PermataBank Targetkan Rp1,5 Triliun Dana Tabungan - Peresmian PermataFamilionaire

Jakarta - PT Bank Permata Tbk (PermataBank) kembali menggelar program PermataFamilionaire tahap keempat yang berlangsung pada 1 November 2011 - 29 Februari 2012 mendatang. Perseroan menawarkan total hadiah uang tunai sebesar Rp 8 miliar selama empat bulan, dengan bonus bunga empat persen setiap tahunnya atau bonus bagi hasil untuk tabungan atau giro syariah yang setara empat persen.

Menurut Lauren Sulistiawati selaku Direktur Retail Banking PermataBank, berlanjutnya program ini diharapkan meningkatkan asupan dana murah melalui tabungan, yang bisa memberikan kontribusi kepada perolehan dana murah yang dipatok sampai 45% dengan target merengkuh nasabah sebanyak 25 ribu sampai 30 ribu nasabah baru.

“Kami menargetkan dengan program ini dana tabungan yang masuk bisa mencapai Rp 1 triliun - Rp1,5 triliun dalam sebulan. Kami berharap kontribusi program Familionare mencapai 70%-80%. Komposisi CASA (curren account and saving account/giro dan tabungan) di retail banking sudah 50-50 dengan deposito. Nah, melalui program ini untuk perolehan dana murah bisa naik 45%,” ujar Lauren kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Kategori produk yang diikutsertakan dalam bonus bunga ini diantaranya Permata Tabungan Bebas, Permata Bintang, Permata Bintang, Permata Giro Rupiah, dan Permata Giro Ganda. Sedangkan produk syariah antara lain Permata Tabungan iB, Permata Tabungan iB Bintang, Permata Giro iB, serta Permata Giro iB Ganda.

Ia menjelaskan, program ini berlaku bagi nasabah baru maupun nasabah lama, baik untuk jenis tabungan konvensional maupun syariah. Untuk program undian uang tunai sebesar Rp 2 miliar per bulan akan dibagikan kepada 1.008 pemenang dan bebas pajak.

Sementara untuk bonus bunga hingga empat persen setiap tahun akan diberikan atas penambahan saldo rata-rata rekening dalam bulan bersangkutan. Sebelumnya, program PermataFamilionaire ini sudah berjalan sebanyak tiga tahap yang berakhir pada Agustus 2011 lalu.

Kinerja Keuangan

Sementara itu, Hingga Kuartal III-2011, perseroan mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak unaudited sebesar Rp 962 miliar, tumbuh 23% year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 781 miliar di periode yang sama tahun kemarin. Total laba operasional secara konsolidasi meningkat 18% yoy menjadi Rp 1,117 triliun yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee based income).

Pendapatan bunga bersih naik 25% yoy menjadi Rp 2,99 triliun, sementara fee based income tumbuh 17% yoy menjadi Rp 748 miliar. Pertumbuhan kredit mencapai Rp 64,6 triliun, atau 39% yoy dari sebelumnya yang sebesar Rp 46,4 triliun. Total aset secara konsolidasi mencapai Rp 92,6 triliun, tumbuh 38% yoy dari Rp 66,9 triliun di kuartal III-2010.

Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 29% menjadi Rp 69 triliun, dari periode setahun sebelumnya sebesar Rp 53,48 triliun. Komposisi dana murah perseroan sebesar 40%, dari total DPK atau mencapai Rp 27,7 triliun, sedangkan sisanya sebesar Rp 41,2 triliun merupakan deposito.

Komposisi ini terdiri atas tabungan meningkat yang 19% yoy menjadi Rp 13,8 triliun, serta giro tumbuh 13% yoy menjadi Rp 13,9 triliun. Terakhir, simpanan dalam bentuk syariah meningkat sebesar 116% yoy menjadi Rp 2,9 triliun.

Selain itu, Bank Permata juga merasa siap dengan migrasi kartu debet dan ATM-nya. Hal ini, menurutnya dapat digunakan untuk menambah efisiensi transaksi lewat ATM. Menurutnya, pihaknya sudah siap dengan rencana Bank Indonesia (BI) sejak lima tahun lalu. "Kami masih menunggu prosedur resminya dari BI seperti apa, karena itu kan baru keluar sekira seminggu lalu. Kami sendiri memang sudah mempersiapkan untuk migrasi ini sejak empat sampai lima tahun lalu," ungkap Lauren.

Lauren melanjutkan, investasi untuk migrasi kartu debet dan ATM berbasis chip ini memang membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Bisa dibayangkan, saat ini, Permata memiliki sekira 500 ribu kartu kredit dan satu juta kartu debet di tangan nasabah. Untuk migrasi ke sistem berbasis chip ini, perhitungan biaya per kartu mencapai US$2.

"Kami belum tahu butuh waktu berapa lama untuk proses migrasi kartu. Yang membutuhkan waktu lama adalah ganti mesin ATMnya, karena sistemnya enggak bisa menerima kalau pakai yang sekarang. Biayanya tergantung seri mesin ATM tersebut. Kami punya sekira 4.000 ATM, biayanya sekira US$7 ribu-US$10 ribu," lanjut Lauren.

Meskipun besar, pihaknya merasa siap dan berharap, dengan adanya sistem migrasi ATM dan Kartu kredit menjadi berbasis chip ini, ke depan fraud perbankan akan lebih kecil. "Ini untuk kepentingan nasabah dan fraud," tukasnya.

Seperti diketahui, BI baru saja mengeluarkan surat edaran yang mengharuskan perbankan migrasi kartu kredit dan debetnya ke sistem chip maksimal pada 2015 mendatang.

Saat ini, tiga bank yaitu Mandiri, Permata dan BCA menyatakan telah siap menjadi pilot project dalam penggantian sistem migrasi ke chip tersebut. (ardi)

BERITA TERKAIT

PERESMIAN JALAN TOL ACEH

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono (kiri), Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (kedua kanan), Bupati Aceh Besar Mawardi…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…