Izin Investasi 3 Jam untuk Investor Infrastruktur - Franky Sibarani, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan pihaknya akan meluncurkan kemudahan proses izin investasi 3 jam untuk investasi bidang infrastruktur. BKPM membuka layanan itu untuk 4 sektor utama, yakni perhubungan, ESDM, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, serta komunikasi dan informatika. Dengan demikian, diharapkan terjadi percepatan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

"Upaya yang dilakukan adalah dalam rangka mengoptimalkan dan mengefektifkan layanan izin investasi 3 jam bagi investasi di sektor infrastruktur serta dan mendukung program pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur," kata Franky di Jakarta.

Dengan penandatanganan itu, imbuh Franky, BKPM tak lagi mensyaratkan modal minimal Rp 100 miliar dan penyerapan tenaga kerja, namun akan mengacu pada proyek-proyek infrastruktur di sektor utama. Investor yang menanamkan modal dalam bidang-bidang tersebut dapat langsung ke kantor BKPM dan memanfaatkan layanan izin 3 jam itu.

Untuk bidang proyek infrastruktur ESDM, ada 6 usaha yang akan dilayani, yakni pengusahaan tenaga panas bumi, pembangkitan tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, distribusi tenaga listrik, penjualan tenaga listrik, penunjang tenaga listrik, dan izin usaha sementara hilir minyak dan gas bumi. Di sektor proyek infrastruktur perhubungan, ada 3 usaha yang akan dilayani, yakni perkeretaapian, kepelabuhan, dan kebandarudaraan.

Adapun di sektor pekerjaan umum adalah pengusahaan jalan tol, usaha sumber daya air dan irigasi, usaha air minum, usaha pengelolaan limbah, dan sistem pengelolaan persampahan. Di bidang komunikasi dan informatika, usaha yang dilayani adalah usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi dan bidang usaha penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang terintegrasi dengan jasa telekomunikasi.

"Hingga 18 Februari 2016, 20 perusahaan telah memanfaatkan layanan izin investasi 3 jam dengan investasi senilai Rp 54 triliun dan rencana penyerapan tenaga kerja 15.939 orang," papar Franky.

Menurut Franky layanan kemudahan layanan izin investasi 3 jam yang dikeluarkan, mendapatkan respon yang positif dari investor Tiongkok. Dubes RRT untuk Indonesia Xie Feng secara khusus mengapresiasi layanan izin investasi 3 jam yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 26 Oktober 2015 tersebut. Tercatat lima perusahaan asal Tiongkok telah memanfaatkan layanan investasi tersebut. Dari jumlah tersebut tercatat nilai investasi yang berhasil difasilitasi mencapai US$ 2,34 miliar (setara dengan Rp 32,5 triliun dengan kurs Rp 13.900).

Franky mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengkomunikasikan keberadaan layanan izin investasi 3 Jam kepada investor, termasuk dari Tiongkok sebagai salah satu negara yang menjadi prioritas pemasaran investasi.

Franky menambahkan bahwa dari nilai investasi sebesar Rp 32,5 triliun tersebut setara dengan 60% dari total 20 perusahaan yang mengurus investasi melalui layanan izin investasi 3 jam yang total investasinya mencapai Rp 54 triliun. “Tiongkok merupakan negara dengan nilai investasi terbesar yang memanfaatkan layanan investasi 3 jam tersebut,” ungkap Franky.

Lebih lanjut Franky menjelaskan bahwa dengan perluasan proyek-proyek infrastruktur di empat sektor, pihaknya berharap dapat semakin meningkatkan angka komitmen investasi dari Tiongkok. “Tahun 2015, komitmen investasi dari Tiongkok mencapai angka Rp 277 triliun atau sekitar US$ 22 miliar. Ini merupakan yang terbesar,” paparnya.

Layanan izin investasi 3 jam, menurutnya sangat positif bagi investor Tiongkok yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. “Di Tiongkok kami punya ungkapan, kalau di rumah kita harus bergantung pada orang tua, sementara di luar rumah kita biasanya bergantung pada teman. BKPM terbukti menjadi teman yang terpercaya dan dapat diandalkan oleh investor China yang menanamkan modalnya di Indonesia,” tukasnya.

Kenaikan komitmen investasi dari izin prinsip ini, sambung Franky, berasal dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 38 triliun atau naik 261 persen dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 168 triliun yang juga naik 101 persen dibanding periode sebelumnya.

Franky menjelaskan, peningkatan komitmen investasi karena pemerintah mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan di Tanah Air. Hal ini dibuktikan dengan bentuk apresiasi pemerintah dan investor luar negeri atas penanganan teror bom di Thamrin Jakarta, dan kesuksesan Indonesia menggelar Pilkada serentak tanpa gejolak.

"Pertumbuhan ekonomi kita juga meningkat, pemerintah fokus membangun infrastruktur dan melakukan eformasi dalam peningkatan investasi baik pelayanan, perizinan, insentif dan lainnya," terang Franky.

Franky menuturkan, penggerak utama kenaikan komitmen investasi adalah layanan izin investasi 3 jam. Sejak diluncurkan pada awal bulan lalu, layanan izin investasi 3 jam telah berhasil menarik nilai komitmen investasi Rp 31,8 triliun atau setara 15 persen dari total nilai komitmen investasi."Ada perusahaan asing yang berkomitmen investasi senilai Rp 31,8 triliun. Dengan penyerapan tenaga kerja langsung mencapai 2.385 orang," ujar Franky.

PMA ke-7 perusahaan itu, Franky menyebut, 3 investasi berasal dari Singapura, dari Inggris 1 investasi, 1 investasi dari Malaysia dan 2 investasi dari China.

Sedangkan lokasi kegiatan penanaman modal mengincar wilayah Banten sebanyak 2 investasi, 2 investasi di DKI Jakarta, 1 investasi di Riau, 1 di Sulawesi Tengah dan 1 investasi di Sulawesi Tenggara."Sektor investasinya, 2 investasi di sektor pembangkit listrik, 2 di sektor real estate, 1 investasi di sektor pertambangan serta sektor elektronik dan pengolahan sampah masing-masing 1 investasi," ujar Franky.

Dari data yang dimiliki oleh BKPM, investasi dari Tiongkok terus tumbuh melampui rata-rata realisasi selama lima tahun terakhir. Dalam kurun 2010-2014, investasi yang dicatatkan dari Tiongkok mencapai US$ 495 juta. Angka ini meningkat 26% menjadi US$ 628 juta pada tahun 2015. Periode 2010-2014, nilai investasi yang masuk dari Tiongkok mencapai US$ 1,5 miliar. (iwan)

BERITA TERKAIT

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…