Asing Jual SUN Guna Tutup Kerugian Di Eropa

NERACA

Jakarta---Pemerintah tak mengkhawatirkan dengan aksi jual terhadap Surat Berharga Negara (SBN) oleh para investor asing. Bahkan potensi ke arah itu kecil. Alasanya kualitas SBN Indonesia masih yang terbaik. “Lho-kan investor global tidak hanya menanamkan uangnya di Eropa, tapi Indonesia juga. Kalau ada potensi kerugian di Eropa, mereka jual di Indonesia untuk menutup kerugian," kata Direktur Jendral Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto kepada wartawan di Jakarta,

Diakui Rahmat, krisis global saat ini memang membuat investor banyak yang ingin melepaskan kepemilikan surat berharganya. Alasannya untuk menutup kerugian akibat krisis di Eropa. Namun penarikan dana asing ini diprediksi takkan menyebabkan sudden reversal (pembalikkan) di Indonesia. Sebab, Indonesia masih menjadi negara tujuan para investor menanamkan investasinya. “Kalau pegang sekarang harga naik, mereka dapat capital gain selain bunga. Saya tidak khawatir, dampak tidak terjadi capital reversal,” tambahnya

Bahkan Rahmat mempertanyakan investor yang mau hengkang dari Indonesia. Padahal surat berharga negara Indonesia saat ini memiliki kualitas yang baik. "Kalau mereka mau cabut dari Indonesia, mereka lepas surat berharga yang kualitas baik. Terus mau taruh dimana? Apa mau ditaruh di AS?,”terangnya.

Rahmat menambahkan untuk saat ini AS belum menjadi tujuan investasi yang baik. “AS itu kan imbal hasilnya rendah sekali. Bank sentral AS menahan tingkat suku bunga pasar near to zero sampai 2013. Invest di AS tidak menarik. Mau taruh di Eropa lagi bermasalah," jelasnya.

Menurut Rahmat, para investor juga berpikir dua kali. Karena menanamkan dananya di bank juga rugi. Masalahnya tidak dapat tawaran bunga yang bagus. “Artinya kalau taruh uang di bank mereka harus bayar ongkos, tidak malah dapat bunga. Semakin banyak yang takut di situasi sekarang ini,” tandasnya

Oleh karena itu, Rahmat menyatakan opsi penempatan dana terutama di negara yang menawarkan kualitas surat berharga baik menjadi pilihan logis saat ini. Indonesia adalah salah satu negara dengan kualitas yang baik ditambah dengan penjaminan dari pemerintah terhadap keamanan surat utang menjadi nilai lebih. “Yang dicari sekarang, yang penuh ketidakpastian, adalah kualitas dari surat berharga. Indonesia surat berharga kualitas tinggi, tidak default dan dijamin UU,” tuturnya

Berdasarkan data Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU), pada Oktober tercatat peningkatan pembelian SBN oleh investor asing sebesar Rp1,69 triliun, dari sebelumnya Rp218,09 triliun pada September, menjadi Rp219,78 triliun.

Minggu pertama Oktober, dana asing sempat di level terendah sekitar Rp212,46 triliun. Namun kemudian Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pada SBN. Dana BI pada SBN, terus meningkat tajam, dari Rp18,83 triliun pada awal minggu menjadi Rp25,78 triliun pada akhir pekan minggu pertama.

Memasuki minggu kedua, aliran dana asing kian meningkat secara perlahan. Hasilnya, pada akhir pekan minggu kedua Oktober, dana asing bertambah Rp5,02 triliun, dari Rp212,47 triliun di awal pekan menjadi Rp217,49. Sejalan dengan kondisi tersebut, kepemilikan BI pada SBN turut mengalami peningkatan dari Rp23,98 triliun pada awal pekan, menjadi Rp26,12 triliun pada akhir pekan.

Aliran dana asing terus mengalami peningkatan pada minggu ketiga. Tepantau pada akhir pekan minggu ketiga Oktober, kepemilikan asing pada SBN hampir menembus Rp220 triliun, tepatnya berada pada angka Rp219,13 triliun, dengan kepemilikan SBN oleh BI mencapai Rp26,38 triliun. Namun, kenaikan dana asing dalam SBN terhenti pada minggu keempat. Tercatat dana asing pada SBN bergerak fluktuatif. **cahyo

BERITA TERKAIT

Niaga Komoditas - Indonesia Berpotensi Membawa Kebijakan Sawit Uni Eropa ke WTO

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pihaknya berpotensi untuk membawa kebijakan diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit yang dikeluarkan oleh…

Bayar Utang Rp 1,14 Triliun - Golden Plantation Jual Aset Kebun di Jambi

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang senilai Rp 1,14 triliun, PT Golden Plantation Tbk (GOLL) akan mendivestasikan aset yang dimiliki.”Di…

Sektor Riil - Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Sama Rata di Indonesia

NERACA Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…