Bank Jatim Targetkan Rp 1 Triliun Dari IPO

NERACA

Jakarta – Meskipun molor dari target yang ditentukan untuk bisa melantai di bursa efek Indonesia, namun Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim tetap menyakini rencana Initial Public Offering (IPO) sebesar 25% sahamnya ke publik mampu meraih dana capai Rp 1 triliun.

Direkur Utama BPD Jatim Mulyanto mengatakan, pihaknya menyakini dana IPO yang ditargetkan bisa tercapai dari Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. "Kita akan melepas 25% saham mayoritas yang dimiliki Pemprov dan kabupaten nilainya Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Jumlah saham yangexistingsekitar Rp 2 triliun lebih," katanya di Jakarta, Kamis (17/2).

Dia menambahkan, rencananya saham BPD Jatim akan dicatatkan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Oktober 2011. Laporan keuangan perseroan untuk proses IPO ini akan selsai April 2011 nanti. "Dana hasil IPO akan digunakan ekspansi bisnis perusahaan. Di 2011 Bank Jatim menargetkan pertumbuhan kredit 25% atau setara Rp 16 triliun,"ungkap Mulyanto.

Kemudian untuk penjamin emisi (underwritter) untuk proses IPO ini akan segera ditunjuk melalui seleksi ataubeauty contestusai rapat umum pemegang saham (RUPS) yang segera dilakukan perseroan.

Sebagai catatan, Gubernur Jatim Soekarwo pernah bilang bila rencana Bank Jatim go public dipastikan sudah bisa dilakukan tahun ini dari target sebelum ditahun 2010. Namun mengingat keterbatasan waktu, rencana penawaran saham perdana dilangsungkan pada 2011."Saya ingin Bank Jatim bisa IPO tahun ini. Saya kira semuanya siap," ujar Gubernur Jatim Soekarwo.

Menurut Soekarwo, semestinya Bank Jatim bisa IPO pada tahun 2010 dengan memanfaatkan momentum pasar modal yang sedang kondusif dan kebanjiran dana asing. Namun, dia yakin, situasi pasar modal masih tetap positif hingga tahun 2011. Sehingga, proses IPO Bank Jatim tidak akan dihadapkan pada gejolak pasar yang tak menentu.

Saat ini baru PT Bank Jabar dan Banten Tbk (BJBR) yang baru go pulic. Rupanya, kesuksesan bank Jabar IPO akan segera di ikuti Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya. Langkah ini pun didukung Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Hadad yang menyampaikan, masuknya BPD ke pasar modal akan meningkatkan permodalan yang selama ini menjadi persoalan utama BPD.

Kata Muliaman D. Hadad, saat ini BPD yang baru melakukan IPO adalah BPD Jabar dan Banten, namun pihaknya yakin hal ini akan diikuti oleh BPD-BPD yang lainnya. "Saya kira ada satu atau dua BPD yang akan segera mengikuti dan yang berada di pulau Jawa,"ungkapnya.

Menurut Muliaman, dalam segi permodalan semuanya telah memenuhi persyaratan senilai Rp.100 miliar. Namun kedepan persaingan yang ketat akan menghantui perbankan sehingga nilai tersebut tidak cukup dan di perlukan suatu penambahan. "Jadi harus ada upaya ditingkatnya,"ungkapnya.

Dia menyebutkan, permasalahan di tubuh BPD bukan hanya dari sisi permodalan dan likuiditas tetapi juga dari sisi goverment. Seperti diketahui ada persoalan struktural yang dialami oleh BPD salah satunya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih perlu untuk ditingkatkan, selain itu juga dari sisi infrastruktur seperti peranan IT dan teknologi yang bisa membantu daya saing bagi BPD dan yang terakhir dari sisi pendalaman berbagai macam jenis produk-produk bank juga kurang sebab kalau tidak kreatif dan tidak inovatif maka akan kalah dalam bersaing. (bani)

Related posts