Tingkatkan Pembiayaan, Adira Finance Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan penjualan kendaraan roda dua dan mobil pada tahun 2011, menjadi peluang yang tidak akan disia-siakan PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) untuk meningkatkan pembiayaan. Maka dalam rangka tersebut, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3 triliun pada April 2011.

Direktur Treasury PT Bank Danamon Tbk, Pradiv Chandava mengatakan, penerbitan obligasi saat ini tengah dikaji dan bahkan perseroan telah menunjuk empat penjamin emisi untuk melaksanakan aksi korporasi. “Adira Finance akanissue bonds-nya sebesar Rp 2-3 triliun di April 2011. Untukunderwriter-nya yakni Mandiri Sekuritas, Standard Chartered, Indopremier Securities dan DBS vickers," kata Pradiv di Jakarta, Kamis (17/2).

Dia menjelaskan, tenor oblogasi yang diterbitkan akan berkisar antara 2-3 tahun. Dana dari hasil obligasi ini, nantinya selain untuk peninkatan pembiayaan roda dua, juga akan dipakai untuk ekspansi perseroan. "Adira finance memang butuh Rp 4 triliun, dana ini dicari lewatprofesional fund,loan,market bonddanmarket swapselain dari obligasi," ungkapnya.

Dalam tahun 2010, pertumbuhan industri motor dan mobil yang dibiayai Adira Finance naik 54% dan 86%. Sampai 2010, Adira Finance mencatat total piutang yang dikelola sebesar Rp 30,6 triliun yang sebagian berasal dari pembiayaan sepeda motor. Komponen ini mencakup 66,6% dari total pembiayaan Adira Finance di tahun 2010.

Sekedar catatan, tahun lalu, Danamon dan anak perusahaannya, Adira Finance menerbitkan obligasi senilai total Rp 4,8 triliun. Tujuan penerbitan obligasi ini adalah meragamkan profil pendanaan, mendukung pertumbuhan kredit, dan pembiayaan ke depan.

Kinerja Danamon 2010

Sementara PT Bank Danamon Tbk (BDMN) sebagai usahanya Adira Finance, berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,88 triliun atau naik 88% pada 2010 dari periode sebelumnya Rp1,53 triliun.

Total kredit Bank Danamon Tbk mencapai Rp82,65 triliun pada Desember 2010 atau tumbuh 31% dari Rp63,27 triliun pada periode sama sebelumnya. Kredit bagi nasabah di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 24% secara setahunan mencapai Rp26,56 triliun dan mencakup 32% dari total kredit Bank Danamon pada akhir Desember 2010. "Kondisi ekonomi makro Indonesia sepanjang 2010 kondusif bagi pertumbuhan kredit di semua lini usaha," ujar Direktur Utama Bank Danamon Henry Ho.

Sedangkan kredit korporasi dan komersial Bank Danamon mencatatkan peningkatan sebesar 21% menjadi Rp16,27 triliun dari Rp13,39 triliun pada 2009. Hal ini didukung dari bisnis trade finance yang tumbuh 74% menjadi Rp3,1 triliun dari Rp1,8 triliun pada tahun sebelumnya.

Pembiayaan alat berat melalui unit aset based finance juga tumbuh 49% dari Rp1,05 triliun pada akhir 2009 menjadi Rp1,57 triliun. Sektor kendaraan bermotor di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada 2010 di mana penjualan sepeda motor dan mobil naik masing-masing sebesar 26% dan 57%.

Bank Danamon juga mencatatkan return on average asset (ROAA) sebesar 2,8% pada 2010. Return on averaga equity (ROAE) mencapai 18,5%. Pada akhir Desember 2010, rasio kecukupan modal Bank Danamon berada di posisi 16%.

Targetkan Kredit 20% 2011

Kemudian ditahun ini, perseroan juga menargetkan pertumbuhan kredit capai 20%. Sepanjang 2010, kredit Danamon tumbuh hingga 31% atau mencapai Rp 82,6 triliun. "Danamon mempertimbangkan inflasi yang tinggi pada tahun ini dan diperkirakan inflasi tahun ini sebesar 7,2%. Ini menjadi perhatian kami tetapi kami juga optimis dengan kondisi pertumbuhan kredit tahun 2011 berkisar 15-20%,"kata Chief Financial Officer dan Direktur Danamon Vera Eve Lim.

Pertumbuhan kredit tersebut, lanjut Vera akan ditopang oleh semua lini manajemen dan anak usaha Danamon. Vera mengatakan, selain kredit, Danamon juga akan menargetkan pertumbuhan pendapatan non bunga diposisi 15-20%. "Selain itu kita akan menurunkan NIM yang berada diposisi 11,3% menjadi 10,5% dan penurunan NIM ini didorong pertumbuhan kredit yang baik di 2011," tuturnya.

Danamon berhasil membukukan laba bersih selama tahun 2010 sebesar Rp 2,883 triliun atau tumbuh 88% dari tahun 2009. Perolehan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan non bunga dan pertumbuhan kredit di semua segmen. "Selain pertumbuhan sebesar 5% pada pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 9,9 triliun dari Rp 9,4 triliun di akhir tahun sebelumnya, kinerja keuangan Danamon untuk tahun 2010 didukung oleh pendapatan non bunga, antara lain dari credit related fees termasuk transaction services, trade finance, asuransi serta keuntungan dari penjualan surat-surat berharga,” kata Vera.

Kredit korporasi dan komersial Danamon mencatatkan peningkatan sebesar 21% menjadi Rp 16,2 triliun dari Rp 13,3 triliun di 2009 yang didukung oleh bisnis trade finance yang tumbuh 74% menjadi Rp 3,1 triliun dari Rp 1,8 triliun pada 2009.

Kata Vera, pertumbuhan diseluruh lini usaha 2010 juga disertai kualitas aset yang terjaga. "Rasio Kredit Bermasalah (NPL) tercatat sebesar 3% di akhir Desember 2010 yang turun dari 4,5% di 2009," ungkapnya.

Related posts