Mereka Layak Mendapat Yang Terbaik - Sihol Aritonang Ketua Pengurus Tanoto Foundation

NERACA. Beranjak dari keinginan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelbagai kegiatan sosial, perjalanan karier pria kelahiran Medan 1967 ini, dilaluinya dengan penuh keikhlasan. “Kuncinya adalah passion (gairah) untuk andil mengentaskan persoalan sosial dimasyarakat,” tutur Ketua Pengurus Yayasan Tanoto Foundation, Sihol Aritonang.

Ditemui Neraca, Sihol akrab disapa, menuturkan kiprah Tanoto Foundation sebuah lembaga dibidang sosial kemasyarakatan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan isterinya Tinah Bingei Tanoto, yang memiliki passion dalam mengurangi angka kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan sehingga mampu meraih peluang dalam meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

Sihol menerangkan bahwa keinginan Sukanto Tanoto sang pendiri Yayasan Tanoto Foundation adalah memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, karena Sukanto menilai semua orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi yang tertinggi. “Prinsip ini yang mendorong Bapak Sukanto Tanoto turut berupaya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan, sehingga masyarakat memiliki bekal dalam meraih peluang untuk kehidupan yang lebih baik,” jelas Sihol.

“Membuat perbedaan dalam kehidupan seseorang mungkin adalah hal yang paling memuaskan yang dapat dilakukan oleh seseorang. Tapi hal itu tidak hanya sekadar kami memberi dan mereka menerimanya. Tugas yang dilaksanakan oleh Yayasan dituntun oleh nilai-nilai yang sama yang telah memandu kami sebagai sebuah keluarga. Kami ingin mewariskan kepada anak-anak kami, dan generasi mendatang keluarga Tanoto, hadiah yang sangat khusus ini; keistimewaan untuk mengulurkan tangan dan membantu mengubah kehidupan orang lain.” Demikian ungkap Sukanto Tanoto dalam pesannya kepada pengurus Tanoto Foundation.

Kegiatan sosial pengusaha bubur kertas dan perkebunan kelapa sawit ini, sebenarnya sudah ditoreh sejak tahun 1981, ketika Sukanto dan Tinah Tanoto mulai membangun Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar untuk anak-anak karyawan di Langkat, Sumatra Utara. Karena sambutan luar biasa yang tidak hanya datang dari karyawan perusahaan, sekolah ini dibuka untuk umum dan Sekolah Menengah Pertama kemudian dibangun, lalu pembangunan lainnya ditahun-tahun berikutnya.

Dan dibawah kepemimpinan Sihol, Tanoto Foundation diharapkan akan dapat banyak memberi kontribusi yang berharga dalam memutus lingkaran kemiskinan, serta memberikan manfaat yang berarti bagi orang-orang yang membutuhkan.

Sihol berkata, “Mengembangkan masyarakat, tidaklah cukup hanya dengan program edukasi, karena itu diperlukan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan kualitas hidup masyarakat.”

Ada tiga tema program Tanoto Foundation, ujar Sihol menerangkan yaitu; pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup, “Ketiga program tersebut, berjalan terintegrasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mencontohkan, Program Pelita Pendidikan yang digelar Tanoto Foundation. Sebuah program pengembangan dengan menekankan pada pemberdayaan masyarakat dibidang pendidikan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, baik bagi para pengajar, memperkuat lembaga pendidikan, inovasi model mahasiswa untuk sekolah multi-kelas didaerah pedesaan, dan peningkatan lingkungan fisik dan intelektual sekolah-sekolah di Indonesia.

Program ini merupakan kelanjutan dari Program Pelatihan Guru yang dimulai Yayasan dan mitra perusahaannya di tahun 2006. Hingga saat ini Tanoto Foundation telah melatih lebih dari sekitar 1300 guru. Sampai tahun 2014, Tanoto Foundation bahkan menargetkan untuk membantu lebih 200 sekolah, “Kami fokus pada tiga daerah di Indonesia, yaitu; Jambi, Riau, dan Sumatera Utara,” ungkap Sihol.

Sebelum bergabung dalam kepengurusan Tanoto Foundation, cerita Sihol, ia bekerja pada sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) CARE International sejak tahun 2002 hingga 2009, “Saat itu kegiatan sosial yang dilakukan keluarga Tanoto masih dikelola oleh eksekutif senior dari group bisnis Tanoto,” terang Sihol.

Seiring perjalanan sang waktu, Sukanto Tanoto menilai kegiatan sosial yang dilakukannya harus dikelola secara profesional dengan kualitas yang memuaskan, maka dibentuklah Tanoto Foundation pada tahun 2001, yang saat ini digawangi oleh Sihol Aritonang selaku Ketua Pengurus.

“Saat saya bergabung tahun 2009 dengan Tanoto Foundation, sudah ada sekitar 11 orang yang full time mengurusi kegiatan sosial,” kenang Sihol. “Sejak itu kita mulai mengembangkan kegiatan sosial dan mengelolanya dengan profesional,” ungkap Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1990 ini menjelaskan.

Saat bergabung, kata Sihol, saya nilai kita perlu melakukan tiga langkah penting; Pertama, memperbaiki program yang sudah dan akan berjalan sehingga lebih memberi manfaat jangka panjang. Kedua; seiring dengan berjalannya program, kita juga fokus pada perbaikan sumberdaya manusia (SDM). Caranya? dengan melakukan ekspansi hingga tingkat pedesaan, “Ini kita buktikan dengan program Pelita Pendidikan yang telah berjalan dibeberapa pedesaan di Indonesia,” jelas penyandang gelar S2 dari University of Hawaii ini. Ketiga: membangun kapasitas di bidang monitoring dan evaluasi untuk menjamin mutu pelaksanaan program. “Yang ketiga ini penting, karena masyarakat target penerima bantuan layak mendapatkan yang terbaik”.

Dengan 37 orang karyawan, dan 16 orang diantaranya berada di lokasi program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation dilakukan, Sihol mengelola dana sosial sebesar US$ 4 juta ditahun 2011, “Saya berharap, dimasa mendatang akan lebih banyak lagi dana yang dapat kita berikan untuk mendukung program-program pendidikan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup di Indonesia,” ujar ayah satu anak bernama Jonathan Rio, hasil pernikahannya dengan Lydia Sembiring ini berharap.

Kontribusi Tanoto Foundation dalam mengurangi kemiskinan, ditempuh dengan empat langkah; Mengembangkan dan menerapkan program-program inovatif, membangun kapasitas dan memberdayakan penerima bantuan, bekerja dengan partner dan mendukung program-program yang dilaksanakan oleh partner, dan mendokumentasikan dan membagikan praktek-praktek terbaik kepada publik.

Sihol menerangkan, bahwa Tanoto Foundation terus berupaya menjadi pusat unggulan dalam memberi fasilitas, meningkatkan akses pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi kemiskinan. “Kami juga menjalin kerjasama dengan banyak komunitas maupun partner dalam mengatasi akar permasalahan kemiskinan dinegara-negara, dimana keluarga Tanoto menjalankan usaha bisnisnya,” tutur Sihol seputar visi dan misi Tanoto Foundation yang ia nahkodai dengan terus berupaya mewujudkannya.

BERITA TERKAIT

Pemkab Kuningan Adakan Bursa Inovasi Desa, Ini Hasil yang Diharapkan

Pemkab Kuningan Adakan Bursa Inovasi Desa, Ini Hasil yang Diharapkan NERACA Kuningan – Kedepan kepala desa harus inovatif dalam pemberdayaan,…

UI Dukung Depok Kota Layak Anak

UI Dukung Depok Kota Layak Anak NERACA Jakarta - Universitas Indonesia (UI) melalui program hibah pengabdian masyarakat mendukung Kota Depok…

Pesawat Jenis Max 8 Layak Terbang

Kementerian Perhubungan menyatakan jenis pesawat Boeing 737 seri Max 8 yang ada di Indonesia memenuhi persyaratan layak terbang. "Selain milik…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…