Rel Ganda Terganjal “Lahan Kecil” - Proyek Jakarta-Surabaya

NERACA

Jakarta – Proyek rel ganda Jakarta-Surabaya sebenarnya sudah bisa dibangun. Karena terhambat lahan-lahan kecil yang belum dibebaskan. Sehingga proyek infrastruktur tersebut menjadi terganjal. Buntutnya belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat. "Ada beberapa tempat misalnya di Surabaya, Cirebon, dan Pekalongan. Tapi cilik-cilik (kecil-kecil) gitu. Mudah-mudahan bisa diselesaikan bersama-sama PT KAI (Kereta Api Indonesia)," kata Menteri Perhubungan, E E Mangindaan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/11)

Menurut Mangindaan, pihaknya akan mengupayakan pembebasan lahan yang masih bermasalah itu bersama Pemda dan Kementrian BUMN terkait daerah yang dilalui jalur kereta itu. Bahakn Kementerian BUMN bersedia membantu pembebasan lahan itu, terutama dalam hal pemindahan pipa air sepanjang 15 Km milik PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur. "Sebenarnya sambil diperbaiki bisa jalan untuk pemasangan konstruksi rel itu. Hanya kan ada spot-spot yang terlalu dekat, 6 meter ke kiri, 6 meter ke kanan. Tapi sebenarnya pada dasarnya bisa dibangun. Menteri BUMN katakan akan diselesaikan," tambahnya

Namun EE Mangindaan berjanji pada Juni 2012 nanti, masalah pembebasan lahan dapat terselesaikan semua. “Sesuai target pada Juni 2012, lahan bisa dibebaskan,” tandasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Wapres, Yopie Hidayat, menambahkan, rapat memutuskan menunjuk PT KAI untuk membebaskan lahan di Cirebon dan Surabaya. PT KAI diminta pula untuk berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membebaskan tanah itu. Wapres meminta agar kendala lahan diselesaikan secepatnya.

Boediono, lanjut Yopie, menaruh perhatian penuh pada penyelesaian proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya karena ini adalah salah satu prioritas nasional yang strategis. Jika sudah selesai, manfaat jalur ganda rel kereta api pada ekonomi kita sungguh besar dan dampaknya sangat luas pada daerah yang dilewati. "Ongkos transportasi turun, beban pada jalan raya juga akan menurun secara signifikan. Banyak kegiatan ekonomi yang akan timbul jika proyek ini selesai," tandasnya.

Sedangkan pembebasan lahan milik PTPN IX akan segera menyelesaikannya segera diselesaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sementara untuk keberadaan pipa PT Petrogres, meski secara teknis sebagian besar pipa ini tidak mengganggu pekerjaan konstruksi. Namun, keberadaan pipa itu akan menyalahi peraturan keselamatan jika jalur ganda sudah selesai.

Ketentuan menegaskan, minimal dalam jarak enam meter dari rel kereta tidak boleh ada bangunan atau fasilitas lain. Untuk itu, pipa akan tetap dipindahkan secepatnya, namun pekerjaan konstruksi di lokasi juga tetap berlangsung.

Menteri BUMN juga sudah membahas masalah ini. Hingga kini, pemindahan pipa sudah selesai sepanjang 5 kilometer. Sisanya, 10 kilometer akan tetap dikerjakan oleh BUMN karya yang menjadi kontraktor dan akan ditagihkan ke PT Petrogres kemudian.

Dari data yang ada, hingga Desember 2011, pembangunan jalur ganda yang sudah selesai adalah Jakarta-Cirebon (219 Km) dan Brebes-Pekalongan (72 Km), sehingga seluruhnya mencapai 291 Km. Sedangkan sisa jalur ganda yang masih harus dibangun adalah Cirebon-Brebes (62 Km), Pekalongan-Semarang (90 Km) Semarang-Bojonegoro-Surabaya (280 Km). Pembangunan sisa jalur ganda sepanjang 432 Km ini harus selesai seluruhnya pada 2013. **cahyo

BERITA TERKAIT

Jakarta Dinilai Butuh Kota Penyangga Seperti Meikarta - Kurangi Beban Perkotaan

    NERACA   Jakarta - DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Indonesia dinilai sangat membutuhkan daerah-daerah penyangga…

Tol Trans Jawa, Jakarta-Surabaya Ditempuh 10 Jam

    NERACA   Surabaya - Waktu tempuh antara Jakarta ke Surabaya yang berjarak 760 kilometer dapat ditempuh paling lama…

RNI Dorong Pengusutan Penyerobotan Lahan HGU PG Jatitujuh - Koordinasi ke Satgas Saber Pungli

RNI Dorong Pengusutan Penyerobotan Lahan HGU PG Jatitujuh Koordinasi ke Satgas Saber Pungli NERACA Jakarta - Salah satu Anak Perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Mewaspadai Inflasi Di Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai ancaman…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…