Perusahaan TI Lokal Penyeimbang

Neraca. Berbagai produk IT telah gencar merebak keseluruh tanah air, tetapi kebanyakan merupakan perusahaan-perusahaan asing dari negara lain. Tentunya, dengan maraknya produk IT tersebut memberikan income yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan tersebut, sedang negara dalam hal ini pemerintah dan swasta tidak memberikan income yang berarti. Masyarakat selama ini memang telah dapat menikmati berbagai kemajuan dari dunia TI, walaupun tanpa mengetahui bagaimana cara membuat produk tersebut. Masyarakat hanya mengetahui brand dari suatu produk dan asala negaranya, sehingga brand dan asal negara suatu produk pernah menjadi landasan akan kualitas produk tertentu.

Akhirnya, masyarakat di arahkan menjadi sebuah konsumen melalui tahapan yang tanpa di sadari sebelumnya. Akan tetapi untuk menyeimbangkan agar masyarakat tidak semua menjadi konsumen, maka pemerintah mendukung kepada masyarakat dan swasta untuk melakukan usaha dalam kemajuan TI dari masyarakat lokal. Selain itu dampak yang dihasilkan selain keuntungan dan pajak yang diterima pemerintah, juga dengan sendirinya lapangan pekerjaan baru akan terbuka, sehingga masyarakat yang produktif dapat di tampung aspirasinya dengan baik.

Salah satu perusahaan software lokal dari negeri sendiri yaitu ANDAL software yang berkantor pusat di Jakarta. ANDAL software merupakan perusahaan penyedia dan menerima pesanan software dari para konsumennya, pada awal merintisnya, sekitar 1988. Bergerak dibidang pembuatan aplikasi-aplikasi untuk perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Produk yang dihasilkan dimulai dengan Presisi software versi 1.0 dan software paket untuk membuat sebuah data laporan keuangan. “Awalnya melayani pemesanan dan membuat produk sesuai dengan pesanan pelanggannya,” menurut Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software.

Andal merupakan perusahaan lokal yang bergaerak dibidang berbagai aplikasi untuk meningkatkan kemampuan sistem computer untuk kinerja suatu perusahaan-perusahaan. Walau terbilang usia yang masih muda, mereka tetap yakin akan kemampuan diri sendiri, bahwa mereka bakal dapat bersaing dengan produk lainnya. “Umumnya, kami melakukan launching suatu produk satu kali dalam 2 tahun, tetapi khusus pada tahun 2011 ini, kami melakukan launching produk sebanyak 2 kali,” jelas Indra.

Berbagai perusahaan-perusahaan asing di bidang TI, memang sangat gencar memasarkan produk mereka di Indonesia. Masyarakat selama ini mendapat berbagai kemudahan dari revolusi industri dan teknologi, tetapi untuk memahami dan mengetahui cara pembuatan produk dan perbaikan dari produk tersebut, hampir kebanyakan tidak mengerti. Akhirnya,para pemilik perusahaan yang tetap memegang monopoli transformasi ilmu dan Teknologi tetap memegang peranan kunci, sehingga keuntungan hasil penjualan produk teknologi tersebut dinikmati oleh pemilik perusahaan dan Negara tempat mereka berada.

Ketimpangan tersebut tentunya, tidak bisa di biarkan begitu saja karena untuk masuk kedalam dunia teknologi masyarakat harus bisa mengerti dengan baik apa itu teknologi dan produk yang dihasilkannya?Tidak sampai itu saja, masyarakat juga harus bisa mengetahui bagaimana cara pembuatan produk dari teknologi, sehingga dapat mengurangi dan memperbaiki sendiri dan bahkan dapat memproduksi produk teknologi yang inovatif. “Kami yakin mampu membuat software yang berguna bagi para pelanggan yang menghendaki kemudahan yang lebih optimal, buktinya dalam beberpa bulan saja, kami melakukan riset dan pengembangan dapat membuat produk software yang lebih inovatif dan lebih memudahkan bagi penggunanya,” menurut, Andreas Winata, IT support & deplopment manager.

Akan tetapi persaingan itu bukanlah bersifat negatif, tetapi harus bersifat positif yakni saling bekerjasama untuk mendorong ke arah yang lebih baik. Bila perusahaan-perusahaan lokal sendiri telah mampu beradaptasi dengan baik dan siap untuk memasuki dunia teknologi, maka kemajuan teknologi dengan perusahaan-perusahaan asing akan mendapat respon positif. Kemajuan teknologi akan menjadi sebuah kerjasama dalam menangani permasalahan yang lebih menguntungkan kepada masyarakat kebanyakan, sehingga persaingan sehat akan terjadi. Untuk menghadapi persaingan sehat, maka dibutuhkan win-win solution bagi pemilik perusahaan-perusahaan TI, sehingga membantu membangun perusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan yang baru.

Jadi, masyarakat dan negara ini mendapatkan hak dan kewajiban yang seimbang, karena tidak lagi dijadikan masyarakat yang konsumeris, tetapi diarahkan sebagai masyarakat yang mandiri, karena diberikan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi secara menyeluruh. Jadi, dengan demikian ketimpangan penguasaan arus transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat merata dan dapat saling memahami, sehingga arus informasi dan teknologi terus berkembang ke arah yang positif.

BERITA TERKAIT

11 Perusahaan Kosmetik Asal Taiwan Ikut Misi Dagang di Indonesia

  NERACA Jakarta - Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan 11 perusahaan kosmetik dan perawatan kulit asal Taiwan yang…

Memelihara Pertumbuhan Perusahaan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dampak dari praktik mekanisme pasar, dan iklim persaingan yang makin ketat…

BBJ Banyak Dilirik Perusahaan Asing - Miliki Potensi Besar

NERACA Malang, Jawa Timur  - Meski diakui belum optimalnya penetrasi literasi masyarakat di industri bursa berjangka, namun beberapa pengembangan produk…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Haier G7 Resmi Meluncur Di Indonesia

Melalui pt. Datascrip selaku authorized distributor-nya, Haier kembali memperkenalkan smartphone baru seri Haier G7. Tampil dengan warna-warni yang ceria, smartphone…

Ini Dia Spesifikasi Dari Vivo V7 Plus - Smartphone Selfie

Vivo telah secara resmi merilis smartphone teranyarnya yaitu ” Vivo V7 Plus ” dengan mengusung tagline Clearer Selfie, Clear Shot,…

Melindungi Smartphone Dari Kerusakan

Smartphone terbaru hadir dengan sejumlah fitur yang diklaim mampu melindungi ponsel dari berbagai kondisi. Sebut saja fitur tahan air atau…