ASEAN-CHINA sepakat Bangun Pertumbuhan Hijau

NERACA

Nanning--- Negara-negara anggota ASEAN dan China bertekad menggalang kerja sama dalam perlindungan lingkungan demi terciptanya kawasan pertumbuhan yang berwawaskan lingkungan (green regional growth). "Kita harus berubah menuju pembangunan industri yang berkesinambungan, " kata Wakil Sekjen Sekretariat ASEAN Misran Carmer dalam Pameran Dagang dan Industri ke-8 China-ASEAN (CAEXPO-8) di kota Nanning, China, 26/10

Menurut Misran Carmer, China dan negara-negara ASEAN saat ini sudah menyadari risiko kerusakan lingkungan akibat pengembangan industri yang dilakukan di masa lalu. Karena itu China berharap bersama ASEAN mampu meningkatkan kerja sama di bidang perlindungan lingkungan, baik teknologi maupun kebijakan yang akan diambil.

Sementara Wakil Menteri China Bidang Proteksi Lingkungan Li Ganjie mengemukakan bahwa negara-negara ASEAN dan China yang berdekatan wilayahnya telah tumbuh menjadi negara industri baru yang sarat dengan berbagai tantangan bersama. "Untuk itu kita perlu bekerja sama mewujudkan program pembangunan yang berkesinambungan, yang pada gilirannya dapat menciptakan keseimbangan lingkungan sosial dan ekonomi di kawasan ini," katanya.

Sedangkan Direktur Kerjasama Proteksi Lingkungan China-ASEAN Tng Dingding berharap agar kerja sama ASEAN dan China di bidang perlindungan lingkungan akan menjadi model kerja sama Selatan-Selatan.

Menurut dia, program proteksi lingkungan di wilayah pedesaan China dan negara-negara ASEAN adalah kerja sama yang penting bagi kedua belah pihak dan telah diintegrasikan menjadi rencana aksi bagi kerja sama China-ASEAN yang akan diawali pada 2012.

Pentingnya kerja sama perlindungan lingkungan juga ditekankan oleh PM Malaysia Najib Abdul Razak dalam sambutannya pada pembukaan CAEXPO-8. Ia antara lain mengingatkan, China-ASEAN hendaknya tidak membiarkan berlanjutnya perluasan dan integrasi ekonomi kedua belah pihak yang menjadikan generasi mendatang sejahtera tetapi abai terhadap kelestarian alam.

CAEXPO yang berlangsung setiap tahun sejak 2004 merupakan ajang pameran untuk mempromosikan barang-barang dagang dan industri China maupun negara-negara anggota ASEAN di sekitar 4.000 stan dari berbagai paviliun yang ada.

Dalam pameran dagang itu, Papua Barat menjadi salah satu "Provinsi Simpatik" bersama provinsi lainnya di negara anggota ASEAN. Anjungan berbentuk rumah panggung yang dikenal sebagai "Mod Meyah" atau rumah kaki seribu karena konstruksinya disangga oleh kaki-kaki terbuat dari tancapan kayu tersebut cukup menarik pengunjung pameran.

Umumnya pengunjung tertarik dengan dua pemukul tifa berpakaian tradisional setempat yang kepalanya dihiasi ornamen burung cenderawasih. Selain menyaksikan barang-barang tradisional buatan Papua seperti koteka dan aneka barang-barang kerajinan dari kulit yang juga dijual secara eceran, para pengunjung juga meminta berpose untuk foto bersama. **cahyo

BERITA TERKAIT

Mitra Sociopreneurs Muda DBS Berbagi Kiat Sukses - Dukung Pertumbuhan Wirausaha Sosial

Membangun kemandirian ekonomi kaum wanita saat ini bukan lagi menjadi pilihan tetapi juga kebutuhan. Oleh karena itu, dalam rangka memberdayakan…

Memelihara Pertumbuhan Perusahaan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dampak dari praktik mekanisme pasar, dan iklim persaingan yang makin ketat…

SDM Kompeten Bakal Pacu Pertumbuhan Industri - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Selain mendukung investasi di kawasan industri, pembangunan politeknik atau akademi komunitas diyakini pula mampu memberdayakan masyarakat setempat…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Prediksi Inflasi Dibawah 4%

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan laju inflasi Indonesia bergerak ke arah…

Menkeu : Proyeksi IMF Berikan Kewaspadaan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi global Dana Moneter Internasional…

Sumbangan Devisa Pariwisata Masih Terbatas

      NERACA   Padang - Bank Indonesia (BI) menilai sumbangan sektor pariwisata terhadap cadangan devisa Indonesia, masih relatif…