu suku bunga KUR dari 12 persen menjadi sembilan persen. Selain itu, dana KUR juga bisa diberikan kepada calon pekerja magang di luar negeri. Kemenko juga memberikan perluasan pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya sebagai sektor yang biasa dibiayai KUR. “Ini bagian untuk mendorong kredit agar sedikit terdongkrak walaupun tidak cukup berarti dibandingkan total kredit secara keseluruhan,” katanya.

BERITA TERKAIT

Hingga November 2017, Realisasi KUR 85,6%

  NERACA   Jakarta - Pemerintah mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir November 2017 telah mencapai Rp91,3 triliun…

Kemenkeu Kejar Utang 22 Obligor BLBI - GLOBAL BOND JAGA ARUS KAS PEMERINTAH

Jakarta-Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu terus mengejar 22 obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang hingga kini belum…

Holding Migas jadi Tujuan Berikutnya Pemerintah

      NERACA   Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan pembentukan Holding BUMN Migas terwujud pada triwulan-I tahun…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

PRESIDEN BERTOLAK KE TURKI

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Polhukam Wiranto (ketiga kanan), Mensesneg Pratikno (kiri), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan),…

PETANI TERDAMPAK BENCANA

Petani membawa bibit padi untuk ditanam di areal sawah Desa Nunuk, Lelea, Indramayu, Jawa Barat, Senin (11/12). Kementerian Pertanian akan…

SINERGI MANDIRI INHEALTH - OMNI HOSPITALS CIKARANG

Direktur Mandiri Inhealth Eddy Alfian (tengah) bersama Direktur Utama Omni Hospitals Cikarang Dr. Ridwan T. Lembong, MM, MMRS, MBA (kiri)…