Penerapan Basel III Masih Tunggu BI

Jakarta - Penerapan kebijakan Basel III di Indonesia masih harus menunggu keputusan dari Bank Indonesia (BI) selaku regulator. "Saya belum tahu kapan penerapaan Basel III. Masih harus menunggu keputusan regulator," ujar Direktur Keuangan Bank Mandiri, Pahala Mansyuri, yang ditemui dalam acara malam apresiasi atlet Sea Games di Jakarta, Jumat (4/11) malam.

Pahala memaparkan, kebijakan Basel III masih terus dirundingkan mengingat kebijakan ini sepenuhnya akan diimplementasikan oleh negara-negara Eropa pada 2013. "Di bank-bank Indonesia sendiri Basel II pun sebagian masih akan diterapkan di 2012," kata Pahala.

Basel III adalah kebijakan fiskal pada bank yang bertujuan memperkuat peraturan, pengawasan, dan manajemen risiko melalui kaji ulang pengukuran yang lebih komprehensif dalam sektor perbankan.

Dengan demikian, kemampuan bank dalam menghadapi guncangan yang timbul dari tekanan sektor keuangan dan ekonomi pun akan meningkat.

Kebijakan ini merupakan penguatan kebijakan sebelumnya yakni Basel II. Basel II sendiri dibuat berdasarkan struktur dasar the 1988 accord (Basel I) dengan kerangka perhitungan modal yang lebih sensitif terhadap risiko (risk sensitive), serta memberikan insentif terhadap peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di bank.

Hal ini dicapai dengan menyesuaikan persyaratan modal dengan risiko dari kerugian kredit, dan juga dengan memperkenalkan perubahan perhitungan modal dari eksposur yang disebabkan oleh risiko dari kerugian akibat kegagalan operasional.

Sementara itu, jauh sebelumnya, Bank Indonesia pernah menilai bahwa penerapan Basel III yang telah disepakati regulator perbankan global di Basel, Swiss, tidak begitu berpengaruh terhadap perbankan Indonesia.

Menurut BI, sebenarnya penerapan Basel III itu diarahkan kepada bank-bank di Euro dan Amerika Serikat. Karena mereka modalnya dan ekses likuiditasnya belum dipisah. Ini berbahaya saat timbul gejolak krisis makanya melalui basel III coba dimurnikan modalnya.

Sedangkan perbankan Indonesia sudah menerapkan hal tersebut. Melalui beberapa instrumen yang ditetapkan BI seperti GWM Primer. Jadi, Basel III tidak ada pengaruhnya dengan perbankan di Indonesia.

Seperti diketahui, penerapan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) tahap III (Basel III) dilakukan secara bertahap dan baru akan dimulai tahun 2015 dan akan diterapkan secara penuh pada tahun 2018.

Dengan diterapkannya peraturan tersebut, perbankan diharapkan akan melakukan bisnisnya secara hati-hati dan tidak berisiko tinggi sehingga terhindar dari krisis finansial yang bisa terjadi di masa depan.

BERITA TERKAIT

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

Alas Kaki Masih Dominasi Ekspor Banten

Alas Kaki Masih Dominasi Ekspor Banten NERACA Serang - Golongan barang alas kaki seperti sepatu dan sandal masih mendominasi perolehan…

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi

Musim Panen, Harga Beras Masih Mahal di Kabupaten Sukabumi NERACA Sukabumi - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…