KUR Untuk Nelayan Dari BNI-Sisfo

PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk menggandeng PT Sisfo Indonesia (Sisfo) untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para nelayan di negeri ini. Corporate Secretary BNI Suhardi Petrus dalam keterangannya di Jakarta, menyebutkan, melalui kerja sama tersebut para nelayan akan mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk memperoleh sarana pengamanan dan komunikasi yang maksimal ketika melaut.

Peralatan yang disediakan oleh Sisfo tersebut juga memungkinkan untuk melacak keberadaan ikan-ikan yang menjadi sasaran penangkapan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para nelayan.

Kelengkapan peralatan dan perangkat lunak yang disediakan Sisfo serta pembiayaan dari BNI itu akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan digitalisasi perahu nelayan dalam Program Kapal Digital Sahabat Nelayan (KDSN).

Suhardi menyebutkan BNI dan SISFO sudah menandatangani nota kesepahaman kerja sama tersebut. BNI diwakili oleh Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Anton Fadjar A Siregar dan Sisfo oleh CEO PT Sisfo Indonesia Nirwan Harahap.

Suhardi Petrus mengungkapkan kerja sama itu merupakan bagian dari upaya nyata BNI dalam memberikan dukungannya terhadap sektor kemaritiman.

Kerja sama dengan Sisfo tergolong penting karena perusahaan yang dijalankan oleh para tenaga ahli asal Indonesia itu memiliki rencana kerja yang menarik dan patut didukung oleh perbankan, sehingga BNI memutuskan untuk bekerja sama.

Kerja sama di bidang kemaritiman pun menjadi penting untuk dikembangkan karena Indonesia merupakan negara yang dua per tiga wilayahnya adalah lautan.

Selain itu, biaya komunikasi antara nelayan saat berada di tengah laut dengan keluarga di daratan atau para penampung ikan sangat tinggi. Jumlah nelayan dan kapalnya di Indonesia pun sangat besar. "Sisfo memiliki misi yang cukup jelas dalam keberpihakannya terhadap peningkatan kualitas hidup para nelayan. Salah satu programnya yang patut didukung adalah Program KUR untuk Nelayan dalam rangka Meningkatkan Produktivitas, Keamanan, dan Keselamatan yang dimulai melalui penandatangan MoU ini," ujarnya.

Sisfo juga tengah mempersiapkan Program KDSN yaitu dengan mendirikan gerai di beberapa daerah di Indonesia (sekitar 50 gerai). Gerai-gerai itu akan membantu penyaluran dan penjualan peralatan berteknologi tinggi yang dikembangkan Sisfo, antara lain Pointrek.

Aplikasi Pointrek merupakan sistem untuk memonitor aset bergerak atau tidak bergerak. Aplikasi ini dapat melacak kapal dan memiliki kemampuan mengoperasionalkan komunikasi dua arah (dari kapal ke kapal atau dari kapal ke rumah).

Sistem Pointrek sudah dilengkapi juga oleh sistem electronic Log (e-log) book untuk pencatatan penangkapan ikan. Komunikasi dua arah dengan sistem Pointrek ini jauh lebih rendah dibandingkan komunikasi melalui telepon satelit yang saat ini sangat mahal.

Gerai yang akan dibuka oleh Sisfo nantinya dikelola oleh nelayan. Nelayan tersebut akan menjadi agen penjual perangkat Pointrek. Dengan cara itu, penggunaan aplikasi Pointrek diharapkan akan dapat diperluas sehingga berbagai teknologi yang dapat menguntungkan nelayan pada saat melaut dapat segera dinikmati secara luas. Setiap gerai diharapkan akan dapat menjual 250 unit.

KUR BRI

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk merealisasikan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp16,7 triliun hingga 8 Maret 2016 atau 24,7 persen dari target KUR perseroan pada tahun ini sebesar Rp67,5 triliun. "Penurunan bunga KUR akibat subsidi oleh pemerintah juga turut membantu penyaluran peningkatan kredit," kata Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta.

Dengan capaian intermediasi KUR tersebut, emiten berkode BBRI ini dalam dua bulan pertama 2016 telah menjangkau 770.315 debitur. Di periode yang sama, Asmawi memaparkan, realisasi KUR dari bank lain baru mencapai Rp3,8 triliun dengan 56.292 debitur.

Asmawi mengatakan akselerasi penyaluran KUR pada awal tahun ini berkat perluasan distribusi KUR dan optimalisasi tenaga agen. Misalnya, perseroan mengerahkan tenaga agen dari kalangan pedagang pasar di daerah agar nasabah tidak terkendala harus bertransaksi langsung ke kantor cabang bank.

Agen BRILink perseroan hingga saat ini mencapai 50.500 agen. "Sekarang nasabah lebih memiliki bertransaksi dengan agen, karena kantor kita sudah tutup jam 17.00 WIB sore, sedangkan agen bisa sampai jam 12 malam," ujarnya.

Layanan pemasaran dari agen tersebut, ujar Asmawi, melengkapi layanan kredit dari 2.544 Teras BRI, 611 Teras Keliling BRI dan 1 Teras Kapal BRI.

Asmawi mengatakan dalam waktu dekat perseroan juga akan mengoperasikan satelit untuk meningkatka kualitas teknologi informasi, termasuk untuk sarana dan prasarana penyaluran KUR. Kemudian perseroan juga akan memperbanyak pengadaan untuk mesin Perekam Data Elektronik (Electronic Data Capture/EDC). Sebelumnya, Asmawi mengatakan, perseroan ingin satu orang tenaga pemasar kredit dapat dibekali satu mesin EDC Belanja Teknologi Informasi BRI tersebut termasuk dalam anggaran belanja modal perseroan pada 2016 sekitar RP4,5 triliun.

BERITA TERKAIT

BNI Gelar Program "Mari Lipat Gandakan Kebaikan"

BNI Gelar Program "Mari Lipat Gandakan Kebaikan" NERACA Jakarta - "Mari Lipat Gandakan Kebaikan" itulah tema yang diusung oleh PT.…

BNI SANTUNI ANAK YATIM

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) berjabat tangan dengan Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Jaringan BNI Catur…

Mengawal Kontribusi Pajak untuk Menjadi Manfaat

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak Berbagai upaya mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan di tahun 2019, pemerintah…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…