Berkarya Dalam Keseimbangan Hidup

Dirut PT Total Recovery Solution Komang Ni Sawitri

Sabtu, 29/10/2011

NERACA. Tetap mensyukuri dan senantiasa bersikap low profile, menjadi prinsip hidupnya. Dialah Direktur Utama PT Total Recovery Solution Komang Ni Sawitri, perempuan dengan segudang aktifitas karya ditengah kehidupannya yang seimbang.

“Do the best in every aspect activity and never give up,” ungkapnya. Sawitri akrab ia disapa, memang memiliki kesibukan yang luar biasa. Kecerdasan dan kepiawaian mengentaskan persoalan, mengantar dirinya menempati sejumlah posisi penting disejumlah perusahaan dan organisasi.

“Bekerjalah dengan hati dan berusahalah memecahkan persoalan dengan win win solution,” ujarnya memberi kiat. Dewan Komisaris PT Kimia Farma Apotik ini menjelaskan, bahwa sebenarnya tak terlalu sulit membagi waktunya, ia justru merasa aktivitasnya disejumlah perusahaan dan organisasi menjadi support bagi dirinya dengan bertambahnya ilmu pengetahuan, “Semua berjalan bersinergi, seperti memadukan teori dan praktek,” ungkap Direktur Kerjasama dan Humas Sekolah Bisnis dan Manjemen STEKPI-Jakarta ini menerangkan.

Pengamat persoalan perekonomian ini memandang, bila setiap kejadian baik atau buruk, semua adalah anugerah yang kuasa, “Karena kita sebenarnya dapat banyak belajar dari dua kejadian yang berbeda,” ujarnya, karena itu inti sari dari kehidupan adalah keseimbangan, “Kita harus tetap bersyukur sepenuhnya disetiap tarikan nafas,” ungkapnya, baik dalam aktifitas bekerja, bersosial maupun berkeluarga.

Sawitri yang juga aktif sebagai Direktur Center For Women Leader, dan anggota Bidang Organisasi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menuturkan bahwa peran wanita Indonesia dalam sektor bisnis dan usaha, maupun aktifitas sosial lainnya sudah semakin meningkat, “Ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah wanita yang bekerja diberbagai aktivitas pekerjaan,” ujarnya.

Di sektor bisnis, lanjut Sawitri, kita bisa melihat peningkatan jumlah anggota IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Artinya sudah banyak pengusaha-pengusaha wanita Indonesia bermunculan, termasuk peranan wanita di usaha mikro dan home industry.

Ia menilai bila saat ini telah muncul kesadaran wanita Indonesia untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, rumah tangga dan bangsa. Namun ia masih menyayangkan, masih sedikitnya porsi wanita yang menduduki jabatan penting, “Masih banyak juga perusahaan yang tidak memberikan kesempatan kepada wanita untuk menduduki posisi yang tinggi,” ujarnya.

Namun Sawitri tetap mensyukuri dan bangga dengan para wanita Indonesia, dengan kemajuan dan prestasi yang sudah diraihnya, “Saat ini adalah saat yang tepat bagi wanita Indonesia untuk memaksimalkan potensi dirinya karena kesempatan sudah lebih terbuka,” ungkap Ketua bidang Kerjasama Industri Nasional dan Internasional APINDO DKI ini berharap.

Menurutnya peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang sangat penting untuk dikelola dengan baik, namun ia menilai, pengelolaan dan pemberdayaan UMKM masih belum maksimal, “Masih banyak persoalan yang muncul dalam mengembangkan UMKM,” tuturnya.

Karena itu, ia menyarankan empat langkah dalam mengentaskan persoalan UMKM dan usaha mikro lainnya. Pertama; dengan menambah pelatihan, dan pendidikan bagi SDM UMKM. Kedua; akses terhadap bahan baku, permodalan, teknologi, dan dukungan sarana pemasaran. Ketiga; meningkatkan kualitas produk UMKM, “Peningkatan kualitas ini juga terkait dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia, permodalan, dan bahan baku,” ujarnya.

Dan keempat adalah terbukanya akses UMKM untuk go internasional. “Kita beri informasi mengenai produk dan kualitasnya, lalu seperti apa yang layak untuk di ekspor, tatacara ekspor, serta membuka akses UMKM dengan para importir,” ungkapnya.

Dengan fokus pada keempat langkah tersebut, ia berharap UMKM sebagai motor pengerak roda perekonomian bangsa dapat menjadi kenyataan, “Semua dapat dilakukan dan berjalan dengan sinergi,” ujarnya. Seperti prinsip hidupnya, do the best in every aspect activity and never give up.