DPR Dukung Daerah Beli Saham Newmont

NERACA

Jakarta—Terkait dengan sikap Pemda NTB yang berminat membeli 7% sisa divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT). Maka Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberi mendukung kepada daerah. Sehingga hasilnya dapat digunakan untuk membangun daerah. "Semua itu tidak lain untuk mewujuskan peran daerah lebih besar lagi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata anggota Komisi XI DPR dari FPAN, M Ichlas El Qudsi dan anggota Komisi VII dari Golkar Azwir Dainy Tara, Rabu (2/11) di Jakarta, menanggapi pernyataan Gubernu NTB Zainul Majdi yang menyatakan kesiapan daerah dalam proses pembelian saham Newmont.

Dukungan kepada daerah makin kuat mengingat hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyatakan ada pelanggaran dalam pembelian 7% saham Newmont oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Lebih jauh El Qudsi menambahkan saat ini NTB memiliki peluang terbesar untuk membeli saham divestasi mengingat sebagai daerah penghasil tambang. Karena itu, katanya, Pemda memang harus siap membeli sisa saham ini.

Menanggapi masih ngototnya Menkeu Agus Marto untuk membeli 7% saham ini, El Qudsi menyatakan, Menkeu harus membuka peluang yang besar kepada daerah melalui kebijakan-kebijakan nyata. "Menkeu harus pro pertumbuhan dan pro pemerataan. Salah satu caranya menyeyrahkan saham newmont pada daerah," ujarnya.

Sementara Azwir juga menyatakan dukungannya kepada daerah untuk membeli saham Newmont. Sebab pembelian saham oleh PIP terbukti cacat hukum, sebagaimana dilaporkan hasil audit BPK pada DPR. "Saat ini era otonomi daerah sudah selayaknya pemerintah pusat memberika n dukungan pad daerah untuk memberi saham. Bukan ngotot ingin membeli 7 persen saham. Karena jumlah itu tidak berarti apapa bagi pusat. Sebaliknya bagi daerah akan memperbesar kepemilikan saham menjadi 31 persen,” katanya.

Azwir juga menyinggung sikap Menkeu yang ngotot untuk membeli saham. Menurutnya, Menkeu harus patuh pada peratuan perundangan yang berlaku yang telah menyatakan langkah pusat melalui PIP sudah cacat hukum. jika diteruskan akan menibmulkan preseden burulk.

Menteri ESDM : Boleh Saja Buat Daerah

Sementara itu, Menteri ESDM Jero Wacik yang ditanya wartawan disela acara pameran produksi dalam negeri pendukung masalah pertambangan di Jakarta, Rabu, mengatakan, boleh saja 7% saham ini diserahkan ke pada daerah. Asalkan sudah ada keputusan dari Menteri Hukum dan HAM yang akan menyelesaikan perselisihan soal siapa yang paling berhak membeli 7% saham Newmont. "Kita akan menyerahkan soal ini kepada Menteri Hukum dan HAM, apakah pemerintah daerah atau sebaliknya pemerintah pusat yang membeli sisa saham 7 persen itu. Apapun keputusannya kita akan taati," kata jero.

Jero mengakui pihaknya sudah menerima dan membaca surat dari Pimpinan DPR kepada Presiden SBY yang tembusannya disampaikan kepada Menteri ESDM dan Menkeu yang isinya meminta agar sisa saham sibestai diserahkan pambeliannya kepada Pemprov NTB. **cahyo

BERITA TERKAIT

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Penjatahan Saham Efektif Berlaku Awal 2018

NERACA Jakarta –Wacana penjatahan saham IPO bagi investor ritel dan istitusi tengah di kodok PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…