Pertamina Seriusi 6 Blok Migas Di Luar Negeri

NERACA

Jakarta-- PT Pertamina (Persero) mengaku sedang serius menjajaki akuisisi blok-blok minyak dan gas (migas) di 6 negara. Diantaranya, di Kazakstan, Vietnam, Angola, Irak, Sudan, dan Alzajair. “Untuk enam negara ini kita sangat serius penjajakanya, artinya tahapanya sudah berjalan jauh,” kata Direktur Hulu PT Pertamina Muhammad Husen di Jakarta, Selasa,8/11

Lebih jauh kata Husen, sebenarnya Pertamina juga menginginkan agar pemerintah memberikan hak pengelolaan 23 blok minyak dan gas yang segera habis masa kontraknya. “Sedikitnya ada 23 blok migas yang akan habis masa kontraknya pada 2017 nanti,”tambahnya.

Keseriusan Pertamina ini, kata Husen, agar masalah kontrak ini diputuskan jauh-jauh hari. Karena ini berkaitan dengan masalah invetasi. “Kita minta jauh hari sudah diputuskan. Masalahnya, perpanjangan jauh sebelum kontrak berakhir terkait rencana investasi,”:terangnya.

Menurut Husen, pemerintah mesti belajar dari kasus WMO yang diputuskan perpanjangannya hanya beberapa hari sebelum kontrak berakhir. Akibatnya, produksi WMO menurun tajam. "Paling tidak dua tahun sebelum kontrak berakhir, sudah diputuskan perpanjangannya," tegasnya.

Husen menambahkan pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan tersebut kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral beberapa waktu lalu. "Kami merupakan BUMN sehingga perlu memperoleh dukungan pemerintah. Di negara lain pun seperti ini," ucapnya.

Selain pertimbangan sebagai BUMN, lanjutnya, Pertamina telah memiliki pengalaman sukses mengelola blok akuisisi seperti Offshore North West Java (ONWJ) dan West Madura Offshore (WMO). “Pengelolaan blok habis kontrak merupakan upaya memperbesar kapasitas Pertamina sebagai BUMN. "Kalau hanya mengandalkan blok organik, akan sulit," ujarnya

Oleh karena itu Husen berharap, hak pengelolaan blok habis kontrak tersebut bisa dimasukkan dalam revisi UU Migas. Ke-23 blok tersebut di antaranya Mahakam, Arun, South Natuna Sea Block B, dan blok yang dikelola Chevron di Riau.

Pertamina mempunyai target produksi minyak dan gas sebesar satu juta barel setara minyak per hari pada 2015. Selain blok habis kontrak, lanjutnya, aksi anorganik lainnya adalah Pertamina tengah merencanakan akuisisi sejumlah blok produksi baik di dalam maupun luar negeri. "Prioritas pertama akuisisi tentunya di dalam negeri, baru selanjutnya di luar negeri. Jadi, kami besarkan dulu di dalam negeri, baru keluar," ujarnya.

Pertamina juga akan melakukan penyertaan saham minoritas 10%-20% di blok potensial seperti Masela. "Jadi, kami mesti agresif di anorganik kalau mau mempercepat peningkatan produksi," katanya.

Husen juga mengatakan, pemerintah mesti belajar dari kasus WMO yang diputuskan perpanjangannya hanya beberapa hari sebelum kontrak berakhir. Akibatnya, produksi WMO menurun tajam. "Paling tidak dua tahun sebelum kontrak berakhir, sudah diputuskan perpanjangannya," ujarnya.

Sementara itu, Vice President Coorporate Comunication, Muchammad Harun mengatakan realisasi pendistribusian BBM subsidi sampai Oktober 2011 ini sudah mengalami kenaikan sebesar 10% dibandingkan dengan 2010. “Untuk premium dan solar kalau kita bandingkan dengan tahun lalu memang mengalami peningkatan 10%," terangnya

Lebih lanjut Harun menambahkan peningkatan distribusi tersebut disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penggunaan kendaraan bermotor yang mencapai 8% tiap tahunnya. Selain itu juga karena adanya penyelewengan pendistribusian BBM subsidi oleh industri khususnya pertambangan. "Sampai dengan Oktober kita sudah menyalurkan premium 800 ribu kilo liter diatas kuota, sementara untuk solar 250 ribu kilo liter diatas kuota," ujar Harun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pertamina-Rosneft Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

NERACA Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan energi Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang…

Menteri Dalam Negeri - Dana Operasional Kepala Desa Cegah Korupsi

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Dana Operasional Kepala Desa Cegah Korupsi Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan dana…

Pertamina EP dan Chemindo Inti Usaha Jalin Kerjasama - Pemanfaatan CO2

        NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP dan PT Chemindo Inti Usaha bersepakat menjalin kerja sama…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Founder KahmiPreneur Raih Sertifikasi Internasional

  NERACA Jakarta - Pemerintah saat ini tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan…

PII Dorong Insinyur Bersertifikat

    NERACA   Jakarta – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur Indonesia untuk tersertifikasi. Ketua Umum PII Hermanto…

Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp5253 Triliun

    NERACA   Jakarta - Jumlah utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal III 2018 naik 4,2 persen (tahun…