Pajak Digenjot Untuk Bayar Utang

NERACA

Jakarta – Pemerintah menegaskan siap untuk mengurangi beban utang yang sudah mencapai Rp 1.754,91 triliun dengan rasio 27,3% dari PDB. Oleh karena itu pemerintah berupaya keras menggenjot penerimaan dari sektor pajak. “Rasio utang terhadap PDB kita upayakan pada level yang memang sudah harus kita sepakati bersama dan kita jaga pada level 24%," kata Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Jakarta, Senin (31/10)

Lebih jauh Anny mengaku optimis bisa mengurangi beban utang. Karena target penerimaan negara dari sector pajak untuk sementara ini sudah melebihi target dan bisa digunakan untuk membayar utang. “"Sampai hari ini penerimaan pajak kita melampaui targetnya untuk periode yang sama. Jadi kalau itu bisa kita lakukan, maka otomatis utang yang kita perlukan untuk biayai defisit bisa kita kurangi," terangnya

Dalam APBN 2012, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan bakal mencapai Rp 1.032,6 triliun dalam APBN 2012. Angka tersebut naik Rp 13,2 triliun dari perkiraan awal Rp 1.019,3 triliun yang dibacakan Presiden SBY dalam Nota Keuangan 2012. Meskipun begitu, pemerintah dalam APBN 2012 tetap berencana untuk menambah utang sebesar Rp 133,56 triliun yang dilakukan untuk menambal defisit anggaran tahun depan yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 124,02 triliun, atau 1,5% dari PDB.

Yang jelas, kata Menteri Keuangan, Agus Marto, masyarakat tidak perklu khawatir secara berlebihan terhadap beban utang Indonesia yang makin besar. "Kita tidak perlu khawatir yang berlebihan terhadap posisi utang Indonesia," jelasnya.

Menurut Agus, alasan saat ini rasio utang pemerintah terhadap PDB terus menurun. Pada 2000 rasio utang pemerintah 88%, sementara saat ini kata Agus sudah turun jadi 26% dan di 2012 ditargetkan menjadi 24%. "Ini artinya nilai produktivitas utang tinggi dan mampu menciptakan skala ekonomi yang jauh lebih besar dibanding nilai entitas utang tersebut," katanya.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan anggaran negara sulit lepas dari defisit. Sehingga pemerintah masih harus membiayai anggaran lewat utang namun pengelolaannya harus baik.

Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Markus Mekeng mengungkapkan pemerintah berencana menyicil bunga utang Rp 122,2 triliun tahun depan. Jumlah tersebut sebanyak 12,6% dari total belanja pemerintah pusat di 2012. "Bunga utang dalam negeri Rp 88,5 triliun dan bunga utang luar negeri sebesar Rp 33,714 triliun," ujarnya

Jumlah beban bunga utang di 2012 ini lebih rendah dari rencana awal yang sebesar Rp 123,1 triliun. Seperti diketahui, total utang pemerintah Indonesia hingga September 2011 mencapai Rp 1.754,91 triliun. Dalam sebulan jumlah utang itu naik Rp 10,57 triliun dibanding posisi Agustus 2011 yang sebesar Rp Rp 1.744,34 triliun.

Dibandingkan dengan jumlah utang di Desember 2010 yang sebesar Rp 1.676,85 triliun, jumlah utang hingga September 2011 bertambah Rp 78,06 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang RI juga naik dari 27,15% pada Agustus menjadi 27,3% pada September 2011. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

Beban Utang Negara

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan masyarakat tak khawatir terhadap kebijakan pemerintah untuk berutang. Alasannya, utang merupakan responsibility choice dan strategi…

Tantangan Bekerja untuk Keadilan

Oleh: M. Sunyoto Setiap pemimpin politik punya visi tentang keadilan, setidaknya dia paham secara teoritis apa yang disebut dengan tindakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Luhut Sebut Ada Kesempatan Tingkatkan Peringkat Investasi

  NERACA Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan menyatakan adanya peluang peningkatan peringkat layak investasi (investment grade)…

Mesin Taiwan Mampu Hemat 30%

  NERACA Cikarang - Taiwan mulai fokus untuk memproduksi mesin mesin dengan teknologi tinggi namun dengan harga yang cukup rendah,…