Uang Baru Bisa Tekan Pemalsuan

NERACA

Jakarta----Peluncuran desain baru tiga pecahan uang baru, masing-masing Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp20 ribu oleh Bank Indonesia (BI) diharapkan dapat menekan peredaran uang palsu di masyarakat. "Iya kita berharap selalu satu langkah lebih dulu dari teknologi pemalsuan uang. Tentunya kita berharap ini akan menekan pemalsuan uang kedepan," kata Kabiro Humas BI Difi A Johansyah kepada wartawan di Jakarta,30/10

Lebih jauh kata Difi, sekarang ini dalam satu juga lembar uang yang beredar enam sampai sepuluh lembar uang palsu.” Sekarang ini uang palsu antara enam sampai 10 lembar per satu juta lembar uang yang beredar," tambahnya

Selain menekan peredaran uang palsu, tujuan dari upgrade pecahan mata uang salah satunya meningkatkan kualitas pengamanan uang kertas sesuai teknologi terkini. "Ini adalah langkah yang secara berkala selalu dilakukan oleh bank sentral," tambahnya.

Namun saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai berapa banyak atau berapa persen desain uang baru ini akan menekan peredaran uang palsu, Difi masih belum bisa menjawabnya. "Wah belum tahu. Kalau menekan uang palsu, iya pastilah," pungkasnya.

Sebelumnya BI meng-upgrade tiga pecahan mata uang Rupiah. Pecahan mata uang yang di-upgrade adalah pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, dan Rp20 ribu.

Pada pecahan Rp100 ribu, BI menambahkan kode untuk tuna netra (blind code) berupa dua buah lingkaran yang kasat mata dan kasar jika diraba. Selain itu, BI juga melakukan penambahan pengaman rainbow printing, berupa bidang berbentuk segi empat yang berubah jika dilihat dari sudut pandang tertentu. Pada gambar belakang, juga ada tulisan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) selain juga MPR dan DPR, itu yang membedakan cetakan uang 2004 dengan yang di-upgrade. **sahlan

BERITA TERKAIT

Waspadai Praktik Politik Uang

Pelaksanaan Pemilu dan Pileg yang bersamaan pada 17 April 2019 akan menjadi perhatian apparat keamanan, khususnya Polri. Kapolri Jenderal Pol…

Gelar National Campaign Reksa Dana - APRDI Targetkan 500 Ribu Investor Baru

NERACA Jakarta- Pacu pertumbuhan investor reksadana lebih besar lagi, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi (APRDI) bersama Asosiasi Bank Agen…

TERMINAL KARGO BARU BANDARA JENDERAL AHMAD YANI

Petugas beraktivitas di Terminal Kargo dan Pos Bandara Jenderal Ahmad Yani yang berada di lokasi baru seusai diresmikan, di Semarang,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

DPR Desak Pemerintah Bikin Badan Pangan Nasional

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Hardisoesilo mengingatkan pemerintah agar segera…

Pembangunan Infrastruktur Berefek Ganda

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus membangun sarana infrastruktur dengan efek…

REI Kontribusi 40% Program Sejuta Rumah

  NERACA   Jakarta - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melalui anggotanya memberikan kontribusi 394.686 unit rumah atau 40 persen…