BI: e-Money Sebaiknya Satu Kartu Saja

Jakarta - Bank Indonesia (BI) berharap hanya ada satu kartu uang elektronik (e-money) yang digunakan untuk semua keperluan transaksi ritel, seperti bayar tol, bayar parkir dan bayar busway. "Pengembangan uang elektronik ini kurang menguntungkan bagi pengguna, merchant dan penerbit. Bagi masyarakat kendalanya adalah mereka harus miliki banyak kartu untuk transaksi ritel. Mestinya hanya satu saja," tegas Gubernur BI Darmin Nasution di Jakarta, Senin (14/11).

Lebih jauh Darmin mengatakan, kendala bagi merchant adalah dalam hal penanganan neraca (cash handling) dan kebocoran pendapatan bisa tinggi. "Sementara bagi penerbit terkendala biaya investasi yang tinggi karena harus kembangkan sistem dan infrastruktur masing-masing sehingga tidak efisien," tuturnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, jelas Darmin, perlu adanya koordinasi antar otoritas, seperti BI, Kementerian Perhubungan serta Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam hal standarisasi penggunaan e-money di sektor transportasi.

BI juga berharap, masyarakat pengguna e-money dapat menjaga sarana pendukungnya, seperti card reader. "Penggunaan uang elektornik memiliki tantangan tekait kemajuan tekologi yang justru mengubah perilaku masyarakat, sehingga diharapkan masyarakat secara tertib dan sadar memelihara sarana publik termasuk sarana e-money di masyarakat," tandasnya.

Terlebih lagi, per September 2011, Bank Indonesia mencatat jumlah uang elektronik yang telah tersebar mencapai 11,7 juta unit. "Uang elektronik berkembang di Indonesia sejak 2007 dengan perkembangan yang cukup signifikan. Pada tahun tersebut jumlah uang elektronik masih sebanyak 165.193, dengan rata-rata harian transaksi sebesar Rp19,15 juta dengan volume harian sebesar 2 ribu," jelasnya.

Sampai September 2011, dari jumlah uang elektronik 11,7 juta, rata-rata harian transaksi sebesar Rp2,5 miliar dengan volume mencapai 102 ribu.

Darmin mengngkapkan, saat ini layanan uang elektronik masih terkendala yaitu interoperabilitas antara operator atau penerbit. Untuk itu BI, Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan kerja sama dalam hal penyusunan kebijakan dan standar interkoneksi dan interoperabilitas uang elektronik di sektor transportasi.

Kesepakatan bersama ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan uang elektronik yang telah banyak digunakan di sektor transportasi oleh berbagai operatoratau penerbit yang berbeda-beda, namun belum terjadi saling interkoneksi serta belum memperhatikan kemampuan interkoperabilitasnya.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyampaikan, interkoneksi dan interoperabiltas penggunaan e-money dapat meningkatkan pelayanan dan keamanan masyarakat dalam penggunaannya. "Selain itu, perlu minimalisasi dampak negatif penggunaan e-money dengan ditetapkan dua lingkup minimalisasi meliputi sejauh mana koordinasi dan sinkronisasi dalam penentuan standar uang elektronik di transportasi yang sesuai dengan aturan yang ada. Jangan tabrak sana sini," jelasnya.

Yang kedua, lanjut Mangindaan, adalah sejauh mana perencanaan, penetapan dan harmonisasi kebijakan dari aturan standar uang elektronik.

Sementara Dirjen SD PPI Menkominfo M Budi Setiawan yang mewakili Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan, penggunaan uang elektronik di sektor transportasi jangan hanya dipandang dari sisi bisnis saja. "Tapi, yang penting juga adalah meningkatkan pelayanan ke masyarakat sehingga meningkatkan efektivitas masyarakat dan diharapkan meningkatkan perekonomian Indonesia," tandasnya.

2013, Terkoneksi

Oleh karena itu, pada pertengahan 2013, seluruh e-money akan terkoneksi sehingga transaki pembayaran hanya menggunakan satu kartu saja. "Tahun 2012, kita akan susun standar aturan penggunaan e-money. Dan di 2013 seluruh transaksi e-money akan terkoneksi sehingga hanya menggunakan satu kartu saja," ucap Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ardhayadi Mitroatmodjo di Jakarta, Senin (14/11).

Lebih jauh Ardhayadi menjelaskan, teknis infrastruktur, BI turut mendorong perlindungan nasabahnya. "Ini transaksi semakin besar, setelment gimana, ke depan kita buat regulasi ke sana," tukasnya.

Bank Indonesia berharap, koneksi penggunaan e-money akan meningkatkan efisiensi secara nasional. "Kita melihat efisien bagi pengguna. Ini hal yang penting jadi kita arahkan ke sana. Sehingga dengan e-money itu bisa digunakan di mana saja, seperti di luar negeri," ucapnya.

Sekjen Kemenhub Ichsan Tatang menuturkan, satu kartu e-money dapat disinergikan untuk kepentingan banyak pihak. "Ini yang secara bertahap akan kita sosialisasikan. Tahun 2012 uji coba lebih meluas, di 2013 itu nanti payung hukum juga 1 kartu bisa all in one," terangnya.

Sementara Dirjen sumber daya Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Budi Setyawan mengatakan, penggunaan e-money akan terus meningkat. "Seperti telepon itu sekarang lebihh ke mobile. Uang juga begitu, e-money akan naik penggunaannya. Ini sudah kita rasakan di seluler, operator kita kaya beli RBT itu kan pake pulsa, sama itu juga," paparnya.

BERITA TERKAIT

Tips Seks yang Sebaiknya Tak Dicoba

Seks selalu jadi hal yang menyenangkan untuk dieksplorasi bersama pasangan. Semua menginginkan hubungan intim yang memuaskan dan tak terlupakan. Sebagian…

KARTU PEKERJA JAKARTA

Direktur Bisnis Bank DKI, Babay Parid Wazdi (kanan) bersama perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menunjukkan Kartu Pekerja Jakarta usai pendistribusian…

Acara TV Berbau Mistis Sebaiknya Ditiadakan

Saya berharap acara - acara mistis di Televisi indonesia ditiadakan. Mengingat acara tersebut tidak sesuai dengan nilai nilai agama yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…