Konstruksi Tol Cikampek-Palimanan Ditargetkan November

NERACA

Jakarta—Pemerintah menargetkan dan mempercepat proyek infrastruktur pengerjaan konstruksi jalan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116,75 km bisa dimulai November 2011. Karena itu proses pengerjaannya diminta berjalan pararel antara konstruksi dan pembebasan tanah. “Diharapkan segera bisa groundbreaking. Untuk menandakan kegiatan ini, bisa segera dimulai November 2011," jelas Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di Jakarta, Kamis (27/10)

Diakui Djoko, pembebasan lahan jalan tol ini baru mencapai 90%. Namun proyek infrastruktur tersebut sudah bisa dikerjakan pelaksanaanya. “Total 10% yang belum bebas. Tapi sudah memungkinkan untuk dimulai proses konstruksinya. Pemerintah harapkan berjalan secara paralel antara konstruksi dan sisa pembebasan lahan,” tambahnya

Lebih jauh kata Djoko, masih ada sekitar 10% lahan yang belum dibebaskan, diantaranya tanah desa, kas desa Pemkab Subang, atau tanah kehutanan dan masyarakat. Pemerintah telah menawarkan penyelesaian termasuk konsinyasi dan diharapkan tuntas Desember.

"Ada aset desa yang belum dapat persetujuan pelepasan dari Gubernur. Sudah berhubungan untuk menyelesaikan. (Pemerintah) pusat akan ganti aset desa. Tanah wakaf, menurut UU bisa dipakai dan diganti seizin Menteri Agama, jika ada izin dari badan wakaf Indonesia," tandasnya

Menurut Djoko, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) dinilai mampu memenuhi ekuitas sekitar 30% dari total investasi proyek tol ini. Tol Cikampek-Palimanan juga memenuhi kelayakan tingkat pengembalian modal atau financial internal rate of return (FIRR) on Equity 17,86%pp dan masa konsesi 35 tahun sejak tanggal penandatanganan.

Tol Cikampek-Palimanan milik LMS memiliki panjang 116,75 km dan terbagi menjadi enam seksi. Seksi I, Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 km, seksi II, Kalijati-Subang sepanjang 9,56 km, seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 km. Kemudian dilanjutkan seksi IV Cikedung-Kertajati 17,66 km, seksi V Kertajati-Sumberjaya 14,51 km, dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan 14,53 km.

Jalan tol ini rencananya memiliki jalur awal 2x2 dan akhir 2x3, dengan lebar jalur 3,6 Km. Pembebasan tanah ditargetkan rampung Desember 2011, namun pada kenyataannya baru seksi IV dan V yang sudah tuntas 100%. Khusus seksi VI bahkan progres pembebasan lahan baru 58,2%.

Sementara itu, kataPresiden Direktur LMS, Muhammad Fadzil bin Abdul Hamid mengaku PT Lintas Marga Sedaya (LMS), pemegang konsesi jalan tol Cikampek-Palimanan mendapatkan pinjaman sekitar Rp 8 triliun dari konsorsium perbankan guna membiayai proyek tersebut. Dana ini untuk melengkapi 70% investasi di jalan Cikampek-Palimanan. "Bentuknya akan konsorsium perbankan. 70% akan didanani dari perbankan. Kita sedang usahakan, dan sebelum Maret 2012 sudah deal," katanya.

Lebih jauh Fadzil menerangkan, Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA) menjadi pemimpin atas konsorsium ini. Anggota konsorsium tidak hanya perbankan lokal, asingpun be minat dalam pendanaan tol Cikampek-Palimanan ini. "Kira-kira ada 10 bank, ada dalam dan luar negeri. Kami juga sedang negoisasi dengan perbankan swasta Malaysia," tambahnya.

Total investasi jalan tol Cikampek-Palimanan Rp 12,562 triliun. Sekitar Rp 550 miliar akan habis untuk biaya pembebasan lahan, sisanya Rp 7,67 triliun merupakan biaya konstruksi yang rencananya akan terlaksana di Februari 2012 dan tuntas di Juli 2014. Artinya tol sepanjang 116,75 km ini harus selesai pembangunannya dalam 30 bulan dan dapat beroperasi Agustus 2014.

LMS merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhad (55%), dan PT Baskhara Utama Sedaya (45%). **cahyo

BERITA TERKAIT

Rampungnya Tol Dorong Peningkatan Tingkat Hunian Hotel di Surabaya

Rampungnya Tol Dorong Peningkatan Tingkat Hunian Hotel di Surabaya  NERACA Surabaya - Rampungnya sejumlah pembangunan tol di Jawa Timur mendorong…

Kawasan Industri Teluk Bintuni Ditargetkan Serap US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri di luar Jawa, salah satunya di Kawasan Industri Teluk Bintuni,…

Menakar Manfaat Subsidi Tol Laut

Oleh: Sarwani Analis Ekonomi Pembangunan Nasib subsidi tol laut dalam tahun anggaran mendatang berada di ujung tanduk. Pasalnya, DPR RI…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Modena Benamkan Teknologi Magnihealth di Produk Water Heater

      NERACA   Jakarta - PT Modena Indonesia mewujudkan inovasi terbarunya dalam bentuk unit pemanas air kapasitas 20…

Taiwan Excellence Dorong Pertumbuhan E-sports di Indonesia

    NERACA   Jakarta - Potensi pasar gaming di Indonesia saat ini kian berkembang. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh…

Ancaman Gagal Panen Berpotensi Naikkan Harga Komoditas Pangan

    NERACA   Jakarta - Gagal panen terancam akan terjadi pada komoditas pangan, terutama komoditas strategis seperti beras. Ancaman…