Diantara Konsep dan Keinginan Pengantin

NERACA. Untuk bisa menghasilkan foto pre wedding yang baik, tidaklah cukup hanya mengandalkan kemampuan dan kecanggihan kamera. Hal lain yang perlu dipersiapkan adalah peralatan pendukung lain, seperti tripod dan lightning equipment yang akan menjamin kualitas foto.

Kehadiran stylist atau pengarah gaya pun tidak boleh dipandang sebelah mata, karena bagaimanapun kualitas hasil foto yang baik tidak hanya bergantung pada kerapihan tata rias dan komposisi gambar, gaya pengantin pun sangat berpengaruh juga untuk mendukung tema yang diangkat.

Kenyamanan pengatin juga perlu diberi perhatian khusus, makanan ringan, minum, sampai payung jangan sampai dilupakan. Rasa lapar, haus, dan jemu calon mempelai tentu akan sangat mempengaruhi ekspres wajah mereka saat difoto.

Dan tak ada salahnya untuk menggunakan jasa asisten fotografer agar proses Hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah menentukan tema foto, apakah termasuk klasik, modern, atau religius. Hal ini perlu dibicarakan oleh calon pengantin dan fotografer dari jauh-jauh hari karena bagaimanapun penentuan tema akan berpengaruh pada pemilihan busana dan lokasi pemotretan.

Menariknya, apabila didasari hobi, menjalankan bisnis foto pra wedding akan menjadi bisnis yang menyenangkan di samping mendatangkan penghasilan yang lumayan.

Tampil beda dan unik. Inilah salah satu skenario yang kini sedang trend dalam konsep foto pre wedding. Ada lagi pose-pose foto yang mengadaptasi kisah tradisional Jaka Tarub atau Rama dan Shinta, di mana kedua calon pengantin seolah-olah menjadi aktor dan aktris utamanya. Bahkan, ada juga yang rela naik ke puncak Gunung Sibayak demi sebuah foto pre wedding yang bernilai historis.

Bagi sebagian orang, mungkin ini adalah sebuah ide yang sedikit aneh, tapi, justru di situlah nilai sebuah dokumentasi foto pre wedding. Sebab, pada dasarnya foto pre wedding itu adalah dokumentasi tentang indahnya masa-masa pacaran. Tak heran bila banyak orang yang mengabadikannya dengan berbagai konsep foto.

Canggihnya teknologi fotografi dewasa ini memang telah memungkin itu semua. Apalagi, dengan munculnya kamera digital dan perangkat lunak pengolah foto (photoshop), telah memungkinkan lahirnya konsep fotografi yang awalnya masih dalam imajinasi. Apalagi dilengkapi dengan CD tutorial yang beraneka ragam. Kalau ingin mencetaknya juga banyak tidak harus di studio foto, di tempat percetakan offset juga bisa. Itulah perkembangan sekarang ini.

Trend memang terus berjalan, bila dahulu banyak orang yang ingin foto pra wedding menggunakan teknologi infra merah atau kolase. Sekarang, konsep seperti itu tampaknya mulai menjenuhkan. Orang maunya yang tampil beda, misalnya, skenario gadis Jepang yang bolos dari sekolah. Atau, mengadaptasi kisah tradisional. Seperti Jaka Tarub atau Rama dan Shinta.

Ketika mode menjadi sebuah kebutuhan, dokumentasi foto pra wedding memang telah menjadi salah satu bagian yang tak boleh diabaikan. Berbagai ide muncul dalam benak orang yang ingin mendokumentasikan saat-saat terakhir masa lajangnya. Selanjutnya, tinggal mewujudkannya dengan fotografi.

Berbeda dengan diluar negeri yang tidak mengenakan biaya apapun untuk melakukan pemotretan pre wedding foto ditempat umum atau tempat wisata, di Indonesia khususnya di Jakarta hampir semua tempat pariwisata dikenai biaya yg besarnya pun bervariasi.

Sejalan dengan waktu, saat ini hampir semua tempat, terutama sekitar Jakarta, menuntut pembayaran kalau dipakai untuk pemotretan pre wedding. Beberapa kompleks perumahan bahkan memasang tarif sampai tujuh digit rupiah. Sampai saat ini hanya perumahan Springhill di kawasan Kemayoran yang justru mengadaptasi kebutuhan fotografi pre wedding dengan cuma-cuma.

Dalam memotret pre wedding, seorang fotografer harus mampu mengarahkan gaya sang calon pengantin (kalau perlu membawa pengarah gaya) serta bisa memanfaatkan keindahan tempat pemotretan dengan maksimal. Namun, kalau tidak waspada, keindahan tempat yang dipakai justru bisa membawa risiko pada kerusakan alat seperti yang terekam di halaman ini.

BERITA TERKAIT

Perlu Memahami Konsep TKDN

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam sistem industri harus hadir dalam dimensi…

Pertamina EP dan Chemindo Inti Usaha Jalin Kerjasama - Pemanfaatan CO2

        NERACA   Jakarta - PT Pertamina EP dan PT Chemindo Inti Usaha bersepakat menjalin kerja sama…

Sinarmas MSIG dan Bank Jatim Syariah Luncurkan Bancassurance

  NERACA   Surabaya - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…