Aset Bank Mandiri Melampaui Rp500 T - Dipacu Pertumbuhan Kredit 28,3%

Jakarta - Bank Mandiri membukukan total aset sebesar Rp501,9 triliun pada triwulan III/2011, tumbuh 22,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan aset tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit secara tahunan yang signifikan mencapai 28,3%, dari Rp231,9 triliun pada triwulan III/2010 menjadi Rp297,5 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, kinerja positif pada sisi intermediasi tersebut memacu kenaikan laba bersih perusahaan mencapai 43,6% dari Rp6,4 triliun pada September 2010 menjadi Rp9,2 triliun pada September 2011.

Selain pertumbuhan kredit, laba operasi yang tercatat sebesar Rp12,3 triliun juga menjadi pendorong pertumbuhan laba bersih tersebut. Sementara itu kualitas aset produktif tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada rasio kredit bermasalah (NPL) netto sebesar 0,66%.

Kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi terutama pada segmen mikro yang tumbuh mencapai 45,4% yaitu dari Rp6,5 triliun pada september 2010 menjadi Rp9,5 triliun pada September 2011. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat pesat dari 515 ribu nasabah menjadi 626 ribu nasabah. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah mencatat pertumbuhan sebesar 36,8% menjadi Rp40,8 triliun.

“Pertumbuhan kredit yang mencapai 28,3% merupakan akselerasi dibanding penyaluran kredit pada triwulan-triwulan sebelumnya. Saat ini, Bank Mandiri telah menjadi bank nomor satu dalam penyaluran kredit, aset dan Dana Pihak Ketiga. Bahkan, LDR kami saat ini telah mencapai 78,66%. Pencapaian ini merupakan perkembangan yang menggembirakan karena kredit yang disalurkan masih terus meningkat dan semakin memperkuat Bank Mandiri dalam menjalankan peran sebagai lembaga intermediasi secara aktif,” kata Zulkifli Zaini.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri sebagai bank terbesar di tanah air juga semakin tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga menjadi Rp376,4 triliun pada September 2011 dari Rp321,2 triliun pada September 2010. Tabungan masyarakat terus tumbuh mencapai Rp147,6 triliun atau tumbuh 22,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.

Dalam periode September 2010 – September 2011, Bank Mandiri telah menambah 230 unit kantor cabang menjadi 1.526 unit, sedangkan kantor Micro Business District Center (MBDC) & Micro Business Unit (MBU) bertambah 904 unit menjadi 1.861 unit. Pertambahan juga dilakukan pada jumlah Electronic Dana Capture (EDC) yang bertambah 27.888 unit menjadi 70.616 unit. Pertumbuhan transaksi elektronik tercatat sebesar 31,0% dibanding periode yang tahun lalu. Bank Mandiri akan terus mengembangkan jaringan kantor cabang dan elektronik untuk mendukung fokus bisnis di segmen wholesale, transactional Banking, dan retail financing.

Yang jelas, total kredit yang dikucurkan Bank Mandiri hingga triwulan III-2011 mencapai Rp297,48 triliun. Jumlah ini tumbuh 28,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 231,92 triliun. Porsi kredit terbesar dikucurkan ke sektor korporasi. "Pertumbuhan kredit yang cukup signifikan menjadi pendorong perolehan laba perseroan," kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N. Mansury di Jakarta, Senin.

Dijelaskan Pahala, porsi kredit Bank Mandiri disalurkan ke segmen korporasi dengan jumlah kredit Rp 103,2 triliun per September 2011, naik 22,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 84,2 triliun.

Sementara itu disusul oleh segmen komersial yang tumbuh 29,9% dalam setahun terakhir, dari Rp 57,5 triliun menjadi Rp 74,7 triliun. Sementara segmen konsumer juga tumbuh 26,6% dari Rp 28,6 triliun menjadi Rp 36,3 triliun.

Di segmen business banking atau small business, kredit tumbuh mencapai Rp 27,6 triliun per September, tumbuh 34,6% dibanding September tahun sebelumnya sebesar Rp 20,5 triliun. Sedangkan kredit di segmen mikro mencapai Rp 9,5 triliun, naik 45,4% dari Rp 6,5 triliun. Dan kredit internasional tercatat mencapai Rp 1,7 triliun, naik 30,7% dari Rp 1,3 triliun.

"Dalam setahun terakhir itu kita sudah salurkan di kisaran Rp 70,3 triliun. Itu disbursed Rp 112,9 triliun dikurangi angsuran Rp 42,6 triliun dalam setahun. Kredit paling besar tetap di sektor pengolahan atau manufaktur," papar Pahala.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), Bank Mandiri mampu mengumpulkan sampai Rp 376,37 triliun, naik 17,2% dari Rp 321,2 triliun. Dengan pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) mencapai 20,7%, menjadi Rp 221,05 triliun dari Rp 183,09 triliun. "LDR (rasio pinjaman terhadap simpanan) kita secara konsolidasi sudah sampai 78,6%. Bank only masih di kisaran 75%. Tingkat NPL (kredit bermasalah) gross kita turun dari 2,67% menjadi 2,56%," kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Dari sisi permodalan, setelah memerhitungkan risiko kredit, operasional dan pasar, posisi rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan mencapai 16,01%.

Fee Based Income

Pada triwulan III-2011, Bank Mandiri juga berhasil memacu pendapatan atas jasa atau fee-based income sehingga tumbuh sebesar 46,7% menjadi Rp8,6 triliun, dari Rp 5,9 triliun di triwulan ketiga 2010. pertumbuhan fee based income yang tercepat berasal dari anak-anak perusahaan, yang menunjukkan bahwa Bank Mandiri merupakan sebuah grup jasa keuangan yang terintegrasi dimana income dari 5 anak perusahaan utama mencapai Rp1,1 triliun.

Pencapaian kinerja keuangan yang positif tersebut semakin dilengkapi dengan berbagai penghargaan yang diterima. Bank Mandiri memperoleh award sebagai best bank di Indonesia dari tiga publikasi terkemuka di sektor keuangan, yaitu Finance Asia, Asiamoney dan Alpha South East Asia. Selain penghargaan sebagai best bank di Indonesia ketiga publikasi ternama itu juga menganugerahi Bank Mandiri untuk kategori lainnya. (bari/rin)

BERITA TERKAIT

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten'

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten' NERACA Serang - Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) selaku Bank milik pemerintah…

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Diyakini Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) diyakini akan menahan kebijakan bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" di…

OCBC NISP Yakin Pertumbuhan Kredit Dua Digit

  NERACA   Jakarta - PT OCBC NISP Tbk meyakini penyaluran kredit akan membaik pada triwulan IV/2017 sehingga mampu mencapai…

Utang Luar Negeri Naik 4,7%

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) naik 4,7 persen (year on year)…