Kualitas SDM Indonesia Terendah di ASEAN

Senin, 07/11/2011

NERACA

Jakarta---Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mengklaim indeks pembangunan manusia (IPM), alias kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada 2011 mengalami kenaikan dari 0,600 pada 2010 menjadi 0,617 pada 2011. Namun pada tingkat ASEAN, rangking SDM Indonesia berada di bawah Malaysia (61), Singapura (26) dan Brunei Darussalam (33). Negara ASEAN yang rangking IPM-nya di bawah Indonesia adalah Vietnam (128), Timor Leste (147), dan Myanmar (149).

"Untuk dikatakan IPM naik atau turun itu yang dilihat adalah nilainya. Bukan rangkingnya. Tidak bisa serta merta dibilang rangking IPM Indonesia turun pada 2011 dibandingkan 2010 karena jumlah negaranya saja sudah beda," kata Kepala Bappenas Armida Alisjahbana kepada wartawan di Jakarta,5/11

Baca juga: Indonesia Perlu Waspadai Ekonomi Tiongkok

Salah satu alasan turunnya peringkat Indonesia di ASEAN, kata Armida lagi, karena metodologi yang digunakan sebagai pengukuran IPM sudah berubah dan lebih komprehensif. "UNDP (United Nation Development Program) tahun lalu mengubah metodologinya. Sehingga ada variabel yang tadinya belum masuk perhitungan sekarang masuk perhitungan," tambahnya

Lebih jauh kata Guru Besar FE Unpad ini, saat ini perhitungan sudah menggunakan 8 indikator. Artinya, lebih banyak dari metode sebelumnya yang hanya tiga indicator yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli. "Sekarang itu perhitungannya lebih komprehensif," tegasnya

Baca juga: Inflasi Juli Berpeluang Terendah dalam Lima Tahun Terakhir

Menurut Armida, perkembangan yang terjadi di masing-masing negara juga mempengaruhi peringkat negara yang bersangkutan. "Perkembangan di masing-masing negara berbeda, IPM-nya pasti ada yang meningkat lebih cepat, dan ada yang meningkat tapi kalah cepat dan itu juga pasti merubah rangking,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, staf ahli Mendikbud Bidang Sosial dan Ekonomi Pendidikan Taufik Hanafi menuturkan anjloknya posisi IPM Indonesia ini disebabkan karena ada penambahan negara yang diteliti UNDP. Selain itu, Hanafi mengatakan ada sejumlah negara yang laju peningkatan IPM-nya lebih cepat dibanding Indonesia. Diantara negara berkembang yang menyalip Indonesia adalah Afrika Selatan, Kiribati (Oceania), dan Suriah.

Baca juga: Indonesia Kekurangan 125 ribu Insinyur - Gencar Bangun Infrastruktur

Taufik mengakui dilihat dari urutan posisi IPM Indonesia memang menurun. Namun, jika dilihat dari nominalnya, IPM Indonesia tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu. IPM Indonesia tahun ini tercatat 0,617. Sedangkan tahun lalu hanya 0,600. "Selisihnya memang sedikit. Tapi dengan penduduk Indonesia yang banyak, upaya menaikkan nol koma sekian cukup sulit," papar Taufik.

Namun Taufik membantah dunia pendidikan disalahkan karena menjadi faktor penentu posisi IPM Indonesia melorot. Dia menyebutkan, pembangunan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi penyumbang nomor dua dari tiga faktor penentu IPM. Dia menyebutkan, penyumbang terbesar IPM adalah dunia kesehatan. Sedangkan penyumbang IPM paling kecil adalah pendapatan nasional bruto atau kotor.

Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 5,9%