Indonesia Menjadi Market TI

Neraca. Semenjak satu dekade ini, Indonesia terus dibanjiri oleh berbagai produk TI dari berbagai macam negara dan brands perusahaan diseluruh mancanegara. Terhitung semenjak 1990-an, produk TI memasuki pasar Indonesia dan mulai digemari oleh berbagai kalangan masyarakat menegah ke atas, karena kemudahan dankemewahan yang ditawarkan oleh produk TI yang sebelumnya hanya disaksikan melalui media massa saja. Melalui arus informasi dan teknologi dan penyebaran pasar hingga ke Asia Tenggara termasuk Indonesia, produk TI telah merangsek masuk ke berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta.

Di perkenalkannya komputer ke dalam dunia pendidikan dan pengajaran tentang TI dimulai sekitar 1990/1996-an. Kebijakan itu didorong oleh program pemerintah saat itu, yang memandang pentingnya ilmu TI untuk mampu bersaing dan mempersiapkan diri menghadapi dunia teknologi kedepannya. Semenjak itulah produk TI yang telah mengalami perkembangan masuk keberbagai lini masyarakat. Tadinya produk seperti komputer dan Handphone merupakan barang yang istimewa dan mahal, hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya dan aparatur negara, kini telah dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat sampai pada tukang ojek dan penjual asongan kaki lima.

Akan tetapi, apakah Indonesia hanya akan menjadi tempat transit dari market teknologi negara-negara lain, atau ikut ke dalam negara produsen dari dunia TI itu sendiri? Ternyata melalui arus informasi dan teknologi tersebut, pemerintah dan pihak yang terkait melakukan alih transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga masyarakat Indonesia bukan hanya dapat membeli produk TI, tetapi mampu membuat produk TI dan dapat dipasarkan pada tingkat lokal dan global. Memang tidak dapat dinafikan bila saat ini, masyarakat Indonesia masih ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan dari produk TI, yang berasal dari negara atau perusahaan asing.

Semakin kedepan persaingan dalam dunia TI semakin meluas dan menghadapi tantangan yang cukup signifikan bagi para produsen. Akan tetapi, persaingan itu dijadikan sebuah endours untuk kemajuan bersama melalui kemitraan pada tingkat produsen TI yang berasal dari berbagai perusahaan baik lokal maupun domestik. Bila awalnya IBM, apel, Nokia, Samsung dan brand lainnya menjadi pemilik lisensi atas produk TI, kini hal itu telah diberikan kelonggaran kepada perusahaan-perusahaan produsen TI yang baru bermunculan untuk memberikan warna bagi kemajuan produk TI. Seperti produk TI dari Taiwan yang saat ini, mulai mengekspansikan produk mereka ke Indonesia, merupakan gambaran baru dari perkembangan produksi TI.

Selama ini, produk yang tersebar dipasaran di dominasi oleh perusahaan-perusahaan dari benua Eropa dan Amerika. Kemudian setelah itu, di ikuti oleh benua Asia dan Afrika yang telah memiliki kemampuan sebagai produsen dari produk TI. Produk TI itu sendiri diantaranya meliputi Komputer, Handphone, Laptop, iphone, iPad, nootebook, belum lagi berbagai perangkat lunak/software yang berkembang begitu pesat untuk memenuhi kebutuhan berbagai instansi pemerintah, swasta dan individu atau organisasi, sebagai iner dari komputer itu sendiri.

Komputer tidak lepas dari dua ikatan, yaitu hardware dan software, yang keduanya saling bekerja sama dalam menjalankan sistem tertentu. Bila pada awal penyebaran handphone/hp berfungsi hanya sebagai alat komunikasi saja, tetapi kini setelah mengalami kemajuan dan inovasi, hp bukan hanya sebagai alat komunikasi tetapi telah menjadi media yang komplit saat ini. Lihatlah sekarang, hp yang bisa merekam suara, video, radio, TV dan foto merupakan kemajuan dari perangkat konmputer, baik hardware maupun software. Bukan hanya itu saja, bahkan banyak hal yang telah mengalami kemajuan dari komputer yang merupakan produk TI yang mencengangkan.

Disinalah tantangan bagi masyarakat Indonesia, untuk melangkah memasuki perkembangan zaman yang semakin maju, khusunya didunia TI. Selama ini, Indonesia benar-benar telah menjadi market dari berbagai produk IT dari berbagai negara lainnya. Setelah menikmati produk IT, pemerintah dan masyrakat yang berkepentingan, kini mulai membuat perencanaan strategis dalam kemajuan TI dari masyarakatnya sendiri. Kemajuan TI bukanlah menjadi penghambat bagi manusia untuk beraktifitas dalam kehidupannya, tetapi memberikan kemudahan. Perlunya tanggungjawab secara adil dan bijak dalam menyikapi dan mempergunakan kemajuan TI, tentunya tidak bisa ditinggalkan, sehingga kemajuan tersebut membawa dampak yang positif bagi masyarakat.

BERITA TERKAIT

Aksi Nyata Indonesia Mendukung Palestina

  Oleh: Agung Widjayanto, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Konflik Israel – Palestina atau bagian dari konflik Arab -…

Sinergi Indonesia-Korea Tingkatkan Inovasi UKM

Sinergi Indonesia-Korea Tingkatkan Inovasi UKM NERACA Jakarta - Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Makro Hasan Jauhari mengungkapkan…

Investor Asing Masih Percaya Indonesia - Laris Manis Komodo Bond

NERACA Jakarta- Ludesnya penawaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Komodo Bond di Londo Stock Exchange, menunjukkan kepercayaan pelaku pasar…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Serangan Ransomware Masih Jad Ancaman Terbesar Pada Dunia Digital

Serangan siber peranti lunak, Ransomware, masih menjadi ancaman terbesar dunia digital yang saat ini tengah diadopsi nyaris di seluruh sektor,…

Mencegah Penyalahgunaan NIK - Kemkominfo Perbaiki Fitur Cek Nomor Registrasi

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Ahmad M Ramli memastikan bahwa pihaknya akan memperbaiki fitur cek nomor registrasi sehingga nantinya…

Menghindari Virus Pada Smartphone

Selain bisa merusak komputer, virus, dan malicious software (malware) juga kerap menyerang smartphone. Berbagai risiko mungkin terjadi ketika smartphone terkena…