Cikarang Listrindo Kuras Dana Rp 1,1 Triliun - Bangun PLTU di Babelan, Bekasi

NERACA

Jakarta - PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengaku saat ini tengah membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x 140 megawatt (MW) di Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Dalam membangun proyek tersebut, perseroan telah mengeluarkan investasi sebesar Rp1,1 triliun. Progres pembangunan PLTU ini pun masih berjalan, dan diharapkan pada kuartal IV-2016 pembangunannya sudah mencapai 70-80%.

Direktur Komersial PT Cikarang Listrindo, Matius Sugiaman mengatakan, pembangunan PLTU ditargetkan rampung lebih cepat dari yang ditargetkan.”Kita harapkan akhir tahun progresnyya sudah 70-80%. Pembangkit itu akan menggunakan batu bara dalam mengelola pembangkit listrik tersebut,"ujarnya di Jakarta, Selasa (14/6).

Adapun dalam proyek tersebut perseroan juga bekerja sama dengan perusahaan tambang batubara dalam memasok kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tersebut.”Kami telah menekan kontrak untuk jangka 5 tahun mendatang. Batubara yang digunakan berkalori rendah," ucap Matius.

Menurut perhitunganya kebutuhan batubara untuk PLTU Babelan mencapai 1.100 ribu ton sampai 1.200 ribu ton. Dirinya pun menuturkan, pihak ini perseroan belum terpikirkan menggunakan energi terbarukan. Debut perdana di pasar modal, saham POWR dibuka melejit 120 poin atau 5,53% ke level Rp 1.620 per saham, dimana harga terendah di level Rp 1.500 per saham, dan harga tertinggi di level Rp 1.645 per saham. Volume transaksi tercatat mencapai 125.000 lot, dengan frekuensi mencapai 126 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 25 miliar.

Perseroan resmi bergabung menjadi emiten 6 tahun ini, sehingga total emiten di BEI menjadi 526 perusahaan tercatat. Presiden Direktur Cikarang Listrindo Andrew K. Labbaika mengaku berbahagia atas terwujudnya rencana perseroan untuk memperoleh dana dari pasar modal.”Dengan IPO ini, perseroan siap menjadi mitra pemerintah dan PLN untuk mendukung kesuksesan program pemerintah terutama mega proyek 35MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo," ujarnya.

Seperti diketahui, Cikarang Listrindo melakukan IPO dengan melepas 1,6 miliar saham atau setara dengan 10% saham perseroan. Perseroan menetapkan penawaran saham Rp1.500 per lembar dan nilai nominal Rp2.000. Jumlah dana yang akan terhimpun dalam penawaran ini mencapai Rp2,4 triliun. Perseroan akan menggunakan 70% dana hasil IPO untuk menambah kapasitas pembangkit listrik baik yang sudah ada maupun baru dengan membangun fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas dan uap atau pembangkit listrik berbahan batu bara.

Sedangkan sisanya, 30% akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan guna mendukung operasi perseroan yang terkait beban umum dan admistrasi, beban penjualan, dan beban pendanaan. Untuk penjamin pelaksana emisi efek ini perseroan menunjuk PT Indopremier Securities dengan porsi 15% dan penjamin pelaksana emisi efek utama adalah PT Citigroup Securities Indonesia dengan porsi sebssar 28,3%; PT Deutsche Securities porsinya sebesar 37,7%; dan PT UBS Securities Indonesia untuk porsinya mencapai 28,8%. (bani)

Related posts