“Franchise is dealing with people” - Widia Dharmadi, CEO Francorp Indonesia

Neraca. Perkembangan franchise Indonesia cukup maju. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan paradigma di masyarakat. Beberapa dekade lalu menjadi pegawai negeri sipil, maupun bekerja di sebuah bank merupakan impian banyak orang. Dampaknya, jumlah tenaga kerja yang ada semakin membludak tidak sebanding dengan tersedianya lapangan kerja. Pola pemikiran tersebut mulai berubah 5 – 10 tahun lalu, saat sistem franchise mulai diperkenalkan di Indonesia. Kaum muda Indonesia mulai tertarik dengan model usaha baru ini, yang dianggap mendobrak kemapanan.

Hanya saja, untuk memahami moda bisnis baru ini tidak sembarangan. Perlu bimbingan khusus untuk memahaminya. Pembimbing itu bisa dikenal sebagai Master License. Salah satunya adalah Widia Dharmadi, CEO Francorp Indonesia. Francorp merupakan perusahaan franchise konsultan, yang berkantor pusat di Amerika. “Saya untuk mendapatkan Master License itu memerlukan waktu selama 4 tahun. Di Asia sendiri, Francorp hanya ada di 4 negara yaitu Thailand, Pilipina, Malaysia dan Indonesia. Francorp adalah perusahaan konsultan franchise, yang spesialisasinya kepada franchise development. Pengembangan bisnis franchise. Francorp Amerika sendiri sudah punya pengalaman di sana selama 50 tahun. Bahkan system yang dibuat perusahaan ini, dipakai oleh perusahaan besar yang masuk kesini. Seperti McDonald, Pizza Hut maupun KFC, “ papar Widia.

Ketika kita bicara akan franchise, maka yang ada adalah dealing with people. Saat kita sudah bisa me-menej orang, maka dari sanalah akan didapatkan profit. Posisi tersebut jangan dibalik. Semuanya itu, ada prosesnya tersendiri. Tidak serta merta seseorang bisa mengaku dirinya seorang konsultan franchise. Ada ilmunya tersendiri yang harus diraih untuk mendapatkan gelar Master License tersebut.

Pengalaman memberikan konsultasi akan franchise bukanlah hal yang mudah. Hal ini diakui oleh Widia, me-menej orang itu lebih sulit jika dibandingkan kepada kerbau. Terlebih lagi pengalaman kerjanya sebagai IT manajemen di sebuah perusahaan retail, membuatnya punya pemikiran tersebut. “So, if you can manage people, you can manage your profit. Jangan dibuat terbalik. Uang memang penting, namun ada perbedaan antara penting dan perlu. Ketika kita bilang penting, belum tentu perlu. Namun, saat kita bilang perlu baru sudah pasti penting, “ ujarnya.

Dunia franchise di Indonesia, menurutnya masih banyak perlu pembenahan. Dalam arti perlu adanya tatanan. Memang pada tahap awal, suatu usaha tidak memerlukan konsultasi dari ahlinya. Namun, saat sudah berkembang masukan dari seorang yang faham sangat diperlukan agar usaha sedang maju ini tidak hancur atau gagal. Terlebih lagi jika pebisnis tersebut mempunyai pemikiran lebih maju dan punya pikiran tidak mau jadi ‘jago kandang’.

Oleh karena itu, Widia menekankan untuk menuju kesuksesan pebisnis harus bisa mendisiplinka diri. Selan itu, jika memang ingin berbisnis maka lakukan dengan benar. Hal terpenting lainnya adalah kreatifitas dan hati. Kita harus mengerti, bisnis itu bukan sekedar profit. Bisnis itu adalah bagaimana me-menej orang, dan orang yang dimaksud termasuk diri sendiri. Saat sudah bisa me-menej diri, maka kita akan tahu bagaimana menghargai waktu. Lalu saat tahu akan hal itu, bisa bekerja lebih baik. Jika itu semua sudah kita lakukan, maka penilain akan datang dari orang lain. Dia akan datang dan melihat produk kita, dari sanalah profit akan masuk ke kita.

BERITA TERKAIT

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

Indonesia Dorong Penyelesaian Kerangka Kerja Sama RCEP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendorong penyelesaian tiga bab kerangka kerja sama dalam perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic…

Wakil Ketua MPR RI - Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI

Ahmad Basarah Wakil Ketua MPR RI Bangsa Indonesia Agar Komit Jaga Pancasila-NKRI Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…