Mulai 2012, Wajib Bagi Eksportir - Setor Valas Hasil Ekspor ke Bank Devisa

Jakarta - Mulai 2012, eksportir wajib memasukkan valuta asing hasil ekspor melalui bank devisa di Indonesia. Menurut Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah, kewajiban tersebut merupakan kebijakan Bank Indonesia tentang lalu lintas devisa terkait penerimaan devisa hasil ekspor (DHE) dan devisa penarikan utang luar negeri (DULN).

Alasan dikeluarkan kebijakan itu antara lain untuk memperkuat stabilitas makroekonomi khususnya stabilitas nilai tukar Rupiah. "Kebijakan ini diyakini dapat meningkatkan kesinambungan pasokan devisa ke pasar valuta asing domestik, sehingga ketergantungan terhadap dana jangka pendek yang bersifat spekulatif (hot money) berkurang dan nilai tukar rupiah akan lebih stabil," ujar Difi kepada Neraca, di Jakarta, Senin (31/10)

Menurut dia, sesuai dengan UU Nomor 24/1999 Tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, kebijakan ini tidak mewajibkan eksportir dan debitur untuk berapa lama menyimpan DHE dan DULN tersebut di perbankan dalam negeri dan atau mengkonversikannya ke mata uang Rupiah. "Kebijakan ini sesuai dengan kewenangan Bank Indonesia di dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter," katanya.

Difi mengatakan, semakin banyak devisa yang masuk ke dalam negeri juga akan menjadi sumber dana bagi pembiayaan berbagai aktivitas ekonomi dan peningkatan kegiatan usaha perbankan nasional. “Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas statistik ekspor, impor, utang luar negeri, neraca pembayaran (balance of payment) dan monitoring devisa sehingga mendukung kebijakan moneter maupun kebijakan perpajakan dan kepabeanan,” lanjutnya.

Kebijakan ini mulai berlaku 2 Januari 2012. Pada prinsipnya, semua DHE wajib diterima bank domestik paling lambat tiga bulan setelah tanggal ekspor sesuai yang tercantum dalam pemberitahuan ekspor barang (PEB). "Jadi, mulai tahun depan bank-bank nasional akan kebanjiran valuta asing yang masuk dari eksportir, sehingga cadangannya akan kuat, serta dampak rupiah juga menguat dan pasar valuta asing dalam negeri dapat berkembang," katanya. (novie)

BERITA TERKAIT

Milik Kader PKS, Hasil Survey Median Dongkrak Elektabilitas Prabowo

Milik Kader PKS, Hasil Survey Median Dongkrak Elektabilitas Prabowo NERACA Jakarta - Lembaga Survey Median, Senin (21/1), merilis hasil survey…

Menanti Skema Bijak bagi Pajak E-Commerce

Oleh: Pril Huseno Pemerintah berencana akan menerapkan pengenaan pajak 0,5 persen bagi bisnis e-commerce efektif 01 April 2019 mendatang. Potensi…

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah

Banten Jadi Pilihan Bagi Penglaju Mencari Rumah NERACA Jakarta - Riset Indonesia Property Watch (IPW) mengungkapkan sebagai daerah yang berbatasan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

SMF Berencana Terbitkan Surat Utang Rp9 Triliun

  NERACA   Jakarta - BUMN pembiayaan sekunder perumahan PT. Sarana Multigriya Finansial Persero (SMF) berencana menerbitkan surat utang dengan…

Tingkatkan Investasi, Bank Mandiri akan Pertemukan Investor

    NERACA   Jakarta - Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Jefferies akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2019,…

Bank NTB Syariah Gandeng Telkomsel

  NERACA   Mataram - Perseroan Terbatas Bank NTB Syariah memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi PT Telekomukasi Seluler (Telkomsel) untuk memperkuat…