Bank Saudara Siap Akuisisi BPR Syariah

Jakarta - PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk telah menyiapkan dana sekitar Rp5 miliar untuk mengakuisisi BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Hal ini disampaikan oleh Bussiness Director Bank Saudara, Denny N Mahmuradi pada acara due dilegence meeting & Public Expose di Energy Tower Building, SCBD, Jakarta, Rabu (9/11). "Kita memang sudah siapkan dana sekitar Rp5 miliar untuk mengakuisisi tiga Bank Perkreditan Rakyat Syariah," kata dia.

Denny melanjutkan bahwa saat ini masih dalam tahap pembahasan dan sudah ada beberapa investor yang berminat akan tetapi harganya masih belum cocok.

Menurut dia, perseroan tengah mengajukan perizinan kepada otoritas terkait untuk menyukseskan akuisisi tersebut. Adapun tiga BPRS yang tengah dibidik itu, berada di wilayah Jawa Barat dan satu lagi di wilayah Jawa Tengah. "Ke depan, perseroan masih akan menambah dua BPRS lagi yang akan diakuisisi," tuturnya. Pengakuisisian BPRS ini sebagai langkah perseroan untuk memulai bisnis di bidang syariah karena prosprek syariah ke depan dirasa masih sangat cerah.

Denny menambahkan, jika akuisisi itu pun tidak berhasil, maka alternatif lain membuat BPRS sendiri. "pengerjaannya paling cepat satu tahun," tegasnya.

Direktur Utama Bank Saudara, Yanto S Purbo mengatakan pada 2012 mendatang perseroan berharap memiliki aset sebesar Rp 7,5 triliun. Menurut dia, untuk menggenjot perolehan aset, perseroan siap meningkatkan pertumbuhan kredit rata-rata di atas 40 persen.

Sementara itu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SDRA semakin meningkat dari tahun ketahun. Ini terlihat dari kinerja dan komitmen yang baik dari Bank Saudara sebagai lembaga penyimpanan dana. Yanto mengungkapkan, penyaluran kredit dominan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, kredit SDRA dikucurkan kepada dana pensiun dengan beberapa produk antara lain kredit untuk pegawai (KUPEG), Kredit untuk Pensiunan (KUPEN), dan Kredit Pekerja (KUJA).

Bank Saudara mentargetkan penyaluran kredit mencapai Rp 3,68 triliun di tahun ini. Jumlah tersebut lebih tinggi 44% dibandingkan tahun sebelumnya yang sejumlah Rp 2,55 triliun. "Sampai akhir kuartal ketiga, penyaluran kredit kami sudah mencapai Rp 3 triliun lebih," kata Yanto M. Purbo.

Menurut Yanto, kredit untuk pensiunan lebih terjamin pembayarannya, karena mayoritas pembayaran pensiunan dijamin oleh negara. "Penyaluran kredit untuk pensiunan mengambil porsi sekitar 38% dari total kredit yang disalurkan sejak 2008 hingga sekarang," jelasnya.

Yanto melanjutkan, untuk menggenjot penyaluran kreditnya, SDRA menerbitkan obligasi pertamanya sebesar Rp 200 miliar. Seluruh hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk menambah dana kredit. Namun, Yanto masih enggan membeberkan target penyaluran kredit tahun depan. Sebagai catatan, hingga Juni 2011, SDRA sudah mengantongi Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 3,3 triliun, atau naik 24% dari akhir tahun lalu yang sejumlah Rp 2,5 triliun. (bari)

BERITA TERKAIT

Kemenpar Siap Kembangkan Ekowisata Hutan Gede Pangrango

Dalam siapkan ekowisata hutan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggelar bimbingan teknis (bimtek), salah satunya untuk pengelola Taman Nasional Gunung Gede…

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi - Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City NERACA Jakarta – Perjalanan bisnis…

KOTA SUKABUMI - Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat

KOTA SUKABUMI Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat NERACA Sukabumi - Pengurus Inti Ketua, sekretaris dan Bendahara (KSB) organisasi Kebangkitan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…