Kualitas SDM Indonesia Terendah di ASEAN

NERACA

Jakarta---Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim indeks pembangunan manusia (IPM), alias kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada 2011 mengalami kenaikan dari 0,600 pada 2010 menjadi 0,617 pada 2011. Namun pada tingkat ASEAN, rangking SDM Indonesia berada di bawah Malaysia (61), Singapura (26) dan Brunei Darussalam (33). Negara ASEAN yang rangking IPM-nya di bawah Indonesia adalah Vietnam (128), Timor Leste (147), dan Myanmar (149).

"Untuk dikatakan IPM naik atau turun itu yang dilihat adalah nilainya. Bukan rangkingnya. Tidak bisa serta merta dibilang rangking IPM Indonesia turun pada 2011 dibandingkan 2010 karena jumlah negaranya saja sudah beda," kata Kepala Bappenas Armida Alisjahbana kepada wartawan di Jakarta,5/11

Salah satu alasan turunnya peringkat Indonesia di ASEAN, kata Armida lagi, karena metodologi yang digunakan sebagai pengukuran IPM sudah berubah dan lebih komprehensif. "UNDP (United Nation Development Program) tahun lalu mengubah metodologinya. Sehingga ada variabel yang tadinya belum masuk perhitungan sekarang masuk perhitungan," tambahnya

Lebih jauh kata Guru Besar FE Unpad ini, saat ini perhitungan sudah menggunakan 8 indikator. Artinya, lebih banyak dari metode sebelumnya yang hanya tiga indicator yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli. "Sekarang itu perhitungannya lebih komprehensif," tegasnya

Menurut Armida, perkembangan yang terjadi di masing-masing negara juga mempengaruhi peringkat negara yang bersangkutan. "Perkembangan di masing-masing negara berbeda, IPM-nya pasti ada yang meningkat lebih cepat, dan ada yang meningkat tapi kalah cepat dan itu juga pasti merubah rangking,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, staf ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi menuturkan anjloknya posisi IPM Indonesia ini disebabkan karena ada penambahan negara yang diteliti UNDP. Selain itu, Hanafi mengatakan ada sejumlah negara yang laju peningkatan IPM-nya lebih cepat dibanding Indonesia. Diantara negara berkembang yang menyalip Indonesia adalah Afrika Selatan, Kiribati (Oceania), dan Suriah.

Taufik mengakui dilihat dari urutan posisi IPM Indonesia memang menurun. Namun, jika dilihat dari nominalnya, IPM Indonesia tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu. IPM Indonesia tahun ini tercatat 0,617. Sedangkan tahun lalu hanya 0,600. "Selisihnya memang sedikit. Tapi dengan penduduk Indonesia yang banyak, upaya menaikkan nol koma sekian cukup sulit," papar Taufik.

Namun Taufik membantah dunia pendidikan disalahkan karena menjadi faktor penentu posisi IPM Indonesia melorot. Dia menyebutkan, pembangunan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi penyumbang nomor dua dari tiga faktor penentu IPM. Dia menyebutkan, penyumbang terbesar IPM adalah dunia kesehatan. Sedangkan penyumbang IPM paling kecil adalah pendapatan nasional bruto atau kotor.

Dikatakan Taufik, dalam urusan pendidikan penelitian UNDP mengamati tingkat rata-rata lama penduduk mengenyam pendidikan (mean years of schooling). Data dari UNDP menyebutkan, tahun ini rata-rata penduduk Indonesia mengenyam pendidikan hanya 5,8 tahun. Itu artinya, versi UNDP banyak penduduk Indonesia yang tidak lulus SD. Sebab, lama belajar di tingkat SD adalah enam tahun. **sahlan

BERITA TERKAIT

PT Pelni Beri Pelatihan Tenaga Pendidik di Baubau - Peduli Kualitas Pendidikan Madrasah

Menyadari tenaga pendidik menjadi kunci dalam membangun kualitas mutu pendidikan madrasah, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) belum lama ini menggelar…

Indonesia Peringkat dua Penderita TBC

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan saat ini Indonesia menduduki peringkat nomor dua terbanyak penderita tuberkulosis atau TBC setelah…

Hotel Indonesia Natour Mulai Untung Tahun 2018

Hotel Indonesia Natour Mulai Untung Tahun 2018 NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero menargetkan tahun 2018 mampu…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Rucika Ingin Lebih Kuat Di Industri Perpipaan - Kaloborasi dengan Mitra Internasional

    NERACA   Jakarta – PT Wavin Duta Jaya yang merupakan produsen pipa PVC dengan produknya Wavin dan Rucika,…

Kementan Diminta Jujur Ungkap Data Pangan

      NERACA   Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Ichsan Firdaus meminta Kementerian Pertanian jujur soal data…

Ekonomi 2018 Diprediksi Mampu Tumbuh Minimal 5,1%

      NERACA   Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai…