Utang Lapindo Masih Rp1 Miliar

NERACA

akarta---- Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendesak PT Lapindo Brantas segera menyelesaikan kewajiban utang sebesar Rp1 miliar kepada masyarakat. Sehingga perusahaan dapat beroperasi kembali pada 2012. "Ganti rugi tadinya Rp3 miliar, sudah dibayar Rp2 miliar. Kekurangan Rp1 miliar yang harus dibayar ke masyarakat, harus dilunasi sesegera mungkin, paling tidak tahun depan," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo kepada wartaan di Jakarta, Senin (31/10)

Guru Besar ITB ini menambahkan hasil pembicaraan antara Kementerian ESDM dengan tim penanggulangan bencana Lapindo. "Kami baru saja berbicara dengan tim penanggulangan lumpur Lapindo, dan kemungkinan biayanya masuk ke dalam cost recovery," tambahnya.

Menurut Widjajono, meski izin kerja dari daerah sudah disetujui masih terdapat penolakan dari bupati dan gubernur yang belum dibayarkan utangnya. "Izin ngebor dan wilayah kerja sudah disetujui daerah, kabupaten, dan provinsi. Yang menolak adalah bupati dan gubernur yang belum menerima pembayaran piutang dari Lapindo," jelasnya.

Pemerintah, kata dia, bersedia membantu Lapindo untuk segera melunasi utang-utangnya sebelum proses ekplorasi agar tidak ada lagi penolakan dari kepala daerah. "Kalau belum dilunasi, warganya enggak mau dong," imbuhnya

Sebelumnya, pemerintah dalam nota keuangan dan Rancangan APBN Anggaran 2012 mengungkapkan akan kembali menyuntikkan dana tambahan untuk menanggulangi lumpur Lapindo pada 2012. Adapun dana tambahan itu mencapai Rp44,9 miliar untuk membantu menanggulangi bencana di Sidoarjo yang urung juga selesai.

Disebutkan pula Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dalam RAPBN 2012 direncanakan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1,331 triliun. Jumlah ini, secara nominal meningkat sebesar Rp44,9 miliar atau 3,5 persen bila dibandingkan dengan pagu anggaran belanja BPLS dalam APBN-P 2011 sebesar Rp1,286 triliun

Dengan dana tersebut pemerintah, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan dua program. Program pertama, yakni penanggulangan bencana lumpur Sidoarjo, dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,304 triliun.

Menurut pemerintah, alokasi dana tersebut adalah demi terlaksananya pengaliran luapan lumpur ke kali Porong sebanyak 48 juta M3 lumpur equivalent 16 juta M3 lumpur padu. Serta terlaksananya pembangunan tanggul dan drain tiga desa (Penjarakan, Kedungcangkring, dan Besuki

Sementara program kedua yakni dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya BPLS, dengan alokasi anggaran sebesar Rp26,7 miliar. "Diharapkan dapat terselesaikannya masalah hukum sebanyak satu laporan," tambahnya.

Lebih jauh, pemerintah mengemukakan dana tersebut dikucurkan untuk memberikan rasa aman kepada penduduk yang bermukim di wilayah pengaruh bencana lumpur Sidoarjo dan juga meningkatkan kinerja tahunan Bapel BPLS. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tutup CGV di Mall of Indonesia - Graha Layar Masih Agresif Buka Layar Baru

NERACA Jakarta –PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menutup kegiatan operasional layar lebar CGV di pusat perbelanjaan Mall Of I…

E-Bookbuilding Rampung Tengah Tahun - Peran BEI Masih Menunggu Arahan OJK

NERACA Jakarta – Mendorong percepatan modernisasi pelayanan pasar modal di era digital saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…