Layanan Telkomsel Tidak Terganggu - Demo Karyawan Telkomsel :

NERACA - Ribuan karyawan Telkomsel akhirnya memulai mogok kerja selama satu bulan terhitung mulai hari Kamis (10/11) kemarin. Hal ini setelah ada keputusan pengadilan yang memberikan kemenangan kepada serikat pekerja atas manajemen Telkomsel. Inti dari tuntutan aksi mogok ini seputar kesepakatan kompensasi kerja dengan pihak menajeman perusahaan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2008-2010.

Menurut pengacara serikat pekerja, Indra Yana, setidaknya tiga ribu dari empat ribu karyawan tetap Telkomsel di seluruh Indonesia akan memilih mogok untuk jangka waktu 30 hari. Akibatnya, bila ada gangguan terhadap layanan, perusahaan tidak akan dapat menurunkan tim untuk mengatasinya. Telkomsel juga tidak dapat melakukan pemeliharaan rutin selama periode pemogokan ini.

Pada bulan Juli yang lalu, pengadilan telah memberikan waktu tiga bulan kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini, namun ternyata diskusi yang dilakukan selanjutnya menemui jalan buntu. Tuntutan serikat pekerja termasuk diantaranya penyesuaian kompensasi kerja menurut tingkat inflasi, jaminan kesehatan pada masa pensiun, serta subsidi ponsel untuk karyawan perusahaan.

Indra Yana menyatakan bahwa Telkomsel belum mengambil keputusan untuk mengatasi masalah ini dan tidak tampak pula tanda-tanda bahwa perusahaan itu akan mematuhi perjanjian dengan serikat pekerja.

Presiden Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan bahwa upah yang diberikan kepada karyawan Telkomsel adalah yang tertinggi dalam industri, tetapi perusahaan akan berusaha untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan. Dia berharap bahwa pemogokan tidak akan mempengaruhi layanan komunikasi. Telkomsel merupakan operator jaringan mobile terbesar di Indonesia dengan lebih dari 100 juta pelanggan.

Mogoknya karyawan Telkomsel ini diyakini akan menjadi masalah bagi pengguna. Selain itu hal ini juga dikhawatirkan mempengaruhi kinerja jaringan 100 juta pelanggan Telkomsel. Beberapa sumver yang ada di internal Telkomsel mengakui hal ini patut dikhawatirkan. Menurutnya, pihak demonstran memang sudah berjanji tak akan mematikan sistem yang ada.

Menurut sumber yang dikonfirmasi oleh Harian Ekonomi Neraca yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa masalahnya, janji tersebut tidak mencakup soal troubleshooting apabila ada masalah di jaringan. Dari hal inilah yang memungkinkan bisa berdampak pada pelanggan apabila mogok jadi dilaksanakan dan berlarut-larut. Apabila terjadi gangguan dan tak ada yang memperbaiki, pelanggan lah yang terkena imbasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno pada kesempatan terpisah mengimbau karyawan agar tidak mengganggu kepentingan umum dalam menjalankan aksinya. ”Kami mengimbau agar para pemogok tidak mengganggu fasilitas layanan publik karena melanggar UU telekomunikasi,” ungkap Sarwoto.

Demonstrasi dan mogok massal ini terkait Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2008-2010. Indra Yana, Kuasa Hukum serikat pekerja Telkomsel, mengatakan ada tiga poin yang dituntut oleh Sepakat. Pertama, penyesuaian kesejahteraan agar disesuaikan berbasis inflansi di Indonesia. Tuntutan kedua, bantuan kesehatan saat pensiun. Sedangkan poin ketiga, bantuan ponsel terhadap karyawan Telkomsel. ”Sepanjang 2008-2010, kesepakatan ini sama sekali tidak dilaksanakan oleh manajemen Telkomsel,” terangnya.

Demo tersebut juga terjadi di kalangan karyawan yang ada di area Jawa – Bali. Seperti yang disampaikan Sri A Yusmeniwati, Manager Corporate Communication Area Jawa Bali, menurutnya, karyawan tetap yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat), memang ada rencana mogok kerja namun masih ada tarik ulur dengan pihak manajeman.

Walaupun ada demo yang terjadi tetapi System kami sudah berjalan dengan baik. Seandainya ada gangguan itu bukan karena aksi mogok kerja ini tapi lebih pada faktor cuaca. Ia menjelaskan, aksi mogok nasional karyawan Telkomsel itu masih ada kemungkinan batal. Pasalnya, pihak manajemen sendiri juga masih akan melakukan perundingan dengan serikat pekerja itu.

”Rencananya akan ada pertemuan ketika setelah pertemuan yang digelar pada 21 Oktober lalu. Bahkan pihak disnaker di beberpa wilayah juga bersedia memediasi pertemuan itu,” sambungnya.

Soal tuntutan, Sri menyebut adanya kesepakatan kerja dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 1 dan 2 antara karyawan dengan manajemen Telkomsel yang belum terpenuhi. Ia juga menepis adanya intimidasi kepada karyawan yang berniat melakukan mogok kerja itu. “Tidak ada intimidasi, sebab mogok kerja adalah hak karyawan. Itu tercantum dalam undang-undang ketenagakerjaan,” tukas Sri yang juga anggota Serikat Pekerja itu.

Aksi mogok kerja Karyawan Telkomsel ini akan berlangsung mulai 10 November 2011. Sedangkan keberangkatan karyawan dari regional Jawa Timur akan dilakukan secara bertahap ke Jakarta. Sebelumnya, Sepakat untuk regional Jawa Timur telah melayangkan surat pemberitahuan itu kepada Polda Jatim.

BERITA TERKAIT

LAYANAN INTERNET

Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe (ketiga dari kiri) menyerahkan miniatur pesawat Garuda Indonesia kepada Direktur Utama Mahata Aero…

Mesin "Self-Service" Boarding Tidak Berfungsi

Ketika akan melakukan boarding melalui mesin "self-service" di Bandara Sultan Hasanuddin, Makasssar, pada Minggu 11 November 2018, ternyata mesinnya tidak…

BOLT Terus Tingkatkan Kualitas Layanan

NERACA Jakarta - Penetrasi BOLT sebagai pionir layanan 4G LTE terus agresif dan juga ditunjang dengan komitmen perseroan dalam meningkatkan…

BERITA LAINNYA DI

Sisa Kanal 3G Jadi Rebutan - Pemerintah Undur Jadwal Lelang

    NERACA Persaingan operator seluler makin tak terbendung. Peningkatan kualitas layanan serta tranformasi teknologi komunikasi adalah sebagian dari pemicunya,…

Operator Seluler Tangkap Peluang Ramadan - Momentum untuk Bersilaturahmi

Ramadan memberikan berkah tersendiri bagi operator. Ini dipicu karakter masyarakat Indonesia yang memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk bersilaturahmi maupun mempererat hubungan…

Kuota Habis, Internet Tetap Jalan

NERACA AlwaysOn, memberi keleluasaan mengakses internet tanpa khawatir dibatasi kuota maupun masa aktif yang terlalu singkat. Akses internet telah menjadi…