Teknologi Nanobuble Sokong Produksi Perikanan Budidaya - Akuakultur

NERACA

Surabaya – Di bidang perikanan budidaya, teknologi nanobubble adalah teknologi yang menjamin ketersediaan oksigen sangat tinggi dan dalam waktu yang lebih lama. Teknologi ini mampu mendukung produksi ikan karena aktivitas metabolismenya meningkat, sehingga lebih efektif dalam memanfaatkan pakan untuk pertumbuhan ikan. Melalui teknologi nanobuble ini, kualitas air akan terjaga. Ikan tumbuh secara optimal, dan hemat energi.

“Ini sangat cocok untuk dikembangkan karena selaras dengan konsep keberlanjutan,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, pada acara Indonesian Aquaculture (INDOAQUA) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/4). Teknologi nanobubble ini diharapkan menjadi solusi bagi pengelolaan kualitas air selama proses produksi budidaya, khususnya oksigen.

“Oksigen dalam air sangat diperlukan oleh ikan untuk kebutuhan metabolismenya. Semakin kecil gelembung air maka jumlah difusi oksigen semakin besar dan kelarutan oksigen semakin tinggi. Prinsipnya, semakin kecil diameter gelembung maka akan semakin luas permukaan yang dapat besentuhan antara oksigen dan air,” ujarnya.

Melalui teknologi nanobubble, diameter gelembung diperkecil hingga mencapai skala nano, yang berarti luas permukaan akan semakin besar dan kelarutan oksigen semakin tinggi. Gelembung skala nano dapat mencapai <100 nm dan memiliki waktu tinggal dalam air lebih lama, sehingga oksigen yang dihasilkan sangat tinggi dan lebih lama. Dengan demikian oksigen dalam air terjaga dalam jumlah sangat tinggi (dapat diatas 9 ppm) dalam waktu yang lebih lama. Hasil peneitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), teknologi nano bubble telah terbukti mempercepat pertumbuhan ikan sidat sampai 40 persen.

INDOAQUA dan Asia Pacific Aquaculture (APA) 2016 yang digelar bersama dengan mengangkat tema “Profitability, Sustainability and Responsibility for the Future, dianggap selaras dengan pembangunan Perikanan Budidaya Nasional yaitu Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan. “Keuntungan akan diperoleh pembudidaya, apabila pembudidaya mampu meningkatkan kemandirian. Baik mandiri di dalam hal benih, pakan maupun usaha. Dan Keuntungan ini akan terus diperoleh apabila tetap memperhatikan keberlanjutan, baik keberlanjutan usaha maupun lingkungan. Dan ini adalah wujud tanggung jawan perikanan budidaya masa depan yang merupakan milik anak cucu kita. Sehingga kunci nya adalah Keberlanjutan atau Sustainable, khususnya dalam bidang perikanan budidaya,” papar Slamet Soebjakto.

Slamet menambahkan untuk mendorong pengembangan usaha perikanan yang berkelanjutan dan menarik invetasi di bidang kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara rutin melaksanakan Marine and Fisheries Business Forum sebulan sekali. “Untuk itu, kita harapkan semua stake holder kelautan dan perikanan dapat berperan serta secara aktif dalam forum ini. Forum bisnis ini dapat dimanfaatkan untuk paparan peluang usaha perikanan dan juga display produk unggulan,” tambah Slamet.

Pelaksanaan kegiatan INDOAQUA-APA 2016, telah resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli, Selasa (26/4). Pada kesempatan tersebut, Rizal Ramli mengatakan bahwa akuakultur merupakan kekuatan ekonomi baru di dunia. “Peluang Akuakultur Indonesia untuk menjadi salah satu pilar ekonomi bangsa, sangat besar. Sumber daya alam yang cukup mendukung dan sumber daya manusia yang cakap di bidang akuakultur, merupakan modal untuk menuju kesana. Sehingga melalui pergelaran pameran dan seminar di INDOAQUA – APA ini, kita harapkan terjadi alih teknologi terbaru dan mampu memberikan efek dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Menko.

Saat ini, perikanan budidaya dituntut untuk terus meningkatkan produksi dengan tetap memperhatikan lingkungan dan mendukung keberlanjutan. “Sustainable Aquaculture, merupakan keharusan. Kebutuhan protein ikan yang terus meningkat setiap tahun, sebagian besar akan dipenuhi dari budidaya. Sehingga diperlukan usaha untuk memperhatikan dampak budidaya terhadap lingkungan sekitarnya. Dan ini memerlukan teknologi yang efektif dan efisien. Event INDOAQUA – APA 2016 ini merupakan event yang tepat untuk menemukan teknologi-teknologi tersebut,” papar Farshad Shishehchian, President of the World Aquaculture Society, Asia Pasific Chapter, pada saat memberikan sambutan dalam Plenary Session APA 2016.

Patrick Sorgeloos, Former World Aquaculture President dan juga professor di Laboratory of Aquaculture & Artemia Reference Center. Ghent University, Belgia, menyatakan bahwa untuk menjadikan akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, semua stake holder akuakultur harus memahami seluruh mekanisme biologi yang terlibat dalam suatu proses produksi akuakultur. “Hal ini mencakup penyediaan induk unggul dan benih bermutu, pemilihan spesies, budidaya terintegrasi, restocking dan juga komunikasi antar stakeholder, serta membentuk jaringan komunikasi yang luas. Jadi diperlukan kerjasama dan alih teknologi dengan semua pihak,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Menteri Kelautan dan Perikanan - Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Ancaman Terhadap Laut Masih Tinggi Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan…

Riset Teknologi Mobil Listri, Pemerintah Gandeng Toyota dan Kampus

Kementerian Perindustrian menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri untuk bersama melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang pentahapan…

Presiden Minta Koperasi Melek Teknologi - DI TENGAH ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Jakarta-Presiden Jokowi berharap koperasi di Indonesia bisa mendunia. Untuk itu, Presiden minta koperasi di negeri ini mencontoh koperasi terbaik di…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

BPPSDMP Kementan Terus Ikhtiar Cetak Wirausaha Pertanian

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengambil langkah strategis dengan penyediaan sumber daya…

Terkait Industri Otomotif - Presiden Perlu Pimpin Langsung Peralihan ke Kendaraan Listrik

NERACA Jakarta – Pengamat ekonomi Faisal Basri berpendapat, Presiden Joko Widodo perlu memimpin langsung program peralihan kendaraan konvensional berbahan bakar…

Pemerintah Dorong Industri Farmasi Manfaatkan Bahan Baku dari Alam

NERACA   Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong industri farmasi dalam negeri untuk menciptakan produk obat-obatan berbahan baku dari…