SBY Tetap Yakin Ekonomi Tumbuh 6,5%

NERACA

Jakarta - Presiden SBY meyakinkan public terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bisa dicapai sekitar 6,5% pada 2011. Meski krisis ekonomi negara-negara Eropa makin meluas. "Pertumbuhan ekonomi insyaallah akan tumbuh 6,5 persen," katanya sambil mengungkapkan hasil pertemuan KTT G20 di Cannes, Prancis, Sabtu (5/11)

Menurut SBY di tengah kondisi krisis, angka pertumbuhan tersebut sudah sangat kuat. Karena konsumsi masyarakat dan belanja modal pemerintah telah terjaga. Ke depan, diharapkan stabilitas ekonomi tersebut tetap bisa dipertahankan. "Mari kita jaga. Konsumsi masyarakat dijaga, belanja modal pemerintah dijaga, investasi digalakkan," terangnya

Di sela-sela KTT, SBY juga bertemu dengan Presiden Bulgaria. Pada kesempatan tersebut SBY juga menyampaikan keyakinannya Indonesia pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 6,5%. "Bulgaria yang tergolong negara maju di kawasannya saja hanya pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,4%," paparnya

Lebih jauh Kepala Negara menambahkan pertemuan KTT G20 di Cannes menyepakati Cannes Declaration. "Komponen utama dari Cannes Declaration adalah Cannes Action Plan yang berisi komitmen dari negara anggota G20 untuk melaksanakan dan melanjutkan berbagai kebijakan di bidang fiskal, moneter, reformasi sektor keuangan dan reformasi struktural," tandasnya

SBY mengungkapkan negara-negara anggota G20 telah menyetujui langkah-langkah konkret yang dirumuskan dalam Cannes Action Plan. Langkah konkret tersebut antara lain mengembalikan kepercayaan pasar khususnya terkait krisis di kawasan Eropa.

"Percepatan penyelesaian isu global imbalaces, reformasi sektor keuangan, serta kebijakan untuk meningkatkan kapasitas IMF dalam menjalankan fungsi global surveilance secara optima," tuturnya

Dalam pertemuan tersbut, Indonesia dan negara G20 lainnya juga telah menandatangani Convention on Mutual Administratrative in Tax Matter. Hal itu dalam rangka kerja sama pertukaran informasi dalam rangka mencegah penghindaran pajak.

Yang jelas dalam pertemuan KTT G20 tersebut, SBY juga menyampaikan isu-isu terkait perekonomian Indonesia dan kawasan ASEAN dalam menjaga pertumbuhan ekonomi domestic. Sehingga wilayah negara berkembang ini bisa memiliki stabilitas keuangan dan fiskal yang baik.. "Kita juga menguatkan ekonomi domestik, memperkuat pasar domestik. Kita juga memperkuat infrastruktur yang besar dan menjaga stabilistas keuangan dan fiskal. Secara khusus saya menyampaikan pentingnya kerja sama di bidang pangan dan energi," jelasnya.

Karena menurut SBY, Indonesia dan ASEAN memiliki peran penting dalam eningkatkan perekonomian dunia di saat krisis saat ini. "Apa yang dilakukan Indonesia dan ASEAN pasti penting untuk meningkatkan global growth. Saya juga sampaikan, para pimpinan daerah harus bisa mengelola perekonomian dengan baik, dikala negara lain mengalami masalah serius," tukas SBY. **novi/cahyo

BERITA TERKAIT

Polemik Pemilih Tetap, Kemendagri Tidak Bisa Intervensi

  Oleh : Ahmad Bustomi, Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh dikritik oleh…

Maret, Volume Penjualan SMBR Tumbuh 8%

NERACA Jakarta - Di kuartal pertama 2019 atau pada Maret, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan…

Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah

Oleh : Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Allhamdulilah dalam debat terakhir capres dan cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…