BI Prediksi Inflasi 2012 di Bawah 5%

NERACA

Jakarta----Bank Indonesia (BI) memprediksi tekanan inflasi pada 2012 masih akan berada di bawah level 5% yaitu 4,5% plus minus 1%. Hal ini terkait dengan 10 bulan ini saja inflasi masih berada di bawah angka 3%. "Untuk 2012 masih di kisaran 4,5 plus minus 1% dan itu sudah kita hitung. Kalau untuk di 2011, 10 bulan inflasinya di bawah 3% jadi probabilitasnya masih tinggi,” kata Peneliti Ekonomi Utama Direktorat Kebijakan Moneter dan Riset Ekonomi BI, Darsono kepada wartawan di Jakarta,3/11

Diakui Darsono, Kondisi ekonomi menjelang akhir 2011 memang masih dua bulan lagi bisa saja berubah. Namun semoga saja tak ada gejolak pangan. “Memang masih dua bulan tapi kita yakin bisa terjaga dan semoga semua harga bahan pokok dan energi bisa terkendali," tambahnya

Lebih jauh Darsono meyakini, inflasi pada 2011 masih akan berada di bawah lima persen. Pasalnya, hingga 10 bulan di awal tahun ini, laju inflasi hanya mencapai 2,8%.

"Persepsi inflasi sudah berhasil diturunkan, sehingga kita yakin inflasi bisa dipertahankan pada level yang rendah," jelasnya.

Namun, Darsono enggan menyebutkan apakah Bank Sentral akan menurunkan kembali suku bunga acuan alias BI Rate. "BI Rate diturunkan di forum jadi kemungkinan besar bisa saya jawab karena tergantung hasil rapat dewan gubernur," ujarnya.

Di lain kesempatan, ekonom senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan bahkan menyebutkan, BI Rate pada kuartal IV tahun ini akan bertengger di level enam persen hingga kuartal I-2013 mendatang. Sedangkan, inflasi akhir 2011 berada di 4,5% dan 6% di 2012.

Sebelumnya Kepala Pusat Studi Ekonomi dan kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono memprediksi tekanan inflasi tahun ini berpotensi tertahan di level 4% menyusul catatan deflasi pada Oktober. “Deflasi yang terjadi pada Oktober disebabkan oleh dua hal yakni penurunan harga emas dan pangan,”ungkapnya.

Menurut Toni, menurunnya harga emas cukup realistis mengingat harga emas sudah melewati puncak harga pada beberapa bulan lalu. Meskipun permintaan (demand) emas cukup tinggi, namun tetap ada batasnya. Di sisi lain, ada koreksi terhadap harga pangan yang trennya memang menurun pada bulan-bulan ini. “Tekanan deflasi bagus bagi perekonomian kita,” paparnya

Toni menambahkan dengan realisasi inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) sebesar 2,85% dan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 4,29% serta prediksi inflasi pada November yang rendah di kisaran 0,2% dan tekanan inflasi Desember maksimal satu persen, maka inflasi 2011 diprediksi jauh lebih rendah dari target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011. “Kira-kira sekitar 4% atau lebih sedikit,” ucapnya

Sementara itu Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Bambang Brojonegoro mengaku pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terkati kemungkinan terjadinya lonjakan inflasi. Hal ini melihat ada gejala penurunan produksi tiga komoditas utama pertanian seperti padi, jagung, dan kedelai yang diduga bisa memicu terjadinya inflasi. “Kemenkeu akan lihat porsi antara produksi pangan dengan tingkat konsumsinya. Jika tingkat produksi pangan yang turun mampu mencukupi kebutuhan nasional, maka tidak akan terjadinya lonjakan inflasi," katanya.

Mantan Dekan FEUI ini menambahkan langkah antisipasi ini sekaligus juga guna menekan inflasi menjelang akhir tahun. Sebab hal itu berpotensi menghambat penyerapan anggaran. "Pokok terpenting inflasi dapat terjaga dan sesuai dengan target, disamping itu penyerapan anggaran APBN lebih cepat, tepat dan pada waktunya," tambahnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tunda Pemberlakuan NJOP di Bawah Rp 1 Miliar

Rencana Gubernur DKI Anies Baswedan akan memberlakukan kembali aturan PBB untuk NJOP di bawah Rp 1 Miliar hendaknya dipertimbangkan dulu.…

Pelaku Global Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2%

    NERACA   Jakarta - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebutkan kalangan pelaku ekonomi global memproyeksikan ekonomi Indonesia…

Digital Ekonomi di Bawah Jokowi

  Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Usai sudah kita menggelar pesta demokrasi terbesar di dunia pada 17 April lalu. Pemilu…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bank Dunia Proyeksikan Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

      NERACA   Jakarta - Laporan terbaru Bank Dunia memproyeksikan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia…

Pelabuhan Sebagai Pintu Gerbang Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Sebagai Negara kepulauan, Indonesia menyimpan potensi besar terlebih letaknya yang strategis karena berada di…

Kinerja Penerimaan Pajak Triwulan I Dalam Batas Wajar

  NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai kinerja penerimaan pajak dalam…