Agar Tingkat Kredit Macet Bisa Ditekan - Temu Mitra Nasional LPDB-KUMKM

Batam – Untuk melakukan pengawasan kepada mitra-mitra di seluruh Indonesia agar tingkat kemacetan atau Non-Performing Loan (NPL) dapat ditekan, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengadakan temu mitra nasional di Batam, pekan lalu. “Perlu diketahui, tingkat NPL LPDB kini sebesar 0,18 - 0,37 persen”, kata Kemas Danial, Dirut LPDB, dalam siaran persnya.

Kegiatan tersebut diikuti 489 mitra LPDB-KUMKM yang telah memperoleh dana pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM. Menurut Kemas, acara tahunan LPDB ini diselenggarakan dengan tujuan membentuk komunikasi dan kerjasama antara mitra LPDB-KUMKM sehingga dapat membagi informasi di antara keduanya.

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu program strategis, dimana LPDB-KUMKM melakukan pengawasan kepada mitra-mitra di seluruh Indonesia agar tingkat kemacetan atau Non-Performing Loan (NPL) dapat ditekan.

Kemas mengakui, mempertahankan tingkat NPL yang rendah merupakan salah satu prestasi LPDB-KUMKM yang patut dibanggakan, selain sejumlah rentetan prestasi yang telah diraih dan masih akan terus dikejar di masa mendatang.

Di usianya yang masih tergolong muda, yakni usia lima tahun dan praktis beroperasi selama tiga tahun, LPDB-KUMKM terus berupaya mencapai penyaluran dana bergulir hingga Rp1,7 triliun pada akhir tahun 2011, dengan jumlah mitra yang sebanyak 786 unit.

Salah satu upaya mempertahankan dan menjaga NPL tersebut, LPDB-KUMKM telah melakukan berbagai upaya, yakni dengan melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Koperasi seluruh Indonesia, MoU dengan Kejaksaan, pembentukan tim collection atau pemantau piutang, serta adanya Monitoring dan Evaluasi (Monev) baik lokal, regional, dan nasional.

Monev tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan (preventif maintanance) dengan terus memantau perkembangan mitra, serta menempuh jalur hukum apabila upaya pencegahan tersebut tidak terlaksana dengan baik.

Kemas menjelaskan, total pengajuan proposal koperasi yang masuk ke LPDB-KUMKM telah mencapai 5.100 koperasi, dengan total pengajuan dana sebesar Rp15 Triliun.

Dengan alasan keterbatasan dana, LPDB melakukan berbagai terobosan, salah satunya dengan kerjasama linked program bersama PT Jamsostek dan PT Bank BTN. Kerjasama ini diharapkan dapat menambah alokasi dana LPDB-KUMKM dalam mendukung permodalan koperasi dan UKM di Indonesia. Ke depannya, LPDB-KUMKM akan bekerjasama dengan BUMN melalui program CSR dan PKBL, sehingga kebutuhan dana untuk disalurkan kembali kepada koperasi dan UMKM dapat terpenuhi.

BERITA TERKAIT

Polemik Pemilih Tetap, Kemendagri Tidak Bisa Intervensi

  Oleh : Ahmad Bustomi, Pemerhati Sosial Politik dan Ekonomi Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh dikritik oleh…

AMMDes Bisa Diaplikasikan dengan Alat Pembuat Es Serpihan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Selain untuk Pertanian, AMMDes Juga Bisa Jadi ‘Feeder’ Ambulans

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan teknologi Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) agar bisa dimanfaatkan di berbagai daerah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Harusnya Turun Tangan Bikin Bank Syariah

  NERACA   Jakarta – Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbesar di dunia mestinya menjadi kiblat ekonomi syariah dunia. Nyatanya…

OJK Komitmen Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk menjalankan program pengembangan pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong kinerja…

BCA Dinobatkan The World's Best Banks 2019

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dinobatkan sebagai The World’s Best Banks 2019…