NPI Alami Defisit Sekitar US$ 4 Miliar - Pada Triwulan III-2011

NERACA

Jakarta – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami deficit sekitar US$4 miliat. Penyebabnya adalah bnyaknya dana asing yang keluar dari pasar saham dan surat utang di dalam negeri. Hal ini memicu neraca transaksi modal dan finansial Indonesia defisit. “Arus keluar investasi portofolio tersebut dipicu oleh terjadinya gejolak di pasar finansial global menyusul proses penyelesaian krisis utang di Eropa yang berlarut-larut," kata Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah N.K. Makhijani kepada wartawan di Jakarta,8/11.

Berdasarkan data BI, transaksi modal dan finansial di triwulan III-2011 defisit US$ 3,4 miliar. Turun dari triwulan III-2011 sebesar US$ 7,4 miliar. Bahkan turun drastis dibanding triwulan II-2011 yang sebesar US$ 13,1 miliar.

Menurut Dyah, transaksi modal dan finansial mengalami defisit akibat keluarnya sebagian investor asing dari pasar surat utang negara dan pasar saham domestik serta besarnya jumlah SBI milik investor asing yang jatuh tempo. Sementara transaksi berjalan juga turun menjadi US$ 199 juta di triwulan III-2011 dari US$ 1,2 miliar di triwulan III-2010.

Selain itu, kata Dyah, minat investor asing untuk menanamkan modalnya dalam bentuk investasi langsung dan pemberian kredit kepada sektor swasta masih tetap tinggi, didukung oleh iklim investasi yang kondusif dan terjaganya stabilitas perekonomian di dalam negeri.

Lebih jauh kata Dyah, kinerja transaksi berjalan masih positif karena surplus pada neraca barang dan neraca transfer berjalan melampaui defisit pada neraca jasa dan neraca pendapatan. Surplus neraca barang tetap tinggi berkat kinerja neraca perdagangan migas yang membaik.

Berdasarkan catata, setelah sempat mengalami defisit pada triwulan sebelumnya, neraca perdagangan migas kembali mengalami surplus, ditopang oleh produksi minyak dan volume ekspor gas yang meningkat serta volume impor minyak yang menurun. Kontribusi positif juga berasal dari berkurangnya defisit neraca jasa seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Neraca pembayaran Indonesia di triwulan III-2011 defisit US$ 4 miliar, dibandingkan triwulan II-2011 US$ 11,87 miliar. Neraca pembayaran tersebut turun juga dibandingkan triwulan III-2010 yang sebesar US$ 6,95 miliar.

Namun sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution merasa yakin NPI akan mengalami surplus pada triwulan IV-2011 setelah mengalami tekanan akibat terjadinya aliran modal keluar pada triwulan sebelumnya. "Secara keseluruhan 2011, NPI diprakirakan akan tetap mencatat surplus yang cukup besar," katanya beberapa waktu lalu

Surplus NPI ini diperkirakan akan tetap berlangsung pada 2012 terutama didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial yang terus meningkat, baik dalam bentuk investasi portofolio maupun investasi langsung.

Seperti diketahui, BI mencatatkan sampai pekan kedua Agustus 2011, cadangan devisa RI sudah menembus USD123 miliar bahkan sempat menembus USD124,5 miliar. Jumlah tersebut naik dari posisi akhir Juli 2011, sebesar USD122,7 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

Lippo Insurance Bagi Dividen Rp 48,75 Miliar

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp48,75 miliar atau…

Lepas 6,2 Juta Saham BSDE - Muktar Widjaja Raup Dana Rp 9,20 Miliar

NERACA Jakarta – Terkoreksinya kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di 2018, membuat emiten properti ini bekerja keras…

Lepas 6,2 Juta Saham BSDE - Muktar Widjaja Raup Dana Rp 9,20 Miliar

NERACA Jakarta – Terkoreksinya kinerja keuangan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) di 2018, membuat emiten properti ini bekerja keras…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…