Bank BRI Raih Laba Rp10,43 T

Triwulan III 2011

Senin, 31/10/2011

Jakarta - Pada kuartal III 2011, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp10,43 triliun atau naik 56,69% dibandingkan periode yang sama 2010. Laba yang diperoleh sebagian besar berasal dari hasil pencapaian usaha operasional Bank BRI.

"Peningkatan laba tersebut didukung oleh total aset Bank BRi yang meningkat sebesar 21,66%, yaitu dari Rp320,84 triliun pada kuartal III 2010 menjadi Rp390,34 triliun pada kuartal III 2011," ucap Direktur UMKM BRI, Djarot Kusumajakti di Jakarta, Jumat (28/10).

Peningkatan modal juga mengalami pertumbuhan sebesar 37,3% dari Rp32,73 triliun menjadi Rp44,93 triliun pada kuartal III 2011. BRI berhasil meningkatkan portofolio kredit sebesar Rp47,63 triliun meningkat 20,83% dari Rp228,7 triliun menjadi Rp276,32 triliun.

Sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat20,5% dari Rp257,02 triliun menjadi Rp309,71 triliun. "Komposisi DPK pada kuartal III 2011 masing-masing adalah Giro Rp54,4 triliun (17,58%), tabungan Rp130,06 triliun (41,99%) dan deposito Rp125,21 triliun (40,43%)," jelas Djarot.

Bank BRI berada pada posisi teratas di dalam industri perbankan nasional dalam peran sertanya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit. Bank BRI berhasil meningkatkan portofolio kredit sebesar Rp47,63 triliun meningkat 20,83% dari Rp228,70 triliun di Triwulan III Tahun 2010 menjadi Rp276,32 triliun di Triwulan III Tahun 2011.

Komitmen Bank BRI untuk fokus dan konsisten melayani UMKM dengan menyalurkan kredit kepada UMKM menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan aset kredit BRI.

Pertumbuhan kredit mikro meningkat sebesar 32,65% dari Rp66,20 triliun pada Triwulan III Tahun 2010 menjadi Rp87,81 triliun pada Triwulan III Tahun 2011. Upaya yang dilakukan BRI dalam pengembangan sektor UMKM adalah dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Triwulan III Tahun 2011 Bank BRI menyumbang porsi terbesar dalam realisasi penyaluran KUR dibandingkan bank penyalur KUR lainnya. Oustanding KUR Bank BRI pada Triwulan III Tahun 2011 sebesar Rp14,43 triliun dengan total debitur sejumlah 1,92 juta debitur.

Dalam penghimpunan dana, Bank BRI berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,50% dari Rp257,02 triliun di Triwulan III Tahun 2010 menjadi sebesar Rp309,71 triliun di Triwulan III Tahun 2011.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan kegiatan-kegiatan pemasaran yang telah dilakukan, pengembangan jaringan unit kerja maupun electronic channel serta pengembangan fitur produk simpanan. Komposisi DPK Bank BRI pada Triwulan III Tahun 2011 masing-masing adalah Giro Rp54,44 triliun (17,58%), Tabungan Rp130,06 triliun (41,99%) dan Deposito Rp125,21 triliun (40,43%).

Dengan adanya peningkatan penyaluran kredit dan pertumbuhan DPK, maka komposisi Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank BRI menjadi sebesar 89,22%. Keberhasilan untuk menekan tingkat NPL Gross dari angka 4,28% di Triwulan III Tahun 2010 menjadi 3,34% di Triwulan III Tahun 2011 juga menjadi bukti keberhasilan Bank BRI untuk meningkatkan kualitas aset.

Rasio-rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE mengalami peningkatan pada Triwulan III Tahun 2011. Nilai ROA (Return on Asset) meningkat dari 3,65% di Triwulan III Tahun 2010 menjadi sebesar 4,67% pada Triwulan III Tahun 2011. Nilai ROE (Return on Equity) juga meningkat dari 34,28% pada Triwulan III Tahun 2010 menjadi sebesar 39,86% pada Triwulan III Tahun 2011. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank BRI meningkat dari 13,36% di Triwulan III Tahun 2010 menjadi 14,84% pada Triwulan III Tahun 2011.