Memilih Asuransi Yang Sesuai

NERACA. Memilih asuransi yang menguntungkan bukan perkara mudah. Ada amat banyak perusahaan-perusahaan asuransi yang menawarkan sejumlah paket asuransi. Bila kita tak memiliki pengetahuan dasar seputar asuransi yang akan Anda pilih, bukan mustahil Anda akan kecewa dengan kerjasama yang Anda jalin dengan perusahaan asuransi tidak sesuai dengan yang direncanakan.

Program asuransi seperti asuransi nyawa, asuransi kesehatan, asuransi beasiswa, hingga program health insurance dan medical insurance memang menawarkan kebaikan bagi Anda, namun dalam memilih asuransi kita patut menganalisa dengan mengkomparasikan sejumlah asuransi.

Simak dengan cermat apa saja yang ditanggung, lalu simak pula sejumlah catatan kaki, terkadang disanalah tertera point-point yang tak memberi keuntungan para konsumer. Untuk memilih perusahaan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, kita harus mengetahui perbedaan diantara beberapa asuransi, dengan tetap fokus pada jenis klaim yang dapat Anda lakukan. Bahkan bagi beberapa orang, diperlukan metode teruji dalam mencari perusahaan asuransi yang tepat untuk Anda.

Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu resiko. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak bisa menghindar dari resiko kecelakaan pada diri Anda, tetapi Anda bisa memproteksi diri Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.

Apakah semua resiko yang bisa terjadi pada Anda perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering Anda pakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya Anda akan mengasuransikan sepatu Anda? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu Anda hilang, jumlah kerugian Anda mungkin tidak seberapa.

Lain halnya bila rumah Anda mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, Anda perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah Anda. Pilihan untuk mengantisipasi resiko-resiko tersebut, disebut dengan Manajemen Resiko atau cara mengantisipasi resiko.

Kerugian keuangan bisa terjadi bila Anda mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang milik Anda hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga bisa terjadi bila Anda mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, semisal saat Anda menabrak orang lain hingga terluka dan Anda diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya.

Dengan beberapa cara memilih asuransi jiwa, Anda tidak akan memilih asuransi jiwa dan perusahaan asuransi yang cocok untuk Anda, atau keluarga Anda. Selain itu, beberapa tip yang lebih mendetail akan sangat membantu Anda dalam mengetahui kebutuhan asuransi jiwa Anda.

Pertama; Anda harus mempertimbangkan usia Anda, atau anggota keluarga Anda yang akan diasuransikan jiwanya. Salah satu alasan mengapa Anda membutuhkan beberapa cara memilih asuransi jiwa untuk memilih asuransi jiwa yang tepat adalah karena ada banyak jenis asuransi jiwa yang tersedia.

Setidaknya ada tiga jenis asuransi jiwa, yang dibedakan berdasarkan usia yang diasuransikan jiwanya: usia 20 tahunan, Usia 30-40 tahun, dan Usia 50 tahun ke atas. Apabila Anda baru lulus atau sedang duduk di bangku kuliah, misalnya, Anda disarankan untuk memilih jenis asuransi jiwa yang pertama.

Beberapa cara memilih asuransi jiwa juga akan menyebutkan, sebelum Anda pensiun, sebaiknya Anda membeli produk asuransi jiwa untuk usia 50 tahun ke atas. Akan ada banyak manfaat yang akan Anda rasakan dengan membeli produk asuransi sebelum Anda pensiun.

Cara memilih asuransi jiwa kedua adalah memilih produk yang mampu Anda beli; sebaiknya menentukan berapa uang asuransi bulanan yang mampu Anda bayar. Beberapa cara memilih asuransi jiwa juga akan menyarankan Anda untuk menyisihkan beberapa budget bulanan Anda untuk membayar asuransi jiwa Anda atau anggota keluarga Anda.

Untuk itu Anda harus mampu mengatur sistem pengeluaran Anda, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok Anda yang lain, selain membayar asuransi jiwa. Berhubungan dengan cara memilih asuransi jiwa berdasarkan kemampuan atau daya beli Anda diatas, Anda harus menemukan perusahaan asuransi jiwa yang menawarkan berbagai jenis produk dengan harga yang relatif terjangkau. Karena faktanya, tak jarang ditemukan asuransi yang cocok, akan sangat menentukan kualitas dan pelayanan asuransi jiwa yang Anda dapatkan.

Oleh karenanya, dalam memilih asuransi jiwa terpenting adalah; menemukan perusahaan asuransi atau bank terpercaya yang menawarkan asuransi jiwa dengan pilihan yang bervariasi, dan dengan harga yang terjangkau.

Apabila Anda kesulitan menemukan perusahaan atau bank semacam ini, maka cara memilih asuransi jiwa selanjutnya adalah: mencari referensi pada teman atau saudara Anda, yang telah memiliki asuransi jiwa. Namun sebenarnya, Anda bisa menemukan perusahaan asuransi terpercaya di mesin pencari internet, dengan memasukkan kata kunci seperti asuransi jiwa terbaik.

BERITA TERKAIT

Generasi Milenial Potensial Pasar Asuransi

    NERACA   Jakarta - Perusahaan asuransi dan manajemen aset AXA Indonesia (AXA Group) menyatakan generasi milenial (penduduk Indonesia…

Pemkab Kuningan Adakan Bursa Inovasi Desa, Ini Hasil yang Diharapkan

Pemkab Kuningan Adakan Bursa Inovasi Desa, Ini Hasil yang Diharapkan NERACA Kuningan – Kedepan kepala desa harus inovatif dalam pemberdayaan,…

BEI Pastikan 99% Anggota Bursa Siap - Implementasi T+2 Sesuai Jadwal

NERACA Jakarta - Sebagai tindak lanjut pencanangan rencana implementasi percepatan siklus penyelesaian transaksi bursa dari T+3 ke T+2 oleh self…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…