Bank DKI Gandeng Prima dan Western Union - Genjot Bisnis Remitansi

NERACA

Jakarta - PT Bank DKI menggandeng perusahaan penyedia jasa layanan ATM, PT Rintis Sejahtera (Prima) dan Western Union guna menggenjot jasa layanan pengiriman uang (remittance). “Melalui kerja sama ini diharapkan nasabah Bank DKI akan semakin banyak memiliki alternatif dalam menggunakan layanan perbankan di Bank DKI,” kata Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono dalam grand launching di Kawasan Industri Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta, Selasa (2/11)

Lebih jauh kata Eko, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Maka Bank DKI yang resmi menjadi agen Western Union telah melengkapi layanan pengiriman uang selain melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) Net Online.

Selain peningkatan fitur layanan, Bank DKI melalui Unit Usaha Syariah (UUS), turut meluncurkan produk pembiayaan talangan haji dan umroh iB yang merupakan produk pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat untuk pengurusan serta talangan pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). “Ini supaya calon nasabah Bank DKI bisa memperoleh kepastian nomor kursi haji dan jadwal keberangkatan. Produk pembiayaan ini kita harapkan bisa mendongkrak portofolio tabungan iB haji dan umroh Bank DKI,” tambah Eko lagi.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan menyatakan dengan kerja sama ini, akan semakin banyak jaringan ATM dan kartu debet yang tersambung. "Saat ini, Prima beranggotakan 43 bank dan terhubung di lebih dari 22 ribu mesin ATM serta 112 rubu mesin Electronic Data Capture (EDC) di lokasi strategis yang memberi kenyamanan bagi nasabah," ujarnya

Sementara itu, Eko kembali menegaskan perseroan telah meresmikan 7 kantor layanan, berupa peningkatan status kantor kas menjadi kantor cabang pembantu. "Salah satunya, Bank DKI meningkatkan status kantor kas PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) menjadi cabang pembantu," ungkap dia.

Peningkatan status kantor cabang KBN ini dimaksudkan untuk pengembangan pelayanan pembayaran pelayanan pembayaran transaksi luar negeri seperti pembukaan letter of credit, pembiayaan kredit ekspor-impor, incoming dan outgoing transfer, serta money changer. "Cabang pembantu di Pondok Gede ini untuk meningkatkan penetrasi pemasaran untuk wilayah DKI Jakarta dan Bekasi. Sedang 5 kantor kas di kecamatan ke depan difungsikan sebagai kantor pelayanan terpadu,” tambah Eko.

Ke depan, Bank DKI mempersiapkan perluasan jaringan di luar wilayah DKI Jakarta sebanyak 50 kantor layanan di beberapa kota besar di Indonesia, diawali dengan kantor cabang di Tangerang yang akan diresmikan pada 15 November 2011 mendatang.

Pada kuartal III-2011 belum diaudit (unaudited), laba sebelum pajak Bank DKI sebesar Rp304 miliar, tumbuh 28,27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 237 miliar. Pertumbuhan penyaluran kredit juga mengalami kenaikan 27,35% dari Rp 7,95 triliun di kuartal III-2010 menjadi Rp 10,12 triliun dengan komposisi antara kredit konsumtif serta kredit produktif masing-masing sebesar 57% dan 43%.

Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp 15,31 triliun, atau tumbuh 1,25% dari sebelumnya, yaitu Rp 15,12 triliun. Komposisi DPK ini terdiri atas Pemprov DKI dan masyarakat yang masing-masing mencapai 47% dan 53%. Sehingga secara keseluruhan, aset Bank DKI tumbuh 9,89% dari Rp 17,67 triliun di sembilan bulan pertama 2010 menjadi Rp 19,42 triliun pada sembilan bulan pertama 2011.

Sendangkan, angka penyaluran kredit perseroan sebesar Rp 10,124 miliar dan rasio kredit terhadap dana (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 66,11%, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 11,45%, serta rasio tingkat kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) 3,79%. **ardi

BERITA TERKAIT

Gandeng DANA, Ramayana Gelar Pesta Diskon

Pacu pertumbuhan penjualan dan juga jumlah pengunjung, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk berkolaborasi dengan DANA melalui pesta diskon 11.11. Jane…

Bank Mandiri Perkuat Penyaluran KUR

  NERACA   Bandung - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar - Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan NERACA Jakarta…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK "Lepas Tangan" Bunga P2P Lending

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa regulator tidak mengatur secara spesifik besaran bunga…

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

The Fed akan Naikkan Bunga Bertahap

      NERACA   Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Hal…